Inilah.com - Mozaik http://www.inilah.com/ ID Inilah.com - Telinga, Mata, dan Hati Rakyat Copyright 2007-2017 inilah.com. All rights reserved. Tue, 25 Jul 2017 23:59:21 +0700 http://www.inilah.com/rss/feed/mozaik http://www.inilah.com/ Inilah.com - Mozaik http://www.inilah.com/assets/image/inilah-logo-feed.png 120 120 Sabar-Takwa, Dua Senjata Ampuh Melawan Musuh Islam http://ini.la/2393077 ISLAM sedang diserang dari segala arah. Islam sedang dikepung oleh musuh-musuh Allah. Kaum muslimin diserang mulai dari sisi ekonomi, budaya, politik, pemikiran bahkan serangan militer.

Bermacam tipu daya dan makar mereka siapkan untuk merongrong Islam. Lalu bagaimana tips Alquran untuk menghadapi tipu daya ini?

Allah berfirman,

“Jika kamu bersabar dan bertakwa, tipu daya mereka tidak akan menyusahkan kamu sedikit pun. Sungguh, Allah Maha Meliputi segala apa yang mereka kerjakan.” (Ali Imran 120)

Alquran hanya memberi dua syarat agar tipu daya musuh tidak dapat merugikan kita yaitu:

-  Bersabar.

-  Bertakwa.

Salah satu senjata terpenting untuk melawan tipu daya musuh adalah kesabaran. Sabar dalam berjuang dan sabar dalam mempertahankan iman. Selain itu, wujud kesabaran juga dengan menerima ketentuan Allah dan meyakininya sebagai yang terbaik.

Sementara takwa adalah takut dengan Allah dan senantiasa berjalan di jalur yang telah diridai-Nya. Sabar dan takwa menjadi penting untuk menepis tipu daya musuh karena sebagian kaum muslimin telah keluar dari jalur Islam dalam perjuangan mereka. Ada yang tidak bersabar hingga pesimis dan tidak bertakwa sehingga “membela” Islam dengan cara-cara yang tidak islami. []
 

]]>
Mozaik Inilahcom http://ini.la/2393077 Tue, 25 Jul 2017 17:00:00 +0700 Sabar-Takwa, Dua Senjata Ampuh Melawan Musuh Islam Sabar-Takwa, Dua Senjata Ampuh Melawan Musuh Islam Sabar-Takwa, Dua Senjata Ampuh Melawan Musuh Islam Sabar-Takwa, Dua Senjata Ampuh Melawan Musuh Islam
Ternyata Semua Hikmah Ada di Empat Kalimat Ini http://ini.la/2393076 GURU dari Imam Mazhab Maliki dan Hanafi yang dikenal dengan Imam Ja’far As-Shodiq pernah meriwayatkan.

Allah swt memberi wahyu kepada Nabi Adam as, “Wahai Adam, Aku Kumpulkan hikmah untukmu dalam empat kalimat. Satu untuk-Ku, satu untukmu, satu antara Aku dan engkau dan satunya lagi antara dirimu dan sesama manusia.

1. Sedangkan untuk-Ku adalah, “Sembahlah Aku dan jangan kau sekutukan Aku dengan apapun.”

2. Dan untukmu adalah, “Aku akan membalas kebaikanmu di waktu kau sedang sangat membutuhkannya.”

3. Dan di antara Aku dan engkau adalah, “Tugasmu adalah berdoa dan Tugas-Ku adalah Mengabulkannya”

4. Dan di antara dirimu dan sesama manusia adalah,

“Lakukan kepada manusia sesuai dengan bagaimana kau ingin diperlakukan oleh mereka.” [khazanahalquran]

]]>
Mozaik Inilahcom http://ini.la/2393076 Tue, 25 Jul 2017 15:00:00 +0700 Ternyata Semua Hikmah Ada di Empat Kalimat Ini Ternyata Semua Hikmah Ada di Empat Kalimat Ini Ternyata Semua Hikmah Ada di Empat Kalimat Ini Ternyata Semua Hikmah Ada di Empat Kalimat Ini
Manusia Itu Hidup Ketika Masih Punya Harapan http://ini.la/2393074 MANUSIA dikatakan hidup saat masih memiliki harapan. Jika harapan telah sirna, maka tak ubahnya ia seperti mayat yang berjalan.

Setelah berbagai dosa, kesalahan dan kekurangan yang ia lakukan. Manusia juga sangat butuh kepada harapan atas ampunan dan pemberian maaf dari Allah swt.

Karenanya, kita akan temukan kata (غَفُورٌرَحِيمٌ) – Maha Pengampun Maha Penyayang - diulang sebanyak lebih dari 50 kali di dalam Alquran, yaitu:

Kata (وَاللَّهُغَفُورٌرَحِيمٌ) disebutkan sebanyak 13 kali.

Kata (إِنَّاللَّهَغَفُورٌرَحِيمٌ) disebutkan sebanyak 12 kali.

