Inilah.com - Headline http://www.inilah.com/ ID Inilah.com - Telinga, Mata, dan Hati Rakyat Copyright 2007-2017 inilah.com. All rights reserved. Sun, 28 May 2017 09:48:44 +0700 http://www.inilah.com/rss/feed/headline http://www.inilah.com/ Inilah.com - Headline http://www.inilah.com/assets/image/inilah-logo-feed.png 120 120 Headline - Istri Wajib Melindungi Suami dari Keburukan http://mozaik.inilah.com/read/detail/2381311/istri-wajib-melindungi-suami-dari-keburukan AYAT 187 surah Al-Baqarah yang merupakan ayat terakhir dari rangkaian lima ayat shiyam, mengemukakan secara jelas salah satu ketetapan bagi orang yang sedang puasa, yaitu tidak boleh melakukan hubungan suami isteri.

Tentu saja larangan ini berlaku hanya pada saat yang ditetapkan bagi aktivitas puasa yaitu antara shubuh dengan maghrib. Di luar itu, Allah berfirman pada ayat ini:  Dihalalkan bagimu pada malam hari puasa, bercampur dengan isterimu.

Pernyataan ini kemudian dirangkai dengan kalimat yang sangat menarik: Mereka adalah pakaian bagimu (sekalian), dan kamu (sekaliannya) adalah pakaian bagi mereka.

Pakaian adalah sesuatu yang menutupi tubuh untuk menjaganya dari sengatan cuaca, melindungi dari sesuatu yang menggores menimbulkan luka, dan sekaligus memperindah pemakainya. Maka dengan ungkapan tadi Allah menandaskan kewajiban isteri untuk melindungi suaminya dari segala hal buruk yang mengganggu penampilannya di hadapan Allah maupun sesama manusia. Kewajiban yang sama juga meski diltunaikan oleh suami terhadap isterinya.

Ada dua gangguan yang berpotensi menerpa suami maupun isteri. Fitrah suami yang jujur dapat diganggu oleh nafsu serakah, sikap sederhana dapat disisihkan oleh keinginan bermegah mewah yang ditiupkan syaithan kepadanya.

Maka isteri harus memposisikan diri sebagai pengingat dan pelurus, dengan kata-kata maupun sikap yang ma’ruf – pantas menurut etika masyarakat. Begitu pula bila isteri cenderung kepada hal-hal yang tidak baik menurut Allah dan tidak pantas menurut lingkungan sosialnya, suami harus menjadi penjaganya dari bisikan-bisikan syaithan itu. Apa lagi suami ditetapkan Allah sebagai pemimpin rumah tangganya (QS 4:34).

Hakekat pemimpin adalah penanggung jawab; maka segala masalah yang terjadi dalam rumah tangga, suamilah yang pertama-tama akan diminta pertanggungjawabannya oleh Allah Swt.

Sungguh indah sekali Al-Quran ini. Ketika menyampaikan ketetapan hukum tentang puasa, diselipkan di dalamnya akhlak karimah dalam rumah tangga.

Sama halnya dengan ayat-ayat shiyam lainnya yang kita bicarakan beberapa hari terakhir ini. Dalam ayat 185 disampaikan fungsi Al-Quran sebagai petunjuk bagi manusia, penjelasan atas petunjuk itu, dan pemisah antara yang benar dengan yang salah.

Pada ayat 186 dikemukakan betapa dekat Allah Swt kepada orang-orang yang beriman, yang berarti dekat pula perlindungan-Nya, dan kebaikan-kebaikan-Nya yang tidak berbatas. Sungguh kami bersyukur kepada-Mu ya Allah, atas limpahan segala Kasih-Mu.[Sakib Machmud]
 

]]>
Headline Inilahcom http://mozaik.inilah.com/read/detail/2381311/istri-wajib-melindungi-suami-dari-keburukan Sun, 28 May 2017 09:00:00 +0700 Istri Wajib Melindungi Suami dari Keburukan Istri Wajib Melindungi Suami dari Keburukan Istri Wajib Melindungi Suami dari Keburukan Istri Wajib Melindungi Suami dari Keburukan
Headline - Google Luncurkan Data GIF Maker http://teknologi.inilah.com/read/detail/2381509/google-luncurkan-data-gif-maker INILAHCOM, San Francisco - File format GIF memang sangat bagus untuk presentasi. Kini Google luncurkan produk baru untuk mendukung aktivitas tersebut. Seperti apa?

