Inilah.com - Fokus http://www.inilah.com/ ID Inilah.com - Telinga, Mata, dan Hati Rakyat Copyright 2007-2017 inilah.com. All rights reserved. Thu, 27 Jul 2017 19:41:18 +0700 http://www.inilah.com/rss/feed/fokus http://www.inilah.com/ Inilah.com - Fokus http://www.inilah.com/assets/image/inilah-logo-feed.png 120 120 Kenaikan Wall Street Bisa Andalkan Dua Sektor Ini http://ini.la/2393903 INILAHCOM, New York - Bursa saham AS berpotensi mendapat dukungan ke area positif dari laporan laba sektor keuangan dan teknologi pada perdagangan Kamis (27/7/2017).

Duo sektor ini secara khusus berada di antara katalis terbesar di balik reli pasar secara luas sejak pemilihan presiden tahun lalu di bulan November. Finansial adalah keuntungan awal paskakenaikan, pada satu titik, memperhitungkan setengah kenaikan pasar secara keseluruhan karena investor bertaruh bahwa Presiden Donald Trump akan mendorong undang-undang yang ramah Wall Street melalui Kongres.

Kemacetan dan skandal politik telah menyebabkan investor menurunkan kemungkinan undang-undang tersebut segera disahkan, menyebabkan sektor ini mundur dari titik tertinggi pada awal Maret. Pasar yang lebih luas dipertahankan, karena investor justru beralih ke sektor teknologi pertumbuhan tinggi. Langkah itu juga menyentuh halangan, meskipun, dengan sektor ini menurun pada awal Juni di tengah kekhawatiran bahwa teknologi dan nama internet besar mendapat nilai terlalu tinggi.

Saham teknologi sejak pulih, seperti halnya sektor keuangan, dan pasangan tersebut berdiri sebagai industri dengan kinerja terbaik di pasar selama 12 bulan terakhir. Ke depan, ini adalah tren naik, bukan divergensi, yang diperkirakan akan berlanjut hingga akhir tahun ini.

"Hasil Finansial dan Teknologi Informasi telah menyimpang dua kali selama sembilan bulan terakhir, setelah bertahun-tahun memiliki korelasi pengembalian yang tinggi secara konsisten. Kami memperkirakan kedua sektor akan berkinerja lebih baik, namun karena berbagai alasan - pertumbuhan dan perubahan pertumbuhan, masing-masing," Goldman Sachs menulis dalam sebuah catatan kepada klien awal pekan ini, seperti mengutip marketwatch.com.

Perusahaan yang dipimpin oleh kepala strategi ekuitas AS, David Kostin, memperkirakan sektor teknologi akan memberikan pertumbuhan penjualan sebesar 9% pada tahun 2017, sektor tertinggi di sektor apapun dan investor akan terus memberi penghargaan pada pertumbuhan saham di lingkungan pertumbuhan ekonomi yang sederhana."

Saham keuangan, di sisi lain, diharapkan mendapat keuntungan karena jumlah yang mereka kembali ke pemegang saham melalui buyback dan dividen diperkirakan akan meningkat sebesar 43% atau total US$40 miliar. "Ini harus mengembalikan tingkat pengembalian ekuitas dan valuasi harga ke buku," tulis Goldman. Banyak bank meningkatkan program dividen dan buyback mereka mengikuti tes stres terbaru dari Federal Reserve.

Meskipun ada beberapa tumpang tindih, ada perasaan bahwa sektor keuangan dan teknologi merupakan dua pilar utama strategi, nilai, dan pertumbuhan investasi utama yang berlawanan. Dari 10 saham teratas iShares S & P 500 Value ETF IVE, -0,21% setengahnya merupakan sektor keuangan. Untuk iShares S & P 500 Growth ETF IVW, + 0,14% enam nama teknologi berada di 10 besar, seperti Amazon.com Inc. AMZN, + 1,24% merupakan saham konsumen yang sering digabungkan dengan grup teknologi.

Ann Miletti, manajer portofolio senior di Wells Fargo Asset Management, juga memilih teknologi dan keuangan sebagai dua sektor untuk ditonton maju karena atribut pertumbuhan dan nilai mereka.

Secara khusus, fund manager tersebut mengutip bank sebagai sektor yang sedang bullish, dan mengatakan: "Jika Anda melihat seberapa cepat buku bank tumbuh, pasar tidak memberikan kredit penuh untuk itu." Dia mengatakan hasil pada tekanan baru-baru ini Federal Reserve Hasil tes menunjukkan kelompok tersebut dalam kondisi finansial yang kuat.

Berdasarkan kepemilikan Sektor Pemilih Keuangan SPDR ETF XLF, -0,67% rasio price-to-book sektoral, satu metrik penilaian, saat ini 1,24, naik dari 1 pada akhir tahun 2012, kurang dari setengah 2.82 P / Bratio Untuk keseluruhan S & P 500.

Miletti berhati-hati dengan sektor keuangan, dengan mengatakan bahwa "bisa secara dramatis mahal atau terlalu cepat."

Mengutip valuasi, dia mengatakan bahwa dia "tidak akan terkejut melihat pullback [di sektor ini], walaupun jika pertumbuhan ekonomi tetap rendah, hal itu dapat terus mengungguli dengan menjadi salah satu dari sedikit area pasar dengan pertumbuhan."

"Saya adalah banteng jangka panjang di bidang teknologi," dia menambahkan. "Tapi dalam jangka pendek saya beruang."

]]>
Fokus Inilahcom http://ini.la/2393903 Thu, 27 Jul 2017 18:02:00 +0700 Kenaikan Wall Street Bisa Andalkan Dua Sektor Ini Kenaikan Wall Street Bisa Andalkan Dua Sektor Ini Kenaikan Wall Street Bisa Andalkan Dua Sektor Ini Kenaikan Wall Street Bisa Andalkan Dua Sektor Ini
Resonansi Politik Pertemuan SBY-Prabowo http://ini.la/2393908 INILAH.COM, Jakarta - Ketua Umum Partai Gerindra Prabowo Subianto dijadwalkan melakukan pertemuan dengan Ketua Umum Partai Demokrat Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) pada Kamis (27/7/2017) malam ini di Puri Cikeas, Bogor, Jawa Barat. Resonansi politik cukup kuat dalam pertemuan tersebut.

