Inilah.com - Gayahidup http://www.inilah.com/ ID Inilah.com - Telinga, Mata, dan Hati Rakyat Copyright 2007-2017 inilah.com. All rights reserved. Tue, 25 Jul 2017 23:59:23 +0700 http://www.inilah.com/rss/feed/gayahidup http://www.inilah.com/ Inilah.com - Gayahidup http://www.inilah.com/assets/image/inilah-logo-feed.png 120 120 Lingkungan Kondusif Dukung Proses Belajar Mengajar http://ini.la/2393409 INILAHCOM, Jakarta - Dalam memilih tempat pendidikan, setiap orangtua harus memperhatikan lingkungan belajar. Hal ini akan berpengaruh pada proses belajar mengajar pada anak.

Karena itu, untuk menciptakan lingkungan belajar yang ideal, interaksi antar mahasiswa, dan desain tempat belajar yang lebih baik, kampus III di BSD City Unika Atma Jaya mempersiapkan lahan yang luas. Hal ini juga untuk menunjang gerak mahasiswa atau calon penghuni kampus agar lebih nyaman dalam belajar.

"Kami memiliki komitmen utama untuk mengembangkan dan membentuk karakter mahasiswa. Mempersiapkan para mahasiswa dengan kompetisi kelas internasional dan memiliki karakter Indonesia dan kepedulian," kata A Prasetyantoko, Rektor Unika Atma Jaya seperti yang dikutip dari siaran pers, Jakarta, Selasa (25/07/2017).

Untuk mendukung perkuliahan di kampus tersebut antara lain fakultas teknik, teknobiologi, dan hospitality and tourism management, terdapat tempat olahraga, tempat ibadah, dan juga memperhatikan kebutuhan mahasiswa difabel seperti tangga yang landai bagi pengguna kursi roda, dan kursi bagi mahasiswa yang kidal.

"Kami menyiapkan peserta didik dan profil lulusan yang lebih siap berkontribusi dalam masyarakat pada era digital saat ini," tambahnya.(tka)

]]>
Gayahidup Inilahcom http://ini.la/2393409 Tue, 25 Jul 2017 19:30:00 +0700 Lingkungan Kondusif Dukung Proses Belajar Mengajar Lingkungan Kondusif Dukung Proses Belajar Mengajar Lingkungan Kondusif Dukung Proses Belajar Mengajar Lingkungan Kondusif Dukung Proses Belajar Mengajar
Perawatan Kecantikan Semakin Berkembang Pesat http://ini.la/2393399 INILAHCOM, Jakarta - Teknologi kecantikan sudah berkembang demikian pesat dengan menghasilkan temuan-temuan baru untuk membantu proses pengencangan kulit wajah dan leher tanpa pembedahan, salah satunya Ultherapy.

Perawatan ini berfokus merangsang kolagen pada pusatnya di bagian dalam kulit di atas otot dengan menggunakan teknologi ultrasound disertai visualisasi untuk menjamin presisi dan memberikan hasil yang nyata.

Selama empat tahun berturut-turut, dari 2014 hingga 2017, Ultherapy  meraih penghargaan untuk kategori Best Skin Tightening Treatment dari New Beauty’s Annual Beauty Choice Awards dan menerima Beauty Trophy untuk Best Energy-Based Device 2017 dari AMEC (Anti-aging Medicine European Congress).  

Hal ini membuktikan bahwa Ultherapy adalah salah satu pilihan terbaik di dunia untuk mengatasi kekenduran kulit dan  satu-satunya teknologi pengencangan kulit t. Merz Aesthetics, memberikan Golden Record Award 2017, sebuah penghargaan bergengsi untuk klinik dengan jumlah pasien Ultherapy terbanyak se-Asia Pasifik.