Kata (فَإِنَّاللَّهَغَفُورٌرَحِيمٌ) disebutkan sebanyak 8 kali

Dan kata lainnya dapat kita temukan dalam ayat-ayat suci yang berbicara tentang kasih sayang dan ampunan Allah swt. Seperti perkataan para nabi yang diabadikan didalam Alquran berikut ini:

Setan selalu menghembuskan bisikan putus asa pada diri manusia agar mereka tidak berpikir lagi untuk kembali kepada Allah swt. Sifat Maha Pengampun dan Maha Penyayang diulang berkali-kali untuk selalu memberi harapan kepada manusia. Allah ingin selalu mengingatkan bahwa seburuk apapun manusia, Allah masih membuka lebar pintu maaf-Nya.

Jangan pernah berputus asa dengan rahmat Allah, karena putus asa itu jauh lebih berdosa dari kesalahan yang pernah kita lakukan. [Khazanahalquran]

]]>
Mozaik Inilahcom http://ini.la/2393074 Tue, 25 Jul 2017 13:00:00 +0700 Manusia Itu Hidup Ketika Masih Punya Harapan Manusia Itu Hidup Ketika Masih Punya Harapan Manusia Itu Hidup Ketika Masih Punya Harapan Manusia Itu Hidup Ketika Masih Punya Harapan
Jangan Merampas dan Jangan Mau Dirampas http://ini.la/2393072 ADA satu ayat yang menarik untuk kita angkat pada hari ini. Menurut sebagian ulama, ayat ini adalah pondasi dari seluruh syariat. Semua perintah dan larangan bersumber darinya.

Penggalan ayat ini begitu singkat, Allah Berfirman:

"Kamu tidak berbuat zalim dan tidak dizalimi.” (QS.Al-Baqarah:279)

Semua kekacauan terjadi karena ada hak yang dirampas. Entah itu adalah hak orang lain atau hak diri kita sendiri. Dan tak jarang pula, manusia bahkan merampas hak anggota tubuhnya. Tangan, kaki, mata, telinga dan seluruh anggota tubuh kita juga punya hak untuk dipenuhi.

Muncullah syariat Islam yang mengatur segalanya. Menjaga agar tidak ada yang berbuat zalim dan menjamin tidak ada yang terzalimi. Karena sifat manusia cenderung ingin memenuhi semua haknya tanpa peduli hak orang lain.

Harusnya, ayat diatas menjadi pedoman hidup setiap manusia. Jangan berbuat zalim dan jangan mau dizalimi ! Jika slogan ini diterapkan, bukan hal yang mustahil untuk menciptakan kehidupan yang tentram dan damai. Saling menghormati dan saling menyayangi.

Masalahnya, manusia cenderung ingin dihormati tapi tak mau menghormati orang lain. Cenderung ingin diperlakukan baik tapi selalu menyakiti orang lain. Maka coba jadikan diri kita sebagai tolak ukur !

Sayidina Ali bin Abi tholib pernah berpesan untuk menjadikan diri kita sebagai tolak ukur. Jika tidak mau diperlakukan seperti ini, jangan perlakukan orang lain seperti itu ! Jangan pernah merampas hak orang lain tapi juga jangan diam ketika hak kita dirampas.

Olahraga, makan dan istirahat adalah cara untuk memenuhi hak anggota tubuh kita, sementara ibadah adalah cara untuk memenuhi hak jiwa kita. Seluruh perintah dan larangan yang mengatur hubungan antara manusia dengan Tuhan-nya atau manusia dengan sesamanya tak lepas dari upaya untuk memenuhi hak masing-masing. Sehingga seluruh aturan yang disampaikan oleh syariat tidak keluar dari dua slogan singkat ini: Tidak Menzalimi dan Tidak Dizalimi. [khazanahalquran]

]]>
Mozaik Inilahcom http://ini.la/2393072 Tue, 25 Jul 2017 11:00:00 +0700 Jangan Merampas dan Jangan Mau Dirampas Jangan Merampas dan Jangan Mau Dirampas Jangan Merampas dan Jangan Mau Dirampas Jangan Merampas dan Jangan Mau Dirampas
Camkan! Inilah 3 Pesan Mulia dari Rasulullah SAW http://ini.la/2393070 Dari Abu Dzar, ia berkata: Rasulullah bersabda kepadaku:

"Bertakwalah kepada Allah di mana pun kamu berada. Ikutilah perbuatan jelek dengan perbuatan baik niscaya kebaikan akan menghapusnya dan pergaulilah manusia dengan budi pekerti yang mulia.” (HR. At-Tirmidzi dalam Sunannya, Kitabul Birri Washshilah, hadits no. 1987. At-Tirmidzi mengatakan: Hadits ini hasan shahih. Asy-Syaikh Al-Albani menghasankan dalam Shahih Sunan At-Tirmidzi)

Pesan-pesan mulia dalam hadis ini meskipun Nabi tujukan kepada sahabat Abu Dzar Jundub bin Junadah, namun sebenarnya juga diarahkan kepada seluruh umatnya. Karena telah maklum dalam kaidah ushul fiqih bahwa pembicaraan Allah dan Rasul-Nya (sebagai penentu syariat) bila diarahkan kepada seorang dari umat ini, maka itu sesungguhnya ditujukan pula kepada seluruh umat ini kecuali ada dalil yang menyatakan kekhususan. Seperti itu pula kaidah yang lainnya, bahwa dianggap adalah keumuman lafadz bukan kekhususan peristiwa.