Konsolidasi politik menjelang Pemilu 2019 telah ditabuh melalui UU Penyelenggara Pemilu yang baru disahkan oleh DPR dan Pemerintah pada 21 Juli 2017, pekan lalu. Karena dalam kenyataannya, pengesahan RUU Penyelenggaraan Pemilu tersebut telah membuat dua kekuatan politik terpolarisasi antara fraksi pendukung pemerintah dan fraksi di luar pemerintah.

Sekretaris Jenderal Partai Gerindra Ahmad Muzani menyebutkan pertemuan antara Prabowo dan SBY lantaran kedua tokoh tersebut sudah lama tidak melakukan pertemuan. Hanya saja, Muzani tidak menampik bila pertemuan kedua tokoh tersebut dikaitkan dengan situasi politik mutakhir.

"Apalagi bertemu dalam suasana seperti saat ini, tentu saja kemudian dikaitkan dengan banyak agenda politik yang sekarang sudah mulai menghangat di tahun 2019," ujar Muzani di gedung DPR, Kompleks Parlemen Senayan Jakarta, Kamis (27/7/2017).

Muzani juga tidak menampik kemungkinan pertemuan antara Prabowo dan SBY juga mulai penjajakan untuk menggalang koalisi antaar Partai Demokrat dan Partai Gerindra. Hanya saja, soal benar tidaknya materi pembicaraan membahas koalisi, Muzani tidak bisa memastikannya. "Tapi apa benar apa enggak, kita lihat hasil nanti malam hasil pertemuannya," tambah Muzani.

Setelah menggelar pertemuan dengan SBY, Muzani juga mengatakan pihaknya akan mengagendakan pertemuan dengan partai politik lainnya, baik dari partai koalisi pemerintah maupun partai di luar koalisi. Apa tujuannya? "Dalam rangka kepedulian terhadap persoalan bangsa. Supaya masalah bangsa yang ribet dan njlimet bisa dipikirkan bersama-sama," cetus anggota Komsi I DPR RI ini yang menyebutkan pertemuan ini merupakan tindaklanjut atas pertemuan yang digelar pimpinan partai politik pada awal Ramadhan lalu.

Saat itu pertemuan membahas soal RUU Penyelenggaraan Pemilu. Hanya saja, saat itu SBY berhalangan hadir. "Jadi ini kan Pak SBY nya nggak sempat hadir jadi nggak ketemu. Ini pertemuan yang sudah lama direncanakan," cetus Muzani. Ia buru-buru membantah bila pertemuan ini untuk menjegal Jokowi di periode kedua di Pilpres 2019. "Siapa yang mau jegal? Nggak ada," bantah dia.

Sementara terpisah Ketua Divisi Komunikasi Publik Partai Demokrat Imelda Sari mengatakan pertemuan antara SBY dan Prabowo Subianto di antaranya membahas soal UU Penyelenggaraan Pemilu yang baru disahkan pekan lalu. "Di luar itu silaturahmi kedua tokoh bangsa ini  diharapkan membawa angin segar dan memberi kontribusi yang  positif dan konstruktif bagi negeri tercinta," sebut Imleda kepada wartawan.

Pertemuan SBY dan Prabowo Subianto dipastikan akan memberi resonansi politik, meski terlalu pagi bila pertemuan tersebut sebagai upaya koalisi Pemilu 2019 mendatang. Efek nyata dari pertemuan tersebut soal UU Penyelenggaraan Pemilu yang baru disahkan dimana Partai Demokrat dan Partai Gerindra memiliki kesamaan pandangan dengan gagasan peniadaan syarat pencapresan. [mdr]

]]>
Fokus Inilahcom http://ini.la/2393908 Thu, 27 Jul 2017 17:51:00 +0700 Resonansi Politik Pertemuan SBY-Prabowo Resonansi Politik Pertemuan SBY-Prabowo Resonansi Politik Pertemuan SBY-Prabowo Resonansi Politik Pertemuan SBY-Prabowo
Harga Jeblok, Bagaimana Laba Raksasa Minyak Dunia? http://ini.la/2393865 INILAHCOM, New York - Tiga tahun harga minyak mentah mengalami kemerosotan dramatis, perusahaan minyak besar tampaknya telah menyesuaikan bisnis mereka dan  masih dapat menghasilkan uang dan mengurangi tingkat utang.

Raksasa minyak Eropa Royal Dutch Shell PLC, Total SA dan Statoil ASA memulai pendapatan kuartal kedua sektor ini pada musim Kamis (27/7/2017) akan memberikan laporan kuartalan. Investor menyoroti arus kas tumbuh dan keuntungan yang berkelanjutan.

Meski lebih baik dari pada awal tahun 2016 ketika harga minyak mentah anjlok menjadi US$27 per barel, minyak masih lebih dari 50% lebih lemah dari pada tahun 2014 ketika harga mulai turun. Kekurangan pasokan yang memicu kecelakaan tersebut telah terbukti sangat keras.

Meskipun upaya Organisasi Negara Pengekspor Minyak dan produsen utama lainnya membatasi produksi. Hal ini mendorong beberapa bank besar untuk mengurangi perkiraan harga minyak mereka dalam beberapa bulan terakhir, seperti mengutip marketwatch.com.

Namun, perusahaan minyak Eropa mencatat catatan yang percaya diri jika berhati-hati dalam pengajuan kuartal kedua mereka, mengalahkan tingkat hutang yang jatuh dan arus kas yang kuat,sebuah metrik yang telah menjadi semakin penting bagi investor dan analis khawatir tentang menggelembungnya utang dan keamanan dividen setelah Kecelakaan harga minyak.

Keuntungan Shell naik menjadi US$1,9 miliar pada kuartal kedua dan arus kas dari operasi melonjak menjadi $ 11,3 miliar. Perusahaan tersebut mengatakan telah menghasilkan US$38 miliar uang tunai dari bisnisnya selama 12 bulan terakhir. Angka ini cukup untuk menutupi pembayaran dividen dan menurunkan tingkat utang.