Penghargaan dari Merz Aesthetics ini terbagi dua antara lain klinik dengan jumlah pasien terbanyak di masing-masing negara dan antar negara se- Asia Pasifik yang terbagi menjadi dua kategori negara yakni A dan B. Negara kategori A meliputi Hong Kong, Korea, Singapura, Taiwan dan Thailand, sedangkan kategori B mencakup Australia, India, Malaysia, Indonesia, Philipina, serta Vietnam.

Jakarta Aesthetic Clinic (JAC) by dr. Olivia Ong meraih sekaligus dua penghargaan Golden Record Award 2017 by Merz Aesthetics for Ultherapy® sebagai juara pertama se - Indonesia serta sekaligus meraih posisi 2nd runner- up di tingkat Asia Pasifik kategori B. Penghargaan tersebut diberikan oleh Mr.  Philip Burchard, CEO Merz Aesthetics Global dan Mr. Lawrence Siow, CEO Merz APAC di Nusa Dua, Bali pada Jumat (21/07/2017).

“Merupakan suatu kehormatan bagi kami, keluarga besar Jakarta Aesthetic Clinic menerima penghargaan bergengsi ini. Kami tak menyangka dapat mewakili Indonesia berada di posisi 2nd runner- up bersaing dengan klinik dari negara-negara hebat lainnya. Penghargaan ini kami dedikasikan kepada sahabat JAC atau pasien kami yang senantiasa mempercayakan JAC untuk merawat kesehatan dan kecantikan kulit wajah tanpa pembedahan,”ujar dr. Olivia Ong Founder JAC seperti yang dikutip dari siaran pers, Jakarta, Selasa (25/07/2017).

Dokter Olivia Ong menambahkan, pihaknya sangat mengapresiasi Merz Aesthetics atas program penghargaan untuk prestasi ini, yang pertama kalinya ada di dunia.

Selain menerima penghargaan, dr. Olivia Ong juga didaulat menjadi Indonesia Key Opinion Leader (KOL) Ultherapy Expert dan berbicara bersama Mr. Philip Burchard,CEO Merz Aesthetics Global, Mr. Lawrence Siow, CEO Merz APAC dan Mr. Ricardo Manaloto, GM Merz Aesthetics Indonesia.(tka)

]]>
Gayahidup Inilahcom http://ini.la/2393399 Tue, 25 Jul 2017 19:00:00 +0700 Perawatan Kecantikan Semakin Berkembang Pesat Perawatan Kecantikan Semakin Berkembang Pesat Perawatan Kecantikan Semakin Berkembang Pesat Perawatan Kecantikan Semakin Berkembang Pesat
Empat Penyakit yang Perlu Diwaspadai Jamaah Haji http://ini.la/2393394 INILAHCOM, Jakarta - Terdapat empat penyakit yang perlu diwaspadai oleh para calon jamaah haji pada tahun ini. Apa saja?

Menurut dr. Wiendra Waworuntu, M.Kes, Direktur Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Menular Langsung Kementerian Kesehatan RI, ada empat penyakti yang harus diwaspadai, polio, kolera, meningitis, dan MERS-CoV.

"Wabah Kolera saat ini perlu diwaspadai karena WHO, memperingatkan wabah kolera saat musim haji mendatang karena letak Yaman bersebelahan dengan Arab Saudi. Sampai saat ini diperkirakan terdapat sekitar 300 ribu orang menderita kolera di Yaman," papar dr. Wiendra Waworuntu, M.Kes, Direktur Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Menular Langsung Kementerian Kesehatan RI, Jakarta, Selasa (25/07/2017).

Kemudian meningitis. Melihat situasi sebelumnya, untuk mengatasi dan mencegah penyakit penularan meningitis, terdapat vaksin yang menjadi sebuah kewajiban untuk didapatkan oleh para jamaah haji.

Selanjutnya adalah penyakit MERS-CoV atau Flu Arab. Virus Corona Middle East Respiratory Syndrome (MERS) merupakan salah satu jenis virus yang menyerang organ pernafasa. Ini merupakan jenis penyakit saluran pernafasan yang bisa mengakibatkan kematian.