Saudaraku, bila sahabat Nabi sebagai generasi terbaik umat ini perlu diberi arahan dan disampaikan kepadanya pesan, maka kita yang hidup di masa sekarang tentunya lebih membutuhkan.Tiga wasiat yang mulia ini adalah faktor utama seorang meraih kebahagiaan hidup di dunia yang fana ini dan akhirat yang abadi kelak.

Karena wasiat tersebut mengandung bentuk pelaksanakan hak-hak Allah  dan hak hamba-hamba-Nya. Seseorang akan dianggap baik bila bagus hubungannya dengan Allah dan bagus pergaulannya dengan sesama manusia. Oleh karena itu, banyak sekali ayat Alquran yang memerintahkan untuk mendirikan salat dan memberikan zakat. Pada amalan salat terkandung kedekatan yang tulus antara hamba dengan Allah, sedangkan amalan zakat mencerminkan sikap belas kasihan kepada orang yang kesulitan dan membutuhkan. Oleh karena itu, Nabi kita banyak melakukan salat dan memberikan sedekah.

Wasiat pertama dan paling utama dalam hadis ini adalah takwa kepada Allah di manapun berada

- Takwa, seperti dikatakan Thalq bin Habib, adalah: “Kamu melaksanakan ketaatan kepada Allah , di atas cahaya (ilmu) dari-Nya dengan mengharap pahala-Nya. Kamu (juga) meninggalkan bermaksiat kepada Allah, di atas cahaya (ilmu) dari-Nya dan karena takut siksa-Nya.”

Umar bin Abdul Aziz mengatakan, “Takwa kepada Allah adalah meninggalkan apa yang Allah l haramkan dan melaksanakan apa yang Ia wajibkan.” (Jami’ul ‘Ulum wal Hikam, 1/400)

Allah  berfirman dengan menyebutkan sifat-sifat orang yang bertakwa:Bukanlah menghadapkan wajahmu ke arah timur dan barat itu suatu kebajikan, akan tetapi sesungguhnya kebajikan itu ialah beriman kepada Allah, hari kemudian, malaikat-malaikat, kitab-kitab, nabi-nabi, dan memberikan harta yang dicintainya kepada kerabatnya, anak-anak yatim, orang-orang miskin, musafir (yang memerlukan pertolongan) dan orang-orang yang meminta-minta; dan (memerdekakan) hamba sahaya, mendirikan shalat, dan menunaikan zakat; dan orang-orang yang menepati janjinya apabila ia berjanji, dan orang-orang yang sabar dalam kesempitan, penderitaan, dan dalam peperangan. Mereka itulah orang-orang yang benar (imannya); dan mereka itulah orang-orang yang bertakwa.” (Al-Baqarah: 177)

Dari sini, maka takwa bukanlah kalimat yang sunyi dari makna dan bukan pula pengakuan yang kosong dari bukti. Takwa adalah kata yang sangat luas cakupannya. Takwa adalah melaksanakan apa yang dibawa oleh syariat Islam ini baik yang berupa aqidah, ibadah, muamalah, dan akhlak.

Karena takwa adalah bentuk pengabdian kepada Allah , dia tidak dibatasi oleh waktu dan tempat. Bukan orang bertakwa yang sebenarnya bila dia di hadapan orang terlihat taat, namun di saat sendirian dia bermaksiat. Seperti itu pula ketika berada di masjid terlihat ruku’ dan sujud namun di saat berada di pasar, di tempat kerja, dan tempat-tempat lainnya meninggalkan perintah Allah  dan melanggar batasan-batasan-Nya. Bertakwa kepada Allah dengan sebenar-benar takwa adalah dengan mensyukuri nikmat-Nya dan tidak mengkufuri serta mengingat Allah  dan tidak melupakan-Nya di saat lapang atau sempit, dalam kondisi senang ataupun sedih.