Total profit untuk kuartal tersebut stabil namun perusahaan juga melaporkan adanya peningkatan yang signifikan dalam arus kas dan penurunan gearing. Statoil mengayunkan keuntungan sebesar US$1,4 miliar pada periode tersebut setelah melaporkan kerugian sebesar US$302 juta pada periode yang sama tahun 2016.

Perusahaan tersebut mengatakan bahwa mereka menghasilkan US$4 miliar arus kas bebas dan mengurangi hutang bersih sebesar 8 poin persentase sejak awal tahun , Meski harga minyak masih tersisa sekitar US$50 per barel.

Hasilnya mencerminkan kampanye selama bertahun-tahun di seluruh industri untuk menurunkan biaya dan pengeluaran ke titik di mana perusahaan dapat beroperasi secara menguntungkan di lingkungan dengan harga minyak yang lebih rendah. Ini adalah usaha yang terus berlangsung.

Shell mengatakan bahwa pihaknya bermaksud untuk mempertahankan disiplin modal yang ketat dan akan terus fokus untuk menurunkan biaya dan efisiensi modal. Statoil mengatakan, pihaknya memperkirakan biaya akan terus membaik tahun ini dan memeras tambahan US$1 miliar untuk efisiensi.

Perusahaan minyak A.S. Exxon Mobil Corp. dan Chevron Corp. akan melakukan update pada kuartal kedua mereka hari Jumat.
Google Terjemahan untuk Bisnis:Perangkat PenerjemahPenerjemah Situs Web
Tentang Google TerjemahanKomunitasSeluler
Tentang GooglePrivasi & PersyaratanBantuanKirim masukan

]]>
Fokus Inilahcom http://ini.la/2393865 Thu, 27 Jul 2017 15:17:00 +0700 Harga Jeblok, Bagaimana Laba Raksasa Minyak Dunia? Harga Jeblok, Bagaimana Laba Raksasa Minyak Dunia? Harga Jeblok, Bagaimana Laba Raksasa Minyak Dunia? Harga Jeblok, Bagaimana Laba Raksasa Minyak Dunia?
Saatnya Fed Kurangi Tumpukan Utang http://ini.la/2393760 INILAHCOM, Washington - Federal Reserve segera mulai dengan kebijakan baru untuk mengurangi tumpukan utang pemerintah dan hipotek sebesar US$4,5 triliun dolar AS.

Keputusan ini merupakan sebuah langkah jangka panjang yang mencerminkan keyakinan bank sentral dalam ekonomi AS yang terus mengalami peningkatan.

Pada bulan Mei, Fed mengatakan akan mulai menurunkan neraca tahun ini. Pernyataan terakhir menunjukkan kepada bank sentral baik mengumumkan atau meluncurkan usaha pada bulan September.

"Ini adalah sinyal yang jelas bahwa Fed akan mulai melepaskan neraca keuangannya pada bulan September," kata Luke Hickmore, manajer investasi senior di Aberdeen Asset Management, mengutip marketwatch.com tentang keputusan Fed setelah rapat dua hari sejak Selasa pekan ini,

Bank tersebut bertujuan untuk mengurangi koleksinya dalam beberapa tahun ke depan. Meskipun Fed mengatakan bahwa tidak mungkin mengembalikan neraca keuangannya ke tingkat pra-resesi sekitar US$800 miliar.

Seperti yang diharapkan, the Fed juga meninggalkan suku bunga AS kunci tidak berubah. Setelah keputusan the Fed, pasar saham AS bertahan pada kenaikan sebelumnya, namun dolar turun dan imbal hasil obligasi lebih rendah.

Sebagian besar pernyataan resmi The Fed pada bulan Juli ini, sedikit berubah dari pertemuan terakhirnya di bulan Juni. Namun bank tersebut menawarkan catatan kehati-hatian pada inflasi.

The Fed mengatakan inflasi berjalan di bawah 2% dan bukannya berjalan agak di bawah 2%, seperti yang terjadi pada pernyataan bulan Juni. Indikator inflasi yang disukai The Fed, indeks PCE, telah meruncing ke pertumbuhan 1,4% selama 12 bulan dari level tertinggi lima tahun di 2,1%.

Bank sentral berpendapat ekonomi cukup kuat untuk dicapai sendiri setelah delapan tahun ekspansi. Namun pejabat senior ingin melihat laju inflasi tahunan yang mencapai 2%.

Gubernur Fed, Janet Yellen pada awalnya menyalahkan faktor sementara seperti lonjakan biaya rencana telepon nirkabel. Namun tampaknya, dia kurang yakin dalam kesaksian di hadapan Kongres bulan lalu.

Pejabat senior Fed lainnya bahkan lebih mencurigai perlambatan inflasi. Beberapa pihak telah mendesak agar lebih berhati-hati dalam menaikkan suku bunga, terutama saat bank meluncurkan penarikan neraca.

Bank sentral membantu menetapkan biaya pinjaman kepada bisnis dan konsumen melalui tingkat suku bunga jangka pendek yang dikenal sebagai dana makan yang sekarang ditetapkan antara 1% dan 1,25%.

Analis memprediksi The Fed telah menaikkan biaya pinjaman dua kali pada 2017 dan dipatok dalam satu kenaikan lagi sebelum akhir tahun. Kemungkinan besar pada bulan Desember. Investor Wall Street melihat sedikit kemungkinan kenaikan ketika the Fed bertemu pada bulan September atau November.

The Fed telah mempertahankan suku bunga mendekati nol selama bertahun-tahun setelah resesi 2007-2009 untuk menciptakan pertumbuhan AS. Ini baru mulai menaikkan suku bunga dua tahun lalu.

Mengurangi neraca besarnya bisa jadi jauh lebih rumit. The Fed membeli hadiah Treasurys dan obligasi terkait hipotek selama dan setelah resesi besar untuk membantu menurunkan suku bunga AS dan menopang ekonomi yang babak belur.

Bank tersebut bertujuan untuk menjual seluk beluk neraca sedikit demi sedikit guna menghindari kejutan yang menggerogoti Wall Street dan berpotensi merugikan pertumbuhan. Itulah yang terjadi pada tahun 2013 selama apa yang disebut "amukan tirus".