Google baru saja meluncurkan Data GIF Maker, sebuah layanan pembuat visualisasi data format GIF.

"Visualisasi data sangat penting sebagai alat untuk melakukan presentasi, baik itu jurnalisme maupun penelitian. Dengan semakin bertumbuhnya konsumsi berita pada perangkat mobile, maka visualisasi data dapat diformat secara simpel melalui layanan ini," papar pihak Google di blog mereka.

Layanan ini merupakan hasil dari Google News Lab, untuk mendukung jurnalisme. Lab ini juga yang membuat proyek Google Trends.

Simak situs Google Data GIF Maker melalui tautan berikut ini.

]]>
Headline Inilahcom http://teknologi.inilah.com/read/detail/2381509/google-luncurkan-data-gif-maker Sun, 28 May 2017 08:08:00 +0700 Google Luncurkan Data GIF Maker Google Luncurkan Data GIF Maker Google Luncurkan Data GIF Maker Google Luncurkan Data GIF Maker
Headline - Dalam Dekapan Ekonomi China, Berkah atau Musibah? http://ekonomi.inilah.com/read/detail/2381578/dalam-dekapan-ekonomi-china-berkah-atau-musibah INILAHCOM, Jakarta - China (Tiongkok) menawarkan investasi dan pinjaman kepada Indonesia. Pemerintahan Jokowi-JK menyambut baik rencana tersebut. Tapi, perlu hati-hati.

Pengalaman di era SBY sudah jelas. Banyak sekali proyek China di tanah air yang mangkrak, sehingga tidak efisien. Proyek tersebut bukannya meninggalkan maslahat tapi justru masalah.

Meski begitu, Menteri Koordinator bidang Kemaritiman, Luhut Binsar Pandjaitan reaktif dalam mengundang investasi dari China.

Menurut Luhut, isu yang kencang seiring rencana masuknya investasi jumbo dari China, pasca Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) One Belt One Road (OBOR) di Beijing, beberapa waktu lalu, terkait tenaga kerja ilegal (illegal workers) di Indonesia. Alhasil, antisipasi atau preventif, jelas-jelas sangat diperlukan.

Presiden Joko Widodo (Jokowi) telah mengumpulkan Kapolri Jenderal Polisi Tito Karnavian, Panglima TNI Gatot Nurmayanto, Kepala Badan Intelijen Negara (BIN) Budi Gunawan, dan Menkopolhukam Wiranto. Instruksinya jelas, jangan sampai  ideologi komunis masuk Indonesia.  Ya, kalau banyak investasi China masuk tentu membawa pekerjanya. Apakah kekhawatiran ini berlebihan?

Yang jelas, Indonesia harus waspada dan cermat atas motif China berinvestasi. Para analis mengingatkan, untuk menjajah ekonomi Indonesia, maka China menggunakan modus Turnkey Project Management. Turnkey Project Management adalah sebuah model investasi yang ditawarkan dan disyaratkan China kepada Indonesia dengan sistem satu paket. Mulai dari top management, pendanaan dengan sistem Preferential Buyer's Credit, materil dan mesin, tenaga ahli, bahkan metode dan jutaan tenaga (kuli), baik legal maupun ilegal didatangkan dari China.

Hubungan bilateral Turnkey Project Management ini menjadi ancaman serius bagi masa depan Indonesia. Sebab, sistem investasi satu paket ini, sudah sukses dijalankan China di Tibet (Dalai Lama) dan di Afrika, tepatnya Zimbabwe dan Angola.

Penjajahan China di Zimbabwe telah masuk ke sistem mata uang. Karena tidak mampu membayar utang ke China yang jatuh tempo akhir Desember 2015, pada 1 Januari 2016 Zimbabwe menggunakan mata uang Yuan China sebagai mata uang nasional mereka. Kesepakatan ini menjadi solusi penghapusan utang. Berbeda dengan Zimbabwe, di Angola, ekonominya saja yang dikuasai China. Namun, banyak pengamat ekonomi internasional memrediksikan, nasib Angola akan mengikuti Zimbabwe.