Bagi orang yang bertakwa adalah janji kemuliaan di dunia dan akhirat. Di antara yang akan diperolehnya di dunia adalah:

1. Dibukanya keberkahan, dimudahkan semua urusannya, dan diberikan dia rezeki dari arah yang tak disangka-sangka. Allah berfirman:“Jikalau sekiranya penduduk negeri-negeri beriman dan bertakwa, pastilah Kami akan melimpahkan kepada mereka berkah dari langit dan bumi.” (Al-A’raf: 96)

Juga firman-Nya:Barangsiapa yang bertakwa kepada Allah niscaya Dia akan mengadakan baginya jalan keluar. Dan memberinya rezeki dari arah yang tiada disangka-sangkanya.” (Ath-Thalaaq: 2-3)

2. Memperoleh dukungan dan bantuan dari Allah .

3. Dijaga oleh Allah dari tipu daya musuh.

Allah  berfirman: “Jika kamu bersabar dan bertakwa, niscaya tipu daya mereka sedikitpun tidak mendatangkan kemudharatan kepadamu.” (Ali Imran: 120)

Adapun di akhirat kelak, mereka mendapatkan surga dengan segala kenikmatannya, yang jiwa-jiwa mereka akan senantiasa bahagia dan mata pun sejuk karenanya. Allah berfirman:Sesungguhnya bagi orang-orang yang bertakwa (disediakan) surga-surga yang penuh kenikmatan di sisi Rabbnya.” (Al-Qalam: 34)

Namun, ketakwaan yang sesungguhnya tidak akan diperoleh tanpa adanya ilmu. Dengan ilmu akan bisa dibedakan antara perintah dan larangan, kebaikan dan kejelekan. Bila ketakwaan telah menjadi baju bagi seseorang niscaya akan memunculkan sikap takut kepada Allah dan selalu merasa diawasi oleh-Nya.

Inilah diantara rahasia mengapa tindak kejahatan di tengah masyarakat kita seolah tak bisa diakhiri, bahkan setiap hari semakin bertambah kejelekannya. Semua itu tidak lain karena rasa takut kepada Allah melemah atau nyaris hilang. Memang, untuk tetap berada di atas ketakwaan tak semudah yang dibayangkan. Beragam bujuk rayu serta gangguan selalu menghadang. Akan tetapi manakala kita mengetahui manisnya buah yang akan dipetik dari ketakwaan, maka jalan untuk merealisasikannya terbuka lebar dan terasa mudah.

Wasiat atau pesan Nabi yang kedua adalah agar melakukan amal kebaikan setelah terpeleset melakukan dosa dan kesalahan. Diantara faedah amal kebaikan adalah menghapus kesalahan. Memang, tak bisa dimungkiri bahwa terkadang seseorang terjerumus dalam kenistaan karena sekian banyak faktor. Diantaranya, lingkungan yang jelek, bisikan jiwa yang tidak baik, dan bujuk rayu setan. Jika iman seseorang itu lemah dan faktor-faktor tersebut menyelimutinya, akan sangat mudah seseorang tergelincir. Tetapi, Allah lebih sayang terhadap hamba-Nya daripada hamba terhadap dirinya sendiri. Diantara bentuk kasih sayang-Nya bahwa dosa bisa dihapus dan dampak negatif dari dosa bisa hilang dengan bertaubat, istighfar, dan amal kebaikan yang dilakukan hamba.

Allah berfirman: “Dan dirikanlah salat itu pada kedua tepi siang (pagi dan petang) dan pada bagian permulaan daripada malam. Sesungguhnya perbuatan-perbuatan yang baik itu menghapuskan (dosa) perbuatan-perbuatan yang buruk. Itulah peringatan bagi orang-orang yang ingat.” (Hud: 114)

Sahabat Ibnu Mas’ud  berkisah bahwa dahulu ada seorang lelaki mencium seorang perempuan (yang tidak halal baginya). Kemudian lelaki itu datang kepada Nabi  dan menyebutkan perbuatannya. Maka turunlah kepadanya ayat tersebut. Orang itu berkata, “(Wahai Nabi), apakah hal ini khusus bagiku?” Nabi menjawab, “Bagi orang yang mengamalkannya dari umatku.” (Shahih Al-Bukhari no. 4687)

Hadits ini menunjukkan bahwa cahaya ketaatan mampu melenyapkan gelapnya kemaksiatan. Diantara ketaatan terbesar untuk menghapus dosa dan kesalahan adalah tobat dan istighfar kepada Allah. Oleh karena itu, seorang muslim tidak boleh berputus asa dari rahmat Allah, sebesar apapun kesalahan yang dilakukannya. Bila suatu saat seseorang digoda oleh setan sehingga terjatuh ke dalam lumpur dosa, maka bersegeralah kembali kepada Allah pasti dia akan mendapati-Nya Maha Pengampun lagi Maha Penyayang.

Bergegaslah untuk memperbaiki diri dengan melakukan kebaikan karena satu kebaikan akan dilipatgandakan pahalanya oleh Allah menjadi sepuluh.