Sejauh ini pendekatan nampaknya telah berhasil. Dow Jones Industrial Average DJIA, + 0,45%, misalnya, telah naik 9% pada 2017 meskipun kenaikan suku bunga Fed.

]]>
Fokus Inilahcom http://ini.la/2393760 Thu, 27 Jul 2017 08:04:00 +0700 Saatnya Fed Kurangi Tumpukan Utang Saatnya Fed Kurangi Tumpukan Utang Saatnya Fed Kurangi Tumpukan Utang Saatnya Fed Kurangi Tumpukan Utang
Laporan Laba dan Fed Topang Penguatan Wall Street http://ini.la/2393752 INILAHCOM, New York - Bursa saham AS berakhir dengan sebagian besar lebih tinggi pada perdagangan Rabu (26/7/2017). Indeks mendapat dukungan dari pendapatan yang kuat dan mengikuti keputusan Federal Reserve untuk mempertahankan tingkat suku bunga tidak berubah.

Rata-rata industri Dow Jones naik 97,58 poin menjadi 21.711,01 dan menembus rekor intraday dan penutupan. Boeing naik 9,88 persen dan memberikan kontribusi paling banyak kenaikan pada indeks 30-saham. S & P 500 mencapai rekor intraday sebelum ditutup datar di 2.477,83. Komposit Nasdaq naik 0,16 persen menjadi 6.422,75 dan juga berlekuk sepanjang masa tertinggi.

The Fed secara luas diperkirakan akan menjaga kebijakan moneter tetap stabil. Bank sentral, bagaimanapun, meletakkan dasar untuk mengurangi program stimulusnya yang besar pada bulan September.

"The Fed sedang memasuki program manajemen kurva imbal hasil jika Anda mau," kata David Schiegoleit, managing director investasi di Reserve Klien Swasta AS Bank, seperti mengutip cnbc.com. "Dengan mengurangi neraca, the Fed secara efektif meruncingkan kurva imbal hasil."

Mereka mengatakan bahwa mereka berencana untuk memulai pembongkaran relatif segera, yang merupakan inti dari pernyataan tersebut. Pengamat Fed telah mencari bahasa untuk berubah dari tahun ini, seperti yang ditunjukkan berikut pada pertemuan bulan Juni, untuk sesuatu yang lebih cepat.

Bank sentral juga mengatakan, bagaimanapun, inflasi tetap di bawah target 2 persen. "Saya pikir mereka memberi diri mereka ruang gerak sedikit," kata Chuck Cumello, presiden dan CEO Essex Financial. "Mereka tidak ingin overshoot."

Hasil Treasury AS jatuh menuju pengumuman the Fed dan tetap pada tingkat yang sama sesudahnya. Hasil 10 tahun diperdagangkan pada 2,3 persen sementara yield dua tahun bertahan di kisaran 1,363 persen.

Indeks Volatilitas CBOE (VIX), yang secara luas dianggap sebagai ukuran terbaik dari ketakutan di pasar, diperdagangkan pada rekor rendah, menembus di bawah 9, tak lama setelah the Fed mengeluarkan pernyataannya.

"Mereka tidak agresif dalam penilaian inflasi mereka namun mengakui bahwa inflasi berjalan di bawah 2 persen," kata Robert Tipp, kepala strategi investasi pada PGIM Fixed Income. "Tapi ini bukan Fed yang mengira berada di balik kurva dan masih ada waktu untuk menormalkan kebijakan moneter."

Investor juga fokus pada hasil kuartalan perusahaan. Dow-component Boeing membukukan laba bersih per saham sebesar US$2,55, melampaui perkiraan Wall Street. Penjualan perusahaan turun di bawah ekspektasi namun perusahaan tersebut menaikkan panduan pendapatan setahun penuh ke kisaran US$9,80 sampai US$10 per saham.

Coca-Cola dan Ford juga mencatat hasil kuartalan yang lebih baik dari perkiraan.

Musim penghasilan telah kuat sejauh ini. Dengan 34 persen komponen S & P 500 yang melaporkan pada hari Rabu pagi, 78 persen telah mengalahkan ekspektasi di bottom line dan 73 persen telah mencapai puncak penjualan, menurut data dari The Earnings Scout.

Kim Forrest, analis ekuitas senior di Fort Pitt Capital, mengatakan dia mengharapkan perusahaan terus melaporkan hasil kuartalan yang kuat pada musim ini. "Hasilnya menunjukkan ekonomi terus membaik, jadi saya harapkan jenis hasil ini terus berlanjut."

Ekuitas masuk ke sesi Rabu setelah membukukan kenaikan yang solid pada hari Selasa. S & P dan Nasdaq mencatat rekor intraday dan closing high.

"Kami telah melihat pertumbuhan pendapatan yang fenomenal saat ini. Analis meramalkan kelanjutan dari hal tersebut. Jadi, saya tidak tahu apa yang mendorong pendapatan," ekonom pemenang Hadiah Nobel Robert Shiller mengatakan kepada CNBC. "Saya akan merasa skeptis bahwa mereka akan terus berjalan dengan kecepatan yang begitu tinggi. Sejarah yang menunjukkan bahwa kenaikan pendapatan yang besar seperti ini cenderung kembali ke tren."

Dalam berita ekonomi, aplikasi hipotek naik hanya 0,4 persen disesuaikan secara musiman dibanding minggu sebelumnya. Penjualan rumah baru naik 0,8 persen di bulan Juni.

Di komoditas, minyak mentah AS untuk pengiriman September naik 1,8 persen menjadi menetap di US$48,75 per barel setelah Administrasi Informasi Energi melaporkan penarikan mentah sebesar 7,2 juta barel.

]]>
Fokus Inilahcom http://ini.la/2393752 Thu, 27 Jul 2017 05:48:00 +0700 Laporan Laba dan Fed Topang Penguatan Wall Street Laporan Laba dan Fed Topang Penguatan Wall Street Laporan Laba dan Fed Topang Penguatan Wall Street Laporan Laba dan Fed Topang Penguatan Wall Street
Sri Mulyani dan Utang Luar Negeri http://ini.la/2393678 INILAHCOM, Jakarta - "Sri Mulyani tak Bisa Jawab ke Mana Pengalokasian Utang.”Begitu antara lain judul berita sejumlah media online, beberapa waktu lalu.