Selain itu, Kepala Pusat Kesehatan Haji Dr. dr. Eka Jusup Singka, M.Sc, menambahkan, hal yang perlu diperhatikan lainnya adalah penyakit yang dibawa dari tanah air, yaitu penyakit yang sudah ada sebelum menjalani ibadah Haji.

"Ini harus dikendalikan ketika dibawa ke Mekkah, nanti akan memiliki potensi kalau tidak terkendali dengan baik misalnya penyakit jantung, hipertensi, dan diabetes. Pastikan para jamaah Haji yang memiliki penyakit tesebut sudah memiliki obat yang harus dibawa dari tanah air," kata Eka Jusup Singka. (tka)

]]>
Gayahidup Inilahcom http://ini.la/2393394 Tue, 25 Jul 2017 18:00:00 +0700 Empat Penyakit yang Perlu Diwaspadai Jamaah Haji Empat Penyakit yang Perlu Diwaspadai Jamaah Haji Empat Penyakit yang Perlu Diwaspadai Jamaah Haji Empat Penyakit yang Perlu Diwaspadai Jamaah Haji
Perhatikan, Ini Gejala Penyakit Kolera http://ini.la/2393365 INILAHCOM, Jakarta - Wabah kolera menjadi salah satu hal yang harus diwaspadai oleh para jamaah haji mendatang. Lantas, apa saja gejala penyakit kolera yang perlu diketahui?

Menurut dr. Wiendra Waworuntu, M.Kes, Direktur Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Menular Langsung Kementerian Kesehatan RI, terdapat gejala kolera yang harus diketahui oleh para calon jamah Haji.

"Sekarang gejalanya adalah buang air besar cair (encer) lebih dari 3 kali dalam sehari, tanpa didahului rasa mulas. Tinja seperti air cucian beras atau putih keruh," papar Wiendra Waworuntu saat ditemui di kantor Kementerian Kesehatan RI, Jakarta, Selasa (25/07/2017),

Kemudian, terdapat pula gejala yang biasanya dilanjutkan dengan muntah tanpa mual sebelumnya. Bia berlanjut disertai dengan gejala dehidrasi, seperti jantung berdetak cepat, mulut kering, lemah, mata cekung, seperti ngantuk.

"Upaya yang harus dilakukan adalah para jamaah haji sebelum berangkat ke tanah suci mengetahui bagaimana gejala - gejala kolera tersebut. Sehingga bisa mengatasinya dengan baik," tambahnya.

sampai saat ini diperkirakan terdapat sekitar 300 ribu orang menderita kolera di Yaman. Data WHO menjelaskan, setiap hari ada 5.000 kasus kolera baru yang tercatat di Yaman.(tka)

]]>
Gayahidup Inilahcom http://ini.la/2393365 Tue, 25 Jul 2017 16:30:00 +0700 Perhatikan, Ini Gejala Penyakit Kolera Perhatikan, Ini Gejala Penyakit Kolera Perhatikan, Ini Gejala Penyakit Kolera Perhatikan, Ini Gejala Penyakit Kolera
Jamaah Haji Waspada Penyakit Kolera http://ini.la/2393355 INILAHCOM, Jakarta - WHO memperingatkan wabah kolera saat musim Haji mendatang, September 2017, karena letak Yaman bersebelahan dengan Arab Saudi.

Menurut Direktur Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Menular Langsung, dr. Wiendra Waworuntu, M.Kes, sampai saat ini diperkirakan terdapat sekitar 300 ribu orang menderita kolera di Yaman. Data WHO menjelaskan, setiap hari ada 5.000 kasus kolera baru yang tercatat di Yaman.

"Kita harus tetap waspada. Sampai sekarang 342 ribu. yang meninggal sekitar 1418. Setiap hari ada 5000 kasus kolera baru yang tercatat di Yaman. Ini sangat cepat menular. Ini dari bakteri makanan dan minuman yang terkontaminasi," papar Wiendra Waworuntu saat ditemui di Kementerian Kesehatan RI, Jakarta, Selasa (25/07/2017).