Banyak hadis yang diriwayatkan dari Nabi yang menerangkan bahwa amal kebaikan akan menghapus kesalahan. Diantaranya sabda beliau:

"Barangsiapa puasa Ramadan karena dorongan iman dan mengharap pahala maka diampuni baginya apa yang telah lalu dari dosanya.” (HR. Al-Bukhari dan Muslim)

Akan tetapi, dosa yang bisa dihapus dengan amal kebaikan adalah dosa kecil. Adapun dosa besar dihapuskan dengan cara seseorang bertaubat kepada Allah darinya. Ini pendapat jumhur (kebanyakan) ulama seperti dikatakan oleh Al-Imam Ibnu Rajab . (Jami’ul ‘Ulum 1/429)

Termasuk kasih sayang Allah terhadap hamba-Nya, bila seseorang tidak memiliki dosa kecil, amal shalih yang dia lakukan dapat meringankan dosa besarnya sekadar menghapusnya dia terhadap dosa kecil. Jika dia tidak punya dosa kecil dan dosa besar, maka Allah akan melipatgandakan pahala kepadanya. (Al-Wafi Syarh Arba’in hlm. 118)

Saudaraku, perlu diingat bahwa dosa yang kita lakukan akan berdampak negatif terhadap keimanan, kejiwaan, rezeki, dan seluruh keadaan kita. Sungguh tiada suatu bala’ (musibah) turun menimpa manusia kecuali karena dosa. Petaka tidaklah dicabut kecuali dengan taubat dan amal shalih. Mari kita banyak-banyak mengaca diri dengan memperbaiki kondisi. Semoga Allah l akan mengubah keadaan menjadi baik dan diberkahi.

Wasiat ketiga: Menggunakan akhlak yang mulia dalam pergaulan dengan sesama. Dengan menjalankan pesan ini, keserasian hidup bermasyarakat akan terwujud dan ketenteraman akan menebar. Adalah Rasulullah seorang yang memiliki budi pekerti yang baik. Segala akhlak mulia dan perangai terpuji ada pada diri beliau sehingga kita diperintah untuk mencontohnya.

Allah  berfirman:“Sesungguhnya telah ada pada (diri) Rasulullah itu suri teladan yang baik.” (Al-Ahzab: 21)

Karena akhlak mulia termasuk pokok peradaban dalam kehidupan manusia, Islam telah menjunjung tinggi kedudukannya dan sangat memerhatikannya. Banyaknya ayat Al-Qur’an dan hadits Nabi  adalah bukti terbaik atas pentingnya hal ini. Rasulullah  menyebutkan sabdanya:

“Sesungguhnya aku diutus (oleh Allah) untuk menyempurnakan akhlak yang baik.” (HR. Al-Bukhari dalam Al-Adab Al-Mufrad. Asy-Syaikh Al-Albani t menshahihkannya dalam Shahih Al-Adab)

Baiknya akhlak adalah bukti atas baiknya keimanan seseorang. Pemiliknya akan memetik janji surga dan dekat majelisnya dengan Nabi di hari kiamat. Berbudi pekerti yang luhur juga sebab utama seseorang meraih kecintaan dari manusia.

Seharusnya kita banyak menghiasi diri dengan akhlak mulia. Misalnya, dengan silaturahmi, memaafkan kesalahan, rendah hati, dan tidak menyombongkan diri serta bertutur kata yang lembut.

Ibnul Mubarak t mengatakan, “(Salah satu) bentuk akhlak mulia adalah wajah yang selalu berseri, memberikan kebaikan, dan mencegah diri dari menyakiti orang.” (Jami’ul ‘Ulum wal Hikam 1/457)

Telah terbukti bahwa apa yang disebutkan oleh Ibnul Mubarak adalah akhlak mulia yang cepat mendatangkan kecintaan dari manusia.Cerahnya wajah saat berjumpa dengan saudaranya, diiringi senyuman dan ucapan salam, akan memunculkan suasana keakraban tersendiri. Akan tersebar diantara mereka ruh kasih sayang.

Memberi kebaikan kepada orang lain, artinya seseorang mencurahkan sebagian yang dimilikinya untuk kebaikan orang lain. Pemberian itu bisa berupa harta, tenaga, saran, dan bahkan dukungan dalam kebaikan. Sebab, biasanya orang akan mencintai orang yang berbuat baik kepadanya.

Menahan diri dari menyakiti orang, adalah karena setiap individu masyarakat menginginkan berlangsungnya kehidupan mereka dengan nyaman dan damai. Sehingga bila ada yang menimpakan gangguan kepada mereka dalam bentuk apa pun, ketenangan menjadi terusik dan keretakan di tengah masyarakat tak bisa dihindarkan.

Untuk bisa berhias diri dengan akhlak mulia tentu ada beberapa cara, diantaranya:

1. Menelaah sejarah kehidupan Nabi Muhammad  berikut apa yang terkandung di dalamnya berupa perangai-perangai beliau yang terpuji.