Saat ini, China sedang menerapkan sistem Investasi Turnkey Project Management di Indonesia melalalu 1.734 proyek. Ada dua aspek yang sangat rawan dari investasi Turnkey Project Management ini. Pertama soal tenaga kerja, kedua adalah utang-piutang.

Masalah tenaga kerja, pembangunan pembangkit tenaga listrik di Purwakarta, misalnya, hampir semua pekerja mulai direksi hingga kuli, didatangkan dari China.

Begitu pula yang akan terjadi di Medan, China membawa sedikitnya 50ribu tenaga kerja. Bila investasi di Medan saja mendatangkan 50ribua-an pekerja, lalu berapa banyak tenaga kerja China yang datang melalui 1.734 proyek yang direncanakan di Indonesia?.

Itu terlepas dari agenda bilateral yang menargetkan pertukaran sepuluh juta warga China dalam berbagai bidang pada dekade 2020.

Menurut Menko Luhut, seluruh elemen di pemerintahan juga telah diperintahkan untuk memantau agar tak ada pekerja ilegal dari Negeri Tirai Bambu. Meski begitu, Luhut menilai, jika jumlah tenaga kerja ilegal ribuan, masih dikategorikan wajar untuk negara sebesar Indonesia. Namun, jika sampai ratusan ribu, maka itu yang harus ditindaklanjuti.

Pemerintahan Jokowi harus antisipasi dan waspada bahwa tenaga kerja China tidak kembali ke negara mereka dan beranak pinak di Indonesia otomatis mereka menjadi warga negara Indonesia. Dengan demikian terjadi persaingan budaya antara warga China dengan Indonesia, terjadi pertarungan mempertahankan siapa lebih dominan, mengingat jumlah tersebut tidaklah sedikit. Tibet, Zimbabwe, dan Angola menjadi bukti penjajahan China. Masalah kedua adalah utang-piutang.

Sudah berapa jumlah utang China yang dipinjamkan ke Indonesia dengan batas waktu jatuh tempo? Saya khawatir NKRI yang kita cinta ini bernasib seperti Tibet, Zimbabwe, dan Angola. Atau lebih apes lagi, dijajah secara fisik. Lalu bagaimana dengan nasib anak-cuci bangsa Indonesia nanti?

Luhut menawarkan tiga proyek raksasa ke China saat menghadiri Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) One Belt One Road (OBOR) di Beijing, China beberapa waktu lalu. China menyiapkan anggaran sekitar US$3 triliun untuk investasi di mancanegara.

Proyek yang ditawarkan ke China tersebut berada di Bitung, Kalimantan Utara (Kaltara), dan Sumatera Utara. Di Bitung, Luhut menawarkan proyek terintegrasi berupa jalan tol, kereta api, lapangan terbang, pelabuhan, listrik, dan properti.

Kata mantan menteri perindustrian dan perdagangan era Presiden Megawati ini, lapangan terbang Bitung diperlukan untuk jalur penerbangan internasional. Karena, Bandara Manado panjangnya terbatas sampai 2.800 meter lagi. Turis China naik 1.200% dan hotel serta restoran kewalahan. Kalau Bitung jadi, maka jalan KA bisa sampai ke Gorontalo.

"Jadi satu area akan jadi satu kawasan sendiri, dan dari sana hubungannya akan kita buat nanti turis ke tempat lain. Misalnya ke Bunaken dan ke selatan pulau Wakatobi, jadi banyak lagi. Dari situ bisa juga ke Bali dan Toraja, jadi ini hub kita," kata Luhut.

Kemudian, China juga ditawari proyek listrik di Kaltara. Mengingat, lokasi tersebut memiliki potensi listrik sebesar 7.200 megawatt (MW). Mantan Menkopolhukam ini juga berencana membangun kawasan industri yang terintegrasi antara listrik, smelter, dan industri lainnya di wilayah tersebut. "Di Kaltara, ada potensi listrik 7.200 MW. Kita mau bikin sekalian smelter dan industrial part di situ. Bisa sampai buat turunannya seperti aluminium dan nikel," kata Luhut.