Dia mengharapkan sanitasi di Mekkah dan Madinah harus benar - benar lebih ketat dan baik. Penyakit kolera adalah penyakit infeksi saluran pencernaan yang disebabkan oleh bakteri vibrio kolera.

Untuk mengatasi hal tersebut, terdapat strategi pencegahan, penyediaan obat, alat, dan tenaga kesehatan yang mencukupi. Melakukan pembekalan mengenai kewaspadaan kolera kepada petugas kesehatan haji. Kemudian, peningkatan kewaspadaan Balai Pengobatan Haji Indonesia (BPHI) dan petugas kesehatan haji kloter.(tka)

]]>
Gayahidup Inilahcom http://ini.la/2393355 Tue, 25 Jul 2017 16:00:00 +0700 Jamaah Haji Waspada Penyakit Kolera Jamaah Haji Waspada Penyakit Kolera Jamaah Haji Waspada Penyakit Kolera Jamaah Haji Waspada Penyakit Kolera
Indonesia Siapkan 57 Ton Obat untuk Jamaah Haji http://ini.la/2393350 INILAHCOM, Jakarta - Untuk mengatasi masalah kesehatan yang dialami oleh para jamaah haji 2017, Kementerian Kesehatan RI, menyediakan sekitar 57 ton obat.

Hal tersebut diungkapkan oleh Kepala Pusat Kesehatan Haji Dr. dr. Eka Jusup Singka, M.Sc, saat ditemui di kantor Kementerian Kesehatan RI, Jakarta, Selasa (25/07/2017).

Masih menurutnya, obat yang dibawa ke Mekkah  memang berat, sudah sampai di Mekkah sekitar 57 ton dan jumlahnya sekitar 3080 dus.

"Ini sudah masuk kepada klinik di Mekkah. Obat ini sudah kita masukkan ke dalam pola penyakit sebelumnya. Karakteristiknya mungkin musim panas, identik dengan head stroke. Kemudian adanya Kolera. Kalau Arab Saudi itu bagus sanitasi. Jadi diharapkan wabah Kolera tidak terlalu banyak," tambahnya.

Dia menambahkan, beberapa obat yang dibawa antara lain hypertensi, jantung, obat batuk, vitamin, ini untuk 221 ribu jamaah yang terbagi oleh beberapa kloter. Kemudian terdapat pula oralit, obat psikologi untuk kejiwaan, lengkap sampai jantung dan lainnya," ungkapnya.

Kemudian, pemberian vaksinasi adalah komponen perlindungan jamaah haji, hal itu untuk selamat dari penyakit yang membahayakan.

"Kami juga membawa cairan takut adanya head stroke. Kemudian Kolera. Ini juga dibutuhkan cairan untuk mengatasi dehidrasi. Semoga tidak ada wabah Kolera," ujarnya.(tka)

]]>
Gayahidup Inilahcom http://ini.la/2393350 Tue, 25 Jul 2017 15:15:00 +0700 Indonesia Siapkan 57 Ton Obat untuk Jamaah Haji Indonesia Siapkan 57 Ton Obat untuk Jamaah Haji Indonesia Siapkan 57 Ton Obat untuk Jamaah Haji Indonesia Siapkan 57 Ton Obat untuk Jamaah Haji
Jangan Biarkan Anak Asik Bermain Gadget http://ini.la/2393155 INILAHCOM, Jakarta - Tren menggunakan gadget saat ini bukan saja melanda orang dewasa. Anak - anak pun kerap menggunakan gadget untuk kegiatan sehari-hari. Lantas, bagaimana sebaiknya peran orangtua mengatasi hal ini?