Berita bersumber dari pertanyaan anggota Komisi XI Haerul Saleh agar pemerintah  menjelaskan alokasi utang yang kian besar dan meresahkan masyarakat.

Dia mengajukannya saat rapat kerja terkait penyampaian pendapat akhir mini fraksi dan mengambil keputusan terhadap Rancangan Undang-undang (RUU) Peraturan Pemerintah  Pengganti Undang-undang (Perppu) Nomor 1/2017 tentang Akses Informasi Keuangan untuk Kepen&ngan Perpajakan di DPR, Senayan, Jakarta, Senin malam (24/7/2017).

Sejatinya, permintaan Haerul adalah juga kekhawatiran sekaligus keresahan rakyat Indonesia. Adalah fakta, bahwa jumlah utang per 30 Juni 2017 sebesar Rp3.707 trilun ternyata tidak efektif dan tidak memberi dampak positif kepada ekonomi, khusunya penciptaan lapangan kerja.

Dalam hal ini, publik berhak tahu, ke mana atau kepada siapa utang itu dialokasikan. Sayangnya, jawaban transparan dan jujur dari Pemerintah  inilah yang mahal. Bayangkan, di sebuah acara formal dan terhormat seperti rapat kerja (Raker) antara DPR dengan pemerintah saja, Sri Mulyani Indrawati tidak bisa (tidak mau?) menjelaskan.

Apalagi kalau cuma rakyat biasa yang mengajukan pertanyaan serupa. “Siape elo?” kata anak gaul sekarang.

Konsisten Tak Jujur
Kejadian di raker itu, sekali lagi menunjukkan ketidak konsistenan menkeu. Di forum itu, Ani, begitu dia biasa disapa, tidak memberi jawaban. Padahal, saat melantik 226 pejabat eselon III di Kemenkeu pada 19 Juli 2017, dirinya memerintahkan seluruh pegawai  Kemenkeu harus bisa menjelaskan permasalahan keuangan yang ada.

Alasannya, kala itu dia bilang, masyarakat sudah kritis terkait pengelolaan penerimaan dan belanja negara, khususnya tentang utang negara yang dianggap sudah berbahaya.
    
Apa boleh buat, sejauh ini Pemerintah  memang nyaris tidak menjelaskan untuk apa sebenarnya duit hasil utang itu dialokasikan. Boleh saja Sri Mulyani sesumbar, bahwa dia tahu persis berapa jumlah surat berharga negara yang diterbitkan, tanggal berapa diterbitkan, suku bunganya berapa, dan kapan jatuh temponya. Tapi, semua klaim itu sama sekali tidak cukup.
    
Selama ini pemerintah selalu menebar ‘dogma’ bahwa utang mutlak diperlukan untuk membiayai pembangunan. Dalam kalimat lain, pemerintah menyatakan, utang harus dilakukan karena APBN selalu defisit.

Terakhir, angka defisitnya membengkak menjadi 2,92%, hanya sedikit di bawah batas yang diizinkan UU yaitu 3%. Artinya, pengeluaran lebih besar ketimbang penerimaan. Besar pasak daripada tiang alias tekor!

Kalau pun benar utang untuk membangun, rakyat berhak tahu seper& apakah wujud pembangunan yang dimaksudkan? Infrastruktur? Proyek apa saja, di mana lokasinya, berapa nilainya masing-masing, siapa kontraktor yang mengerjakan; lokal, asing atau aseng, berapa banyak tenaga kerja yang terserap, siapa saja atau dari mana asal tenaga kerja yang dimaksud itu, dan seabrek pertanyaan lainnya yang menuntut jawaban jujur.
    
Bahwa Indonesia membutuhkan infrastruktur untuk mengakselerasi pertumbuhan, yes. Tapi, tolong jawab rentetan pertanyaan tadi. Rakyat berhak tahu. Karena terkait utang-utang tadi, pada akhirnya rakyat pula yang harus membayar. Di sisi lain, rakyat butuh pekerjaan agar punya penghasilan dan memiliki daya beli. Daya beli atau konsumsi inilah yang sudah lama menjadi pemacu utama pertumbuhan ekonomi kita, tatkala investasi dan ekspor terkulai.

Benarkah pembangunan infrastruktur menjadi prioritas utama belanja Pemerintah? Faktanya APBN 2017 menunjukkan tidak. Prioritas pertama belanja adalah pembayaran bunga, pokok, dan cicilan utang. Jumlahnya &dak tanggung-tanggung, mencapai Rp486 triliun.

Posisi kedua ditempati pendidikan, yaitu Rp416 triliun. Sedangkan pembangunan infrastruktur yang dijadikan mantra pelelap tidur rakyat justru berada di peringkat ketiga, Rp387,3 triliun.
    
Dari Rp486 triliun anggaran terkait utang tadi, Rp221 triliun digunakan untuk membayar bunga utang. Ingat, hanya untuk membayar bunga utang (dengan huruf tebal). Angka ini naik ketimbang yang dialokasikan pada APBN-P 2016 yang Rp182 triliun.

Sekadar info saja, dalam tiga tahun terakhir rata-rata pembayaran bunga utang naik 18%. Bandingkan dengan periode 2009-2014 yang rata-rata naik 7%. Suka atau tidak, fakta ini memang sangat mengerikan.

Utang dengan segala risikonya sudah memasuki tahap lampu merah. Ini terjadi karena 'syahwat' berutang si pendisain APBN amat besar. Sudah begitu, suku bunganya pun sangat tinggi. Rating surat utang Indonesia boleh saja menyandang label investment grade. Tapi, sang Menkeu tetap saja hobi mengobral obligasi dan surat utang dengan bunga super tinggi.

Dengan postur APBN yang menganut prinsip creditors first, tidak keliru kalau kita bertanya, sebetulnya Sri Mulyani kerja untuk siapa? Pernyataan ini jadi sangat relevan, karena membaca rekam jejaknya sebagai pejuang neolib yang gigih. Di tangan bendahara negara yang neolib, menyenangkan para majikan asingnya adalah prioritas utama.