Salah satu perusahaan kakap asal China yakni CITIC, tertarik untuk mengembangkan listrik berbasis hidropower di lokasi tersebut. Mengingat, China saat ini mengalami tingkat polusinya yang sangat tinggi. Lantaran banyaknya pembangkit listrik berbahan bakar batubara.

Adapula proyek infrastruktur yang ditawarkan ke China berada di Sumatera Utara. Yang terintegrasi dari Kuala Tanjung, Parapat, hingga Sibolga. Selain itu, pemerintah juga berencana membangun infrastruktur jalan yang terintegrasi ke Pekanbaru dan Duri Dumai. "Di samping itu semua, kami juga minta China Construction Company, perusahaan yang besar juga akan konsorsium yang ngatur itu," papar Luhut.

Luhut menekankan, polanya hampir sama seperti investasi China di Morowali dimana itu B to B. Sehingga tidak akan memengaruhi rasio utang kita.  ‘’ Dan kita akan pertahankan rasio utang di bawah 3% dari GDP," ujar dia.

Seperti diketahui, ada 3 bank milik negara RI mendapatkan pinjaman dari China Development Bank (CDB) senilai US$3 miliar, atau masing-masing US$1 miliar pada 2016. Indonesia seakan dalam pelukan ekonomi China.  Itu berarti, pengaruh ekonomi China ke Indonesia menguat sekali dan implikasi politiknya ke depan terkait relasi Jakarta dengan AS/Barat, harus diantisipasi. Jadi, waspadalah. [ipe]

]]>
Headline Inilahcom http://ekonomi.inilah.com/read/detail/2381578/dalam-dekapan-ekonomi-china-berkah-atau-musibah Sun, 28 May 2017 07:29:00 +0700 Dalam Dekapan Ekonomi China, Berkah atau Musibah? Dalam Dekapan Ekonomi China, Berkah atau Musibah? Dalam Dekapan Ekonomi China, Berkah atau Musibah? Dalam Dekapan Ekonomi China, Berkah atau Musibah?
Headline - Wajib Puasa Sejak Nabi Adam hingga Akhir Zaman http://ramadhan.inilah.com/read/detail/2381288/wajib-puasa-sejak-nabi-adam-hingga-akhir-zaman ALLAH Ta’ala berfirman,

“Hai orang-orang yang beriman, diwajibkan atas kamu berpuasa sebagaimana diwajibkan atas orang-orang sebelum kamu, agar kamu bertakwa” (QS. Al Baqarah [2]: 183).


Demikian pula beberapa ayat setelahnya, Allah Ta’ala menyebutkan dalam ayat yang mulia ini bahwa Dia telah mewajibkan puasa atas umat ini sebagaimana yang telah Allah Ta’ala wajibkan atas umat-umat sebelumnya. Lafadz (كتب) dalam ayat di atas bermakna (فرض) [diwajibkan]. Puasa diwajibkan atas umat ini dan juga umat-umat sebelumnya.

Sebagian ulama berkata tentang tafsir ayat di atas, ”Ibadah puasa diwajibkan bagi para Nabi dan bagi umat mereka, sejak Adam hingga akhir zaman.” Allah menyebutkan yang demikian itu karena sesuatu yang berat untuk dikerjakan, akan terasa mudah dan lebih menenangkan jiwa manusia jika dikerjakan oleh banyak orang. Oleh karena itu, puasa diwajibkan atas seluruh umat manusia, meskipun berbeda tata cara dan waktu pelaksanaannya.

Sa’id bin Jubair berkata, “Dahulu, puasa yang diwajibkan atas umat sebelum kami adalah dari waktu ‘atamah (waktu salat Isya) sampai malam berikutnya, sebagaimana dalam awal-awal Islam.”

Al-Hasan berkata, “Puasa Ramadan dulu diwajibkan atas orang-orang Yahudi. Akan tetapi, mereka meninggalkannya dan berpuasa pada satu hari dalam setahun dan menyangka bahwa hari itu adalah hari ditenggelamkannya Fir’aun. Padahal mereka berdusta dalam hal tersebut, karena hari (ditenggelamkannya Fir’aun) tersebut adalah hari ‘Asyura (tanggal 9 Dzulhijjah) (sehingga puasa yang mereka lakukan tidak dapat menggantikan kewajiban puasa yang Allah wajibkan bagi mereka, pen.).