Menurut dr. Eni Gustina, MPH Direktur Kesehatan Keluarga dari Kementerian Kesehatan RI, Jakarta, Senin (24/07/2017), dampak penggunaan gadget pada anak - anak adalah mereka dapat belajar sesuatu yang negatif. Terutama akan berdampak pada kesehatan anak.

"Anak dapat mengalami kelainan mata, dan obesitas. Dari obesitas akan timbul masalah penyakit tidak menular, seperti jantung, stroke, dan diabetes," papar Eni.

Masih menurutnya, terdapat contoh kasus yang memprihatinkan dari penggunaan gadget yang berlebihan. Hal ini karena seringnya mata menatap layar gadget.

"Ada yang sampai matanya minus 10 di daerah Natuna dan tidak tersadar. Dulu kita main perang - perangan, lari - larian, karena banyak bergerak itu adalah lebih baik. Sekarang anak diam dikamar, makan dan lainnya tidak banyak bergerak. Ini akan membuat tubuh menjadi obesitas," tambahnya.

Karena itu, sebagai orangtua harus bisa mengatasi hal tersebut. Jangan karena orangtua sibuk sehingga membiasakan diri untuk membiarkan anak - anak menggunakan gadget tanpa batasan waktu.(tka)

]]>
Gayahidup Inilahcom http://ini.la/2393155 Mon, 24 Jul 2017 19:15:00 +0700 Jangan Biarkan Anak Asik Bermain Gadget Jangan Biarkan Anak Asik Bermain Gadget Jangan Biarkan Anak Asik Bermain Gadget Jangan Biarkan Anak Asik Bermain Gadget
Segera Lapor Jika Melihat Korban Bullying http://ini.la/2393133 INILAHCOM, Jakarta - Salah satu hal yang terpenting untuk mengatasi bullying adalah adanya laporan dari orang yang melihat korban.

Menurut pemerhati anak, Seto Mulyadi, terkadang orang - orang disekitar melihat seseorang menjadi korban bullying tapi hanya berdiam diri saja. Tidak melakukan apapun. Hal ini sangat tidak benar.

"Beberapa penonton bullying di media sosial itu ada yang ketawa - ketawa. padahal harusnya bisa melapor. Ini betul - betul ada kebersamaan untuk mengatasi bullying," kata Seto Mulyadi saat ditemui di kantor Kementerian Kesehatan RI, Jakarta, Senin (24/07/2017).

Masih menurutnya, tidak hanya bullying yang terjadi di sekolah. Kekerasan juga kerap terjadi di lingkungan masyarakat dan di dalam rumah. Untuk itu, sebagai kerabat dekat di lingkungan atau tetangga, seharusnya lebih peduli dan sigap untuk melaporkan hal - hal tersebut.  

"Harus ada keluarga-keluarga yang peduli. Misalnya, melihat anak tetangga mendapat kekerasan, itu jangan ditonton. Harus dilaporkan. Ini wajib dilaporkan. Ini perlindungan untuk anak. Ini anak Indonesia," tambahnya.(tka)

]]>
Gayahidup Inilahcom http://ini.la/2393133 Mon, 24 Jul 2017 18:30:00 +0700 Segera Lapor Jika Melihat Korban Bullying Segera Lapor Jika Melihat Korban Bullying Segera Lapor Jika Melihat Korban Bullying Segera Lapor Jika Melihat Korban Bullying
Seto Mulyadi: Harusnya Ada Gerakan Anti Bullying http://ini.la/2393122 INILAHCOM, Jakarta - Aksi bullying belakangan semakin marak terjadi. Hal ini membuat banyak pihak prihatin karena dapat berpengaruh pada kepribadian setiap anak yang merasakannya.

Menurut pemerhati anak, Seto Mulyadi menjelaskan definisi bullying adalah tindakan kekerasan dari seorang kelompok yang menimbulkan ketakutan. Dampaknya sangat luas terhadap kepribadian anak - anak.