Segala upaya akan ditempuh untuk itu. Menggenjot pajak, mengurangi bahkan menghapus subsidi, memangkas anggaran, dan tentu saja, membuat utang baru.
    
Kebijakan Memiskinkan
Beberapa kebijakan yang diluncurkannya belakangan ini jelas menyiratkan watak neolib yang kental dari perempuan ini. Antara lain, bernafsu mengintip rekening dengan saldo Rp200 juta dan  berencana mengenakan PPN bagi gula tebu rakyat. Yang teranyar, si mbak berencana menurunkan pendapatan &dak kena pajak (PTKP) dari Rp4,5 juta/bulan menjadi disesuaikan dengan upah minimum provinsi (UMP).

Rencana memalak pajak berbasis simpanan Rp200 juta dan PPN bagi gula tebu petani akhirnya dibatalkan. Alhamdulillah. Maklum, hujan protes dari segala penjuru deras berjatuhan. Kita pun berharap rencana menurunkan PTKP pun akan bernasib serupa.
    
Menkeu sebelumnya, Bambang Brojonegoro telah dua kali menaikkan PTKP. Pertama, pada 2015, batas PTKP naik dari Rp 2,02 juta per bulan atau dari Rp 24,3 juta setahun menjadi Rp 3 juta/bulan, atau Rp36 juta setahun. Berikutnya, pada 2016, Bambang kembali mendongkrak menjadi Rp4,5 juta per bulan atau Rp54 juta setahun.

Alasannya untuk meningkatkan daya beli masyarakat. Akan sangat ngeri akibatnya jika Ani jadi menurunkan PTKP dari Rp4,5 juta menjadi sesuai UMP.
    
Tolong Jeng Ani ajari, bagaimana buruh di Jateng yang menerima UMP Rp 1.367.000, atau Jatim UMPnya Rp1.388.000/bulan. Semuanya untuk mengatur hidup dalam sebulan. Tolong ajari mereka  bertahan hidup dengan upah yang begitu kecil plus harus dipotong pajak pula.

Daya beli rakyat dipastikan bakal makin terpukul. Sudah begitu, rakyat yang pendapatannya rendah jadi terjangkau pajak. Sudah jatuh ter&mpa tangga, dilindas bajaj pula. Padahal dengan pendapatan yang rela&f baik, daya beli pun membaik sehingga memacu perekonomian.

Jangan lupa, 57% ekonomi Indonesia digerakkan konsumsi masyarakat. Daya beli rakyat turun adalah kata lain dari menjadi miskin. Sangat mengherankan kebijakan Sri Mulyani yang justru akan memiskinkan rakyatnya. Menurunkan PTKP memang bakal menaikkan tax ratio dan mendongkrak penerimaan pajak. Namun apa artinya semua itu kalau harus ditebus dengan kian miskinnya rakyat.

Jika ini terjadi, lantas apa bedanya dengan penjajah Kompeni saat menjajah kita? Pekan lalu, Badan Pusat Statistik (BPS) merilis, Maret 2017 Indeks Kedalaman Kemiskinan pada  Maret naik menjadi 1,83. Angka ini lebih tinggi dibandingkan September 2016 yang 1,74.
    
Hal serupa juga terjadi pada Indeks Keparahan Kemiskinan yang naik dari 0,44 jadi 0,46. Indeks kedalaman kemiskinan menunjukkan rata-rata pengeluaran penduduk miskin cenderung makin jauh dari garis kemiskinan. Sedangkan Indeks keparahan kemiskinan mengindikasikan ketimpangan pengeluaran antara penduduk miskin.

Kalau indeks kedalaman naik, artinya tingkat kedalaman kemiskinan kian dalam. Jarak antara rata-rata pengeluaran orang miskin dengan garis kemiskinan makin jauh. Akibatnya, upaya mengentaskan penduduk miskin menjadi lebih sulit lagi.
    
Dengan serenceng fakta tersebut, pertanyaan besarnya adalah; apa prestasi Sri Mulyani bagi perekonomian negeri ini? adakah kebijakannya yang berfungsi mendorong pertumbuhan, membuka lapangan kerja, mendorong investasi, mendongkrak daya beli/konsumsi, dan pada akhirnya membaiknya kesejahteraan rakyat? Ada? Yang ada justru sebaliknya. Dia mendisain APBN yang sarat dengan aroma neolib.

Pajak terus digenjot, subsidi dipangkas hingga titil nol, utang baru yang lebih besar terus dibuat dan dialokasikan untuk membayar utang lama. Di negeri ini, kemiskinan terjadi bukan semata-mata  karena rakyat malas, tapi lebih karena kebijiakan yang memiskinkan. Jadi, kepada siapa sebetulnya kesetiaan engkau berikan? [ipe]

Penulis: Edy Mulyadi, Direktur Program Centre for Economic and Democracy Studies (CEDeS)
    

]]>
Fokus Inilahcom http://ini.la/2393678 Thu, 27 Jul 2017 04:09:00 +0700 Sri Mulyani dan Utang Luar Negeri Sri Mulyani dan Utang Luar Negeri Sri Mulyani dan Utang Luar Negeri Sri Mulyani dan Utang Luar Negeri
Mensyukuri Hari Ini http://ini.la/2393623 ALHAMDULILLAH. Segala puji hanya milik Alloh Swt. Dialah Dzat Yang Maha Menciptakan alam semesta ini dengan sebaik-baik ciptaan. Sholawat dan salam semoga selalu tercurah kepada baginda nabi Muhammad Saw.

Saudaraku, Alloh Swt memberikan karunia kepada kita berupa kesempatan untuk masih hidup di dunia sampai hari ini. Artinya, Alloh Swt masih memberikan kesempatan kepada kita untuk memperbanyak bekal kebaikan agar bisa kita bawa pulang ke akhirat kelak. Oleh karena itu karunia ini wajib kita syukuri dengan cara menyempurnakan ikhtiar kita, menyempurnakan amal sholeh kita kepada Alloh Swt.