Puasa juga diwajibkan atas umat Nasrani, dan hal ini berlangsung lama. Sampai suatu ketika, Ramadan ketika itu bertepatan dengan cuaca yang sangat terik. Puasa ketika itu menyebabkan mereka mendapatkan kesulitan saat bepergian atau pun saat mencari nafkah. Akhirnya, para ulama Nasrani bersepakat untuk mempatenkan bulan puasa antara musim dingin dan musim panas.

Pilihan jatuh pada musim semi. Akhirnya, puasa di bulan Ramadan dipindah ke musim semi sehingga waktunya paten dan tidak berpindah-pindah musim. Saat mereka menggeser bulan pelaksanaan puasa wajibnya, mereka mengatakan, ‘Tambahkan puasa selama sepuluh hari sebagai kaffarah atau penebus dosa karena telah menggeser bulan puasa’.”

Dan firman Allah Ta’ala (yang artinya), ”agar kamu bertakwa”, maksudnya adalah dengan sebab berpuasa. Puasa menyebabkan ketakwaan karena menundukkan hawa nafsu dan syahwat.

Pada awal-awal Islam, umat Islam boleh memilih antara berpuasa atau membayar fidyah, berdasarkan firman Allah Ta’ala,

“Dan wajib bagi orang-orang yang berat menjalankannya (jika mereka tidak berpuasa) membayar fidyah, (yaitu) memberi makan seorang miskin. Barangsiapa yang dengan kerelaan hati mengerjakan kebajikan, maka itulah yang lebih baik baginya. Dan berpuasa lebih baik bagimu jika kamu mengetahui” (QS. Al Baqarah [2]: 184).

Adanya pilihan tersebut (antara berpuasa atau membayar fidyah) kemudian dihapus dengan mewajibkan puasa itu sendiri dengan adanya firman Allah Ta’ala,  

“Karena itu, barangsiapa di antara kamu yang hadir (di negeri tempat tinggalnya) di bulan itu, maka hendaklah ia berpuasa pada bulan itu” (QS. Al Baqarah [2]: 185).

Hikmahnya adalah adanya tahapan-tahapan dalam perintah syari’at dan kelemah-lembutan terhadap umat manusia. Ketika mereka belum terbiasa berpuasa, jika langsung diwajibkan berpuasa dari awal, maka hal itu akan memberatkan mereka. Oleh karena itu, mereka boleh memilih terlebih dahulu antara berpuasa atau membayar fidyah. Kemudian ketika keyakinan mereka sudah menguat, jiwa-jiwa mereka sudah siap, dan sudah terbiasa berpuasa, maka wajib bagi mereka untuk berpuasa (tidak ada pilihan yang lain). Demikianlah syariat Islam lainnya yang berat semacam itu, akan disyariatkan secara bertahap (tadarruj).

Akan tetapi yang benar bahwa ayat tersebut (tentang pilihan untuk berpuasa atau membayar fidyah) hanya dihapus untuk orang yang mampu berpuasa. Adapun bagi orang yang tidak mampu berpuasa, karena tua renta atau sakit yang tidak diharapkan kesembuhannya, maka ayat tersebut masih berlaku (tidak dihapus) untuk mereka. Mereka boleh berbuka (tidak berpuasa) dan memberi makan satu orang miskin untuk setiap satu hari yang ditinggalkan. Dan mereka tidak wajib meng-qodho’ (membayar hutang) puasa.

Adapun selain mereka, maka wajib berpuasa. Barangsiapa yang tidak berpuasa karena sakit atau bepergian (safar),  maka wajib bagi mereka untuk meng-qodho’ puasa karena firman Allah Ta’ala,

“Karena itu, barangsiapa di antara kamu hadir (di negeri tempat tinggalnya) di bulan itu, maka hendaklah ia berpuasa pada bulan itu. Dan barangsiapa sakit atau dalam perjalanan (lalu ia berbuka), maka (wajiblah baginya berpuasa), sebanyak hari yang ditinggalkannya itu, pada hari-hari yang lain” (QS. Al Baqarah [2]: 185).