2. Memilih lingkungan dan teman yang baik.

3. Duduk di majelis ulama untuk menimba ilmu mereka serta bersuri tauladan dengan mereka.

Demikianlah sekelumit penjelasan seputar tiga pesan Rasulullah yang mulia, semoga Allah memberikan karunia-Nya kepada kita untuk menjalankannya. Wallahu a’lam bish-shawab. [Asysyariah]

]]>
Mozaik Inilahcom http://ini.la/2393070 Tue, 25 Jul 2017 09:00:00 +0700 Camkan! Inilah 3 Pesan Mulia dari Rasulullah SAW Camkan! Inilah 3 Pesan Mulia dari Rasulullah SAW Camkan! Inilah 3 Pesan Mulia dari Rasulullah SAW Camkan! Inilah 3 Pesan Mulia dari Rasulullah SAW
Orang Lain Bisa Dibohongi, Diri Sendiri tak Bisa http://ini.la/2393066 MUNGKIN manusia bisa membohongi orang lain, tapi ia tidak bisa membohongi dirinya sendiri. Didalam hatinya ada pengadilan yang akan mengadilinya sebelum menghadapi Mahkamah Agung dihadapan Allah swt.

"Aku bersumpah dengan hari Kiamat, dan aku bersumpah demi jiwa yang selalu mencela (dirinya sendiri).” (QS.Al-Qiyamah:1-2)

Itulah kenapa Allah menggandengkan Hari Kiamat dengan Nafsil Lawwamah (Jiwa Manusia yang Mencela Dirinya). Setiap kali berbuat salah, hati kecil kita pasti mencela dan menyesali perbuatan itu. Dan ternyata, rasa penyesalan ini adalah hukuman pertama atas kesalahan yang kita perbuat.

Semua orang pasti mengalami kegelisahan yang sangat ketika pertama kali berbuat dosa. Jiwanya terus menyalahkan, hati kecilnya berontak dan mengadili kesalahan itu. Disaat seperti ini jalan untuk kembali masih mudah karena fungsi Nafsil Lawwamah nya belum mati.

Namun jika dosa itu terus terulang, maka rasa penyesalan itu semakin hilang. Hati kecil yang mencela keburukan itu semakin redup. Tak ada lagi rasa gelisah jika bersalah. Dalam posisi ini, jalan untuk kembali semakin sulit.

Hilangnya rasa penyesalan ini adalah hukuman yang lebih berat dari sekedar kegelisahan, karena Allah telah mencabut fungsi Nafsil Lawwamah yang selalu mengingatkan kesalahan dan Membiarkannya terjerumus dalam kemaksiatan. Baginya semua dosa ini adalah hal yang wajar. Tidak ada lagi antibody yang menahannya untuk berbuat buruk.

Selain Mahkamah Hati, ada juga Mahkamah Agung yang menanti di Hari Pembalasan. Terlalu banyak saksi yang akan berbicara tentang apa yang selama ini kita lakukan. Mulai bumi hingga anggota badan kita sendiri.

Jika manusia tidak bisa membohongi dirinya sendiri, bagaimana ia akan membohongi Tuhan yang memiliki banyak saksi?

"Bahkan manusia menjadi saksi atas dirinya sendiri dan meskipun dia mengemukakan alasan-alasannya.” (QS.Al-Qiyamah:14-15). [Khazanahalquran]

]]>
Mozaik Inilahcom http://ini.la/2393066 Tue, 25 Jul 2017 07:00:00 +0700 Orang Lain Bisa Dibohongi, Diri Sendiri tak Bisa Orang Lain Bisa Dibohongi, Diri Sendiri tak Bisa Orang Lain Bisa Dibohongi, Diri Sendiri tak Bisa Orang Lain Bisa Dibohongi, Diri Sendiri tak Bisa
Kehidupan Dunia Sangat Singkat Seperti Pagi-Sore http://ini.la/2393081 MANUSIA akan merasakan dahsyatnya Hari Kiamat. Dihari itu mereka sungguh kebingungan. Tak ada yang peduli dan tak ada yang membantu. Manusia berlarian berusaha menyelamatkan diri masing-masing.

Disaat seperti ini, manusia melihat kehidupan dunia begitu singkat. Hidupnya hanya seperti pendeknya waktu pagi ke sore.

"Pada hari ketika mereka melihat hari Kiamat itu (karena suasananya hebat), mereka merasa seakan-akan hanya (sebentar saja) tinggal (di dunia) pada waktu sore atau pagi hari.”(An-Nazi’at 46)

Ketika kita sudah berpindah ke alam akhirat, kita baru sadar bahwa masa di dunia sangatlah singkat.

Dia (Allah) Berfirman, “Berapa tahunkah lamanya kamu tinggal di bumi?” Mereka menjawab, “Kami tinggal (di bumi) sehari atau setengah hari, maka tanyakanlah kepada mereka yang menghitung.” Dia (Allah) Berfirman, “Kamu tinggal (di bumi) hanya sebentar saja, jika kamu benar-benar mengetahui.”(Al-Mu’minun 112-114)

Lalu, masihkah kita akan bertengkar untuk masa sesingkat pagi dan sore ini?Akankah kita akan berebut untuk menumpuk bekal demi kehidupan yang akan segera berakhir ini?Apakah demi masa singkat ini, akan kita korbankan kehidupan akhirat yang abadi?