Alloh Swt. berfirman, “(Demikianlah keadaan orang-orang kafir itu), hingga apabila datang kematian kepada seseorang dari mereka, dia berkata: “Ya Tuhanku kembalikanlah aku (ke dunia), agar aku berbuat amal yang sholeh terhadap yang telah aku tinggalkan. Sekali-kali tidak, sesungguhnya itu adalah perkataan yang diucapkannya saja. Dan di hadapan mereka ada dinding sampal hari mereka dibangkitkan.” (QS. Al Mu’minun [23] : 99-100)

Tidak sedikit manusia yang telah habis jatah hidupnya di dunia, setelah mereka berpindah dari alam dunia ke alam kubur, mereka amat sangat menyesali dirinya sendiri mengapa selama hidup di dunia mereka lalai. Mereka menyesal mengapa kesempatan hidup di dunia yang sebenarnya untuk mengumpulkan bekal kebaikan, malah dipakai untuk menumpuk-numpuk dosa dengan kemaksiatan. Mereka berangan-angan dikembalikan ke dunia agar bisa beramal sholeh, akan tetapi angan-angan itu tiasa berguna. Demikianlah penyesalan orang yang tidak mensyukuri nikmat Alloh berupa kesempatan hidup di dunia.

Maka, marilah kita syukuri hidup kita di dunia hari ini. Hari yang telah lalu boleh jadi masih banyak hal-hal sia-sia bahkan kemaksiatan yang kita lakukan, semua itu bisa kita perbaiki dengan cara mengisi hari ini dengan amal sholeh. Pastikan setiap yang kita niatkan, yang kita ucapkan, dan yang kita lakukan bernilai ibadah di hadapan Alloh Swt. Tepis setiap celah syaitan yang menggoda kita untuk berbuat dosa. Sungguh kita tidak pernah tahu kapan ajal kita menjemput dan dalam keadaan seperti apa ajal kita datang. Sehingga penting untuk kita mawas diri agar saat ajal datang kita sedang dalam keadaan baik, dalam keadaan beramal di jalan Alloh, inilah yang dinamakan husnul khotimah.

Semoga kita termasuk hamba-hamba Alloh yang pandai bersyukur, yang mengisi hari ini dengan amal sholeh. Aamiin yaa Robbal’aalamiin.[smstauhiid]

]]>
Fokus Inilahcom http://ini.la/2393623 Thu, 27 Jul 2017 01:31:00 +0700 Mensyukuri Hari Ini Mensyukuri Hari Ini Mensyukuri Hari Ini Mensyukuri Hari Ini
Siapa Paling Kuat dan Layak Disegani? http://ini.la/2393625 SERING kita dengar: "Hei, jangan macam-macam padanya, dia orang kaya. Uangnya bisa membeli apa saja, termasuk kepalamu." Inilah yang menjadi sebab mengapa orang kaya itu banyak "dihormati," tepatnya ditakuti. Ada beda besar antara dihormati dan ditakuti. Inilah juga yang menjadi sebab mengapa orang berlomba menjadi kaya atau minimum bersahabat dengan orang kaya.

Sering kita dengar juga: "Hei, jangan macam-macam sama dia, dia itu orang kuat yang punya teman-teman para pejabat. Kekuasaannya bisa memindahkan apa saja dan siapa saja, termasuk memindahkan rumahmu ke ujung dunia." Inilah yang menjadi penyebab mengapa para pejabat dan orang-orang dekatnya "dihormati," tepatnya ditakuti. Inilah juga penyebab mengapa orang berebut dan berlomba menjadi pejabat dan atau mendekat pada pejabat dengan berbagai cara.

Jarang kita dengar: "Hei, hati-hati jangan sampai macam-macam atau menyakiti orang itu, orang itu dekat sekali kepada Allah, shalat dan ibadahnya luar biasa. Allah itu berkuasa melakukan apapun dan akan melindungi orang-orang yang dekat padaNya." Jarang kita dengar begini, bukan? Inilah penyebab mengapa banyak yang meremehkan dan menghina orang yang dekat dengan Allah yang secara dhahir tak punya harta dan jabatan dunia apapun.

Hanya orang yang beriman dengan hakikat iman yang mengetahui kemuliaan orang yang dekat dengan Allah. Dekat dengan Dzat Yang Maha dalam segalanya adalah sebuah prestasi yang tak bisa ditandingi oleh prestasi lainnya. Sayangnya, prestasi yang ini tak banyak yang melitik, tak banyak yang berminat dan tak banyak yang menghargai.

Tak apa, teruslah dekat dengan Allah, dengan orang-orang yang dekat dengan Allah demi menggapai suka dan ridla Allah yang pasti akan memberikan yang terbaik pada para kekasih dan orang dekatNya. Salam, AIM, Pengasuh Pondok Pesantren Kota Alif Laam Miim Surabaya. [*]

]]>
Fokus Inilahcom http://ini.la/2393625 Thu, 27 Jul 2017 00:08:00 +0700 Siapa Paling Kuat dan Layak Disegani? Siapa Paling Kuat dan Layak Disegani? Siapa Paling Kuat dan Layak Disegani? Siapa Paling Kuat dan Layak Disegani?
Jokowi Ingin Dua Periode? Ini Syaratnya http://ini.la/2393670 INILAHCOM, Jakarta - Nuansa tahun politik 2019 mulai terasa. Bahkan, saat Pilkada DKI Jakarta lalu, nuansa itu mulai tampak. Hasil Pilkada DKI Jakarta, bekas tandem Joko Widodo di DKI Jakarta yakni Basuki Tjahaja Purnama gagal melenggang. Padahal, berbagai sumber daya dikerahkan untuk memenangkan Basuki. Ini lampu kuning untuk Jokowi.

Joko Widodo hingga saat ini belum menyatakan keinginannya maju dalam Pemilu Presiden 2019 mendatang. Namun, tanda dan isyarat sulit ditampik bila Joko Widodo tak berambisi untuk maju di periode terakhirnya. Setidaknya, saat ini terdapat tiga partai politik telah menjagokannya secara resmi melalui keputusan resmi partai yakni Partai Golkar, Partai NasDem dan PPP.

Belum lagi politik hukum pemerintahan Jokowi dalam bersikap terhadap regulasi politik yang diwujudkan di UU Penyelenggaraan Pemilu, salah satunya mensyaratkan pencapresan dengan dukungan kursi parlemen sebesar 20 atau 25 persen suara sah nasional. Apakah itu menjadi jaminan Jokowi bakal melenggang kali kedua?