Puasa Ramadan diwajibkan pada tahun kedua hijriah dan Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam berpuasa selama sembilan kali Ramadan. Sehingga jadilah puasa Ramadan sebagai kewajiban dan salah satu rukun Islam. Barangsiapa yang mengingkari wajibnya puasa Ramadan, maka dia telah kafir. Barangsiapa yang tidak berpuasa tanpa udzur, dan dia mengakui kewajiban puasa, maka dia telah melakukan dosa yang sangat besar dan wajib mendapatkan hukuman. Wajib pula baginya untuk bertobat dan meng-qodho’ hari yang ditinggalkan. [1][muslimorid/M. Saifudin Hakim]

Catatan kaki:

[1] Diterjemahkan dari: Ittihaaf Ahlil Imaan bi Duruusi Syahri Ramadhan, karya Syaikh Dr. Shalih Fauzan bin Abdullah Al-Fauzan, Daar ‘Ashimah Riyadh KSA, cetakan ke dua, tahun 1422, hal. 128-130.

]]>
Headline Inilahcom http://ramadhan.inilah.com/read/detail/2381288/wajib-puasa-sejak-nabi-adam-hingga-akhir-zaman Sun, 28 May 2017 07:00:00 +0700 Wajib Puasa Sejak Nabi Adam hingga Akhir Zaman Wajib Puasa Sejak Nabi Adam hingga Akhir Zaman Wajib Puasa Sejak Nabi Adam hingga Akhir Zaman Wajib Puasa Sejak Nabi Adam hingga Akhir Zaman
Headline - Rahasiakanlah Allah dalam Hatimu http://mozaik.inilah.com/read/detail/2381273/rahasiakanlah-allah-dalam-hatimu Ibnu Athaillah mengatakan, “Orang yang belum sampai dan orang yang sudah sampai, tidak lain kecuali hanya sebagai derajat dalam memanifestasikan hakikat melalui ketidakmampuan dirinya.

Siapa yang sampai ke suatu maqom, ia akan tak berdaya untuk sampai kemaqom itu, maka sesungguhnya ia telah sampai (wushul pada maqom tersebut).”

Namun harus ditegaskan, yang dimaksud dengan “Tidak mampu” yaitu, manakala muncul setelah ia fana’ secara hakiki, bukan “tak mampu” secara metaforal (majazy), karena orang yang bodoh itu, ketidakmampuannya juga tampak secara nyata, namun orang yang ‘arif ketidakmampuannya muncul secara Jalaly-Rahmany (maksudnya ketidakberdayaannya muncul akibat memandang Sifat Keagungan dan RahmaniyahNya). Berbeda jika ia tidak mampu memang karena kebodohannya.

Maka bisa ditampakkan, bahwa:

Orang bodoh ketika bergerak dan terjadi, ia terjerembab dalam kepentingan selera dirinya, sedangkan orang ‘arif tidak bergerak kecuali untuk memenuhi hak kewajibannya.

Orang bodoh selalu berkhayal, orang ‘arif selalu meraih kefahaman.

Orang bodoh selalu mencari ilmu, orang ‘arif selalu mencari Sang Empunya Ilmu.

Orang bodoh mengikuti gambaran yang tampak secara lahiriyah. Orang ‘arif memejamkan mata lahiriyahnya dan yang tampak pandangan ruihani maknawinya.

Para murid dalam perjalanan ruhaninya, diharuskan menyimpan rahasia ilmu, amal, hal, dan hasrat luhurnya. Jika ia mempublikasi pengalaman ruhaninya, membuat keikhlasannya semakin minim. Apalagi jika ia mengungkapkan keikhlasannya, itu menunjukkan betapa sedikitnya sikap benar bersama Tuhannya.

Banyak para penempuh bangga dengan pengalaman ruhaninya, lalu ia mandeg dalam kepuasan dirinya, dan ketakjubannya.

Banyak para penempuh yang mengungkapkan kedalaman batinnya, lalu ia kehilangan keikhlasannya.

Banyak para penempuh yang gembira dengan capaian hakikatnya, padahal ia baru tahap proses awal perjalanannya.

Karena itu, benarlah ungkapan Syeikh Abdul Jalil Mustaqim Qs, “Rahasiakan Allah dalam hatimu, sebagaimana engkau merahasiakan cacat-cacatmu.”