"Beberapa dampaknya adalah membuat anak tidak percaya diri, ketakutan, minder, dan bahkan sampai bunuh diri," papar Seto Mulyadi saat ditemui di kantor Kementerian Kesehatan RI, Jakarta, Senin (24/07/2017).

Karena itu, masih menurutnya, untuk mengatasi masalah bullying, seharusnya adalah gerakan anti bullying. Kemudian ada sanksi yang tegas dan benar - benar untuk para pelaku bullying.

"Ternyata anak - anak pelaku bullying itu memiliki bakat namun tidak memiliki ruang. Kadang sering mendapat kecemburuan dari orang -orang terdekat," tambahnya.

Kemudian, Seto menjelaskan, anak pelaku bullying memiliki sesuatu kurang percaya diri dan melampiaskan kepada orang - orang yang sejenis menjadi sebuah kekuatan.

Karena itu, orangtua harus benar - benar cerdik melihat bakat anak. Karena pada dasarnya semua anak itu pintar dan memiliki kelebihan.

"Dulu ada sebuah wadah untuk anak - anak yang tidak terlalu berprestasi namun memiliki bakat maka itu bisa tersalurkan. Misalnya dengan saluran bakat seni tari, bernyanyi, teater, apa saja. Ini bisa menjadi salah satu wadah untuk anak mengembangkan diri," ujarnya.(tka)

]]>
Gayahidup Inilahcom http://ini.la/2393122 Mon, 24 Jul 2017 18:00:00 +0700 Seto Mulyadi: Harusnya Ada Gerakan Anti Bullying Seto Mulyadi: Harusnya Ada Gerakan Anti Bullying Seto Mulyadi: Harusnya Ada Gerakan Anti Bullying Seto Mulyadi: Harusnya Ada Gerakan Anti Bullying
Pengaruh Gadget Pada Anak http://ini.la/2393115 INILAHCOM, Jakarta - Pengaruh penggunaan gadget pada anak sangat memprihatinkan. Mengapa?

Menurut pemerhati anak, Seto Mulyadi menjelaskan, ada pengaruh positif dan negatif ketika menggunakan gadget. Namun, jika gadget digunakan untuk memutar pornografi hasilnya berpengaruh negatif pada anak. Hal ini benar - benar harus dilakukan perlindungan khusus dari orangtua kepada anak.

"Perlindungan anak itu berasal dari keluarga, yaitu ayah dan ibu. Keluarga lainnya kadang mengandalkan nenek dan kakek, om dan tante. Padahal yang paling dekat dengan keluarga di lingkungan adalah keluarga," kata Seto Mulyadi saat ditemui di kantor Kementerian Kesehatan RI, Jakarta, Senin (24/07/2017).

Karena itu, perlindungan terhadap anak harus benar - benar diperhatikan. Dengan penggunaan gadget yang tidak terkontrol, otomatis akan menimbulkan banyak efek negatif. Misalnya, terjadi cyber bullying.

"Untuk memerangi hal tersebut dibutuhkan Sasgas perlindungan anak yang penting dilakukan di RT / RW. Ini untuk memerangi adanya warnet - warnet  yang ada dan tidak melindungi anak," tambahnya.

Perlu diketahui, berdasarkan studi yang dilaksanakan oleh Kementerian Kominfo ditemukan bahwa 98 persen anak tahu tentang internet dan 79,5 persen diantaranya adalah pengguna internet.

Sayangnya, kemajuan teknologi dan pengunaan gadget dapat mempengaruhi kesehatan mata anak, masalah tidur, kesulitan konsentrasi, menurunnya prestasi belajar, perkembangan fisik, perkembangan sosial, perkembangan otak, dan penundaan perkembangan bahasa anak.(tka)

]]>
Gayahidup Inilahcom http://ini.la/2393115 Mon, 24 Jul 2017 17:15:00 +0700 Pengaruh Gadget Pada Anak Pengaruh Gadget Pada Anak Pengaruh Gadget Pada Anak Pengaruh Gadget Pada Anak