Pengamat politik Fachry Ali memprediksi, konfigurasi politik di Pilpres 2019 mendatang tidak jauh berbeda dari Pilkada DKI Jakarta 2017 lalu. Bahkan, sambung Fachry, eskalasi politiknya jauh lebih tinggi dibanding pilkada lalu. "Pokoknya lebih ramai," cetus Fachry kepada INILAHCOM usai seminar nasional "Islam dan Demokrasi" di Jakarta, belum lama ini.

Hanya saja, Fachry yang mengaku sebagai pendukung Jokowi ini mengingatkan agar Jokowi mengetahui tentang sosiologis masyarakat muslim di Indonesia. Ia mewanti agar Jokowi tidak berpegang pada elit organisasi massa Islam saja. "Jangan seakan-akan dekat dengan elit NU, maka dekat dengan warga NU," ingat Fachry.

Saat ditanya kedekatan pemerintahan Jokowi dengan ormas NU, Fachry yang selama ini dikenal sebagai pemerhati NU ini mengaku tidak mengetahui apa yang terjadi di NU. Hanya saja, ia menyebutkan saat ini pemerintahan Jokowi berusaha ingin dekat dengan umat Islam. "Yang jelas saat ini pemerintah berusaha dekat dengan umat Islam. Nah terjemahannya ini adalah dekat dengan NU," papar pria asal Aceh ini.

Fachry menyebutkan fenomena Pilkada DKI Jakarta, posisi NU yang secara terang-terangan, meski tidak resmi memberi dukungan ke pasangan Ahok-Dajrot, namun nyatanya calon petahana itu tumbang juga. "Saat NU melarang jamaahnya demo 212, tapi apa yang terjadi, nahdliyin tetap datang juga," urai Fachry.

Di bagian lain, Fachry mengingatkan Jokowi agar meninjau ulang pemikiran yang memegang elit organisasi Islam, berarti memegang massa Islam harus dirombak total. "Asumsi memegang elit organsiasi Islam, berarti memegang massa Islam itu harus ditinjau ulang," ingat Fachry.

Kedekatan Jokowi dengan ormas NU memang sulit ditampik. Kedekatan tersebut memang tampak wajar antara Presiden dengan ormas Islam terbesar di Indonesia. Meski, bila disandingkan kedekatan Jokowi dengan ormas Islam lainnya, NU tampaknya jauh lebih dekat dengan ormas-ormas Islam lainnya. Terlebih setelah aksi massa pada 2 Desember 2016  lalu yang kemudian dikenal dengan aksi 212, kedekatan tersebut kian tampak di hadapan publik.

]]>
Fokus Inilahcom http://ini.la/2393670 Wed, 26 Jul 2017 19:17:00 +0700 Jokowi Ingin Dua Periode? Ini Syaratnya Jokowi Ingin Dua Periode? Ini Syaratnya Jokowi Ingin Dua Periode? Ini Syaratnya Jokowi Ingin Dua Periode? Ini Syaratnya
Memantaskan Diri http://ini.la/2393627 ALHAMDULILLAH. Segala puji hanya milik Alloh Swt. Semoga Alloh Yang Maha Menolong, menggolongkan kita sebagai hamba-hamba-Nya yang terampil menjaga kebeningan hati. Sholawat dan salam semoga slelau tercurah kepada baginda nabi Muhammad Saw.

Rosululloh Saw. bersabda, “Setiap anak Adam banyak melakukan kesalahan, dan sebaik-baik orang yang berbuat salah adalah yang (mau) bertaubat.” (HR. Tirmidzi)

Sahabat Umar bin Khaththab ra. pernah mengatakan, “Koreksilah diri kalian sebelum kalian dihisab dan berhiaslah (dengan amal shalih) untuk pagelaran agung (pada hari kiamat kelak)”.

Kita tahu bahwa setiap anak cucu nabi Adam as adalah makhluk yang tiada luput dari kesalahan dan dosa. Dan, kita pun tahu bahwa setiap kesalahan dan dosa pasti akan ada balasannya. Sedangkan kita sadar bahwa kita tidak akan sanggup menanggung beratnya panas neraka sehingga kitapun ingin selamat darinya. Akan tetapi, sudahkah kita memantaskan diri agar selamat dari panasnya api neraka?

Dalam urusan lain misalnya dalam urusan jodoh, tidak sedikit orang yang berupaya sekuat tenaga demi mendapatkan seseorang yang baik yang ia inginkan untuk menjadi pasangan hidupnya. Sampai-sampai ia lupa bahwa Alloh Dzat Yang Maha Menentukan. Orang itu berusaha mengejar calon yang ia inginkan, ia memohon agar maksudnya diterima, agar lamarannya diterima. Namun, sudahkah ia berupaya juga sekuat tenaga memantaskan dirinya sendiri untuk mendapatkan jodoh yang sholeh/sholehah?

Saudaraku, penting bagi kita untuk lebih melihat ke dalam diri kita sendiri, memeriksa ke dalam diri sudahkah kita ini pantas mendapatkan apa yang kita inginkan? Kita ingin selamat di dunia dan akhirat, lantas sudahkah kita bersungguh-sungguh memantaskan diri kita untuk mendapatkannya? Sudah betulkan ibadah kita, sungguh-sungguhkah kita menjaga kebersihan niat dari amal-amal kita agar hanya lillaahi ta’ala? Sudahkan kita sungguh-sungguh dalam bertaubat agar Alloh mengampuni kita dan ridho kepada kita?

Marilah kita sempurnakan ikhtiar dalam memantaskan diri di hadapan Alloh Swt. untuk menjadi hamba-hamba-Nya yang selamat di dunia dan akhirat. Semoga Alloh Swt. melimpahan hidayah dan ridho-Nya kepada kita semua. Aamiin yaa Robbal’aalamiin.[smstauhiid]

]]>
Fokus Inilahcom http://ini.la/2393627 Wed, 26 Jul 2017 17:01:00 +0700 Memantaskan Diri Memantaskan Diri Memantaskan Diri Memantaskan Diri