Pengalaman Ilahiyah, biarlah menjadi rahasia diri anda, dan biar Allah Swt saja yang Tahu. Karena pengalaman itu datangnya memang dari Allah Swt, bukan dari dirimu, bukan dari amal dan maqommu.

Ibnu Atahaillah selanjutnya menegaskan:  “Janganlah engkau mengulurkan tanganmu untuk mengambil sesuatu dari makhluk, kecuali anda melihat bahwa sang pemberi adalah Tuhanmu. Jika anda mampu di posisi demikian, ambillah menurut batas keserasian (standar) ilmu.”

Inilah etika sang penempuh, ketika menerima dan meminta tolong pada sesama, perihal soal harta benda. Sang penempuh (murid) mesti melihat bahwa sang pemberi adalah Allah Swt, bukan makhluk. Itu pun sebatas kewajaran yang dibutuhkan seketika itu, menurut standar pengetahuan agama.

Para sufi melarang meraih harta berlebih, apalagi disertai sikap rakus dan ambisi, penuh dengan cinta duniawi. Karena itu semua bisa melahirkan cobaan.

Kisah berikut bisa jadi renungan kita. Ketika seorang Sufi sedang mengundang jamuan makan para sahabatnya.Pelayan acara itu terkejut dengan perilaku para undangan pesta gurunya itu. Setidaknya sang pelayan mengamati ada tiga golongan tamu yang datang dengan gaya dan etika berbeda-beda.

Kelompok pertama, dipersilakan makan oleh tuan rumah, tapi tak kunjung makan juga, padahal makanan yang  disiapkan adalah kesukaan mereka, apalagi mereka kelihatan haus dan lapar. Beberapa menit kemudian, tuan rumah menyilakan kembali pada tamu-tamu itu, saat itulah mereka mulai mengambil hidangan makanan.

Kelompok kedua, tamu-tamu yang datang langsung dipersilakan makan oleh tuan rumah. Dan seketika itu pula langsung disantap makanan yang ada di hadapannya.

Kelompok ketiga, tamu yang datang belum dipersilakan oleh tuan rumah sudah langsung mengambil makanan itu.Tentu pelayan penasaran. Akhirnya ia bertanya pada gurunya, atas perilaku para undangan tamunya itu. “Tanyakan saja pada mereka, kenapa mereka begitu?” kata sang guru.

Sang pelayan menanyakan kepada mereka, alasan apa yang membuat mereka berbeda-beda dalam merespon hidangan tuan rumah alias gurunya itu.Kelompok pertama menjawab, “Kami memang sangat lapar dan dahaga, dan sangat bernafsu untuk segera melahap makanan kesukaan kami. Ketika tuan rumah menyilakan nafsu kami semakin bertambah, namun kami terikat aturan adab untuk tidak mengambil makanan karena dorongan nafsu. Saat itu selera  nafsu kami tiba-tiba sirna, dan guru anda tahu, kami sudah tidak berselera pada makanan hidangannya. Justru saat itulah guru anda menyilakan yang kedua kalinya, dan kami pun makan hidangannya.

Sang pelayan melanjutkan, pertanyaan pada kelompok kedua. Mereka menjawab, “Kami ini adalah tamu, dan posisi kami seperti mayit, jadi ketika tuan rumah menyilakan makan, kami harus makan, suka maupun tidak.”

Si pelayan semakin penasaran, lalu ia bertanya pada kelompok ketiga yang langsung menyantap makanan, tanpa dipersilakan lebih dulu. “Orang yang mengenal Allah (‘arif) melakukan semauNya.”

Si pelayan terpana mendapat jawaban ketiga kelompok undangan itu, sementara sang guru atau tuan rumah senyum-senyum saja.Ini semua hanyalah ilustrasi mengenai adab dari para penempuh maupun sang arif, yang erat hubungannya dengan  soal mengambil atau mengulurkan tangan pada harta, makanan atau apa pun dari makhluk.[Sufinews]

]]>
Headline Inilahcom http://mozaik.inilah.com/read/detail/2381273/rahasiakanlah-allah-dalam-hatimu Sun, 28 May 2017 07:00:00 +0700 Rahasiakanlah Allah dalam Hatimu Rahasiakanlah Allah dalam Hatimu Rahasiakanlah Allah dalam Hatimu Rahasiakanlah Allah dalam Hatimu