Sungguh tidak, ini adalah kebodohan terbesar. Dan tidak akan dilakukan oleh seorang yang mau mendengar dan melihat.

“Manusia itu tidur, saat mati baru ia tersadar”(Sayidina Ali bin Abi tholib). []
 

]]>
Mozaik Inilahcom http://ini.la/2393081 Tue, 25 Jul 2017 05:00:00 +0700 Kehidupan Dunia Sangat Singkat Seperti Pagi-Sore Kehidupan Dunia Sangat Singkat Seperti Pagi-Sore Kehidupan Dunia Sangat Singkat Seperti Pagi-Sore Kehidupan Dunia Sangat Singkat Seperti Pagi-Sore
Saat Berbuat Maksiat http://ini.la/2393162 ALHAMDULILLAH. Segala puji hanyalah milik Alloh Swt. Dialah Dzat Yang Maha Kuasa atas segala makhluk dan setiap kejadian. Semua yang ada adalah milik Alloh, dari Alloh dan akan kembali kepada Alloh. Sholawat dan salam semoga selalu tercurah kepada baginda nabi Muhammad Saw.

Saudaraku, keburukan, kesempitan, ketidakbahagiaan yang terjadi pada diri kita adalah diundang oleh diri kita sendiri. Cara kita mengundangnya yaitu dengan berbuat buruk juga. Alloh Swt. berfirman, “Dan apa saja musibah yang menimpa kamu maka adalah disebabkan oleh perbuatan tanganmu sendiri, dan Alloh memaafkan sebagian besar (dari kesalahan-kesalahanmu).” (QS. Asy Syuro [42] : 30)

Oleh karena itu, ketika kita melakukan suatu kemaksiatan maka segeralah sadar dan ingat bahwasanya apapun yang kita lakukan ada dalam pengetahuan Alloh Swt., dan tiada satupun keburukan yang kita lakukan pasti akan kembali kepada kita dan pasti ada perhitungannya di hadapan Alloh Swt.

Kita tahu bahwa manusia bukanlah makhluk sempurna, manusia bukanlah malaikat yang selalu taat kepada Alloh Swt. dan bukan pula syaitan yang selalu membangkang kepada-Nya. Akantetapi, ini sama sekali bukanlah alasan bagi kita untuk menjadi manusia yang plin-plan, abu-abu, yaitu sholat jalan maksiat pun jalan. Karena sesungguhnya Alloh Maha Tahu apa yang kita sembunyikan di dalam hati kita. Alloh Maha Tahu mana hamba-Nya yang memang khilaf kemudian bertaubat, dan mana hamba-Nya yang memang munafik.

Saat berbuat maksiat, sikap terbaik adalah segera mengerem diri, segera berhenti, istighfar lalu berpaling meninggalkannya. Satu langkah kita meninggalkan kemaksiatan, maka seribu langkah pertolongan Alloh menghampiri kita. Satu langkah kita berjalan di jalan taubat, seribu langkah ampunan Alloh datang kepada kita.

Tidak ada manfaat sedikitpun dari maksiat yang kita lakukan, yang ada hanyalah dosa dan penyesalan. Semoga kita termasuk orang-orang yang jauh dari maksiat dan istiqomah dalam taubat. Aamiin yaa Robbal’aalamin. [smstauhiid]

]]>
Mozaik Inilahcom http://ini.la/2393162 Tue, 25 Jul 2017 00:06:00 +0700 Saat Berbuat Maksiat Saat Berbuat Maksiat Saat Berbuat Maksiat Saat Berbuat Maksiat
Renungan Sebelum Tidur http://ini.la/2393127 JAUHI kesedihan menjelang tidur agar tidur kita menjadi tidur yang berkualitas, tidur yang menyehatkan, tidur yang menyebarkan semangat. Bagaimana caranya? Buang kesedihan dengan meningkatkan pengharapan kepada Dzat Yang Maha Mewujudkan Harap.

Coba ikuti kata para ulama berikut ini: “"Janganlah terlalu berputus asa saat engkau kehilangan sesuatu yang indah, karena kadangkala sesuatu yang indah itu harus pergi dulu untuk bisanya hadir sesuatu yang lebih indah."

Adakah sesuatu yang indah yang terlepas hari ini? Bayangkan saja sesuatu yang lebih indah akan hadir besok pagi, besok siang atau besok malam atau bahkan besok-besok yang waktunya yang tepat menjadi rahasia Allah. Anda tak kehilangan apapun? Syukurilah ketika nikmat itu masih bersamamu. Lalu dimanakah letak keluhan? Tak ada tempat baginya, tempat hanya untuk syukur dan sabar.

Tersenyumlah, letakkan kepala di bantal yang tepat dan dengan cara yang tepat. Yakinkan bahwa tubuh Anda sudah sampai duluan ke kasur sebelum kepala Anda. Bacalah doa dan terpejamlah. Sampai jumpa esok. Salam, AIM. [*]

]]>
Mozaik Inilahcom http://ini.la/2393127 Mon, 24 Jul 2017 19:29:00 +0700 Renungan Sebelum Tidur Renungan Sebelum Tidur Renungan Sebelum Tidur Renungan Sebelum Tidur
Jangan Pernah Sakiti Orang Miskin http://ini.la/2392590 KAYA dan miskin tak pernah menjadi ukuran kemuliaan di mata Allah swt. Bagi Allah, harta duniawi adalah hal yang paling tak berarti, buktinya orang-orang kafir pun juga mendapat limpahan rezeki dari-Nya.

Tak hanya itu, terkadang orang miskin lebih memiliki kemuliaan di sisi-Nya. Buktinya Allah Menghapus pahala sedekah jika disertai dengan menyakiti hati si penerima, karena Allah Ingin Menjaga hati hamba-hamba-Nya yang kurang mampu.


"Perkataan yang baik dan pemberian maaf lebih baik daripada sedekah yang diiringi tindakan yang menyakiti.” (QS.Al-Baqarah:263)

Pahala sedekah akan habis tak bersisa jika di iringi dengan sikap atau perkataan yang menyakiti hati si penerima. Tak hanya itu, Alquran pun menjelaskan akibat yang dahsyat dari menghina orang miskin.

Mari kita simak kisah berikut ini :

Dalam Surat Al-Kahfi ayat 32-42, Allah Menceritakan tentang saudagar kaya yang memiliki dua kebun. Kekayaannya begitu melimpah karena kebun ini begitu indah, subur dan menghasilkan banyak buah. Namun sayangnya, kekayaan itu membuatnya sombong dan menghina temannya yang miskin.

Dan dia memiliki kekayaan besar, maka dia berkata kepada kawannya (yang beriman) ketika bercakap-cakap dengan dia, “Hartaku lebih banyak daripada hartamu dan pengikutku lebih kuat.” (QS.Al-Kahfi:34)

Kesombongannya telah menyakiti hati temannya yang kurang mampu ini. Kemudian kata-katanya semakin menjadi-jadi, “Aku kira kebun ini tak akan binasa selamanya dan Hari Kiamat pun tak akan datang..”

Setelah terjadi dialog yang cukup panjang, kemudian temannya yang miskin itu menjawab :

Maka mudah-mudahan Tuhan-ku, akan memberikan kepadaku (kebun) yang lebih baik dari kebunmu (ini); dan Dia Mengirimkan petir dari langit ke kebunmu, sehingga (kebun itu) menjadi tanah yang licin, atau airnya menjadi surut ke dalam tanah, maka engkau tidak akan dapat menemukannya lagi.” (QS.Al-Kahfi:40-41)

Disinilah letak bahayanya, ketika seorang miskin telah tersakiti maka ucapannya adalah doa. Dan Allah tidak akan membiarkan hamba-Nya terlantar tanpa pembela.

Pada akhirnya, doa seorang yang tersakiti ini dikabulkan. Maka seluruh isi kebun itu hancur dan binasa, hingga tak ada lagi yang tersisa kecuali penyesalan dari si kaya.

Dan harta kekayaannya dibinasakan, lalu dia membolak-balikkan kedua telapak tangannya (tanda menyesal) terhadap apa yang telah dia belanjakan untuk itu, sedang pohon anggur roboh bersama penyangganya lalu dia berkata, “Betapa sekiranya dahulu aku tidak mempersekutukan Tuhan-ku dengan sesuatu pun.” (QS.Al-Kahfi:42)

Kisah kedua diabadikan dalam Surat Al-Qalam ayat 17-33. Kisah ini ingin membuktikan bahwa menyakiti orang miskin memiliki imbas yang begitu dahsyat.Hari esok adalah jadwal panen besar. Para pemilik kebun berkumpul untuk merencanakan panen ini, mereka pun bersepakat untuk datang lebih awal yaitu di waktu subuh, agar tidak ada orang miskin yang datang dan meminta bantuan.

Di saat mereka tidur, datanglah bencana dan merusak seluruh hasil panen mereka.

“Lalu kebun itu ditimpa bencana (yang datang) dari Tuhan-mu ketika mereka sedang tidur.” (QS.Al-Qalam:19)

Para pemilik kebun belum tahu apa yang terjadi, mereka tetap ingin menjalankan rencana sebelumnya.

“Pada hari ini jangan sampai ada orang miskin masuk ke dalam kebunmu. ”Dan berangkatlah mereka di pagi hari dengan niat menghalangi (orang-orang miskin) padahal mereka mampu (menolongnya).Maka ketika mereka melihat kebun itu, mereka berkata, “Sungguh, kita ini benar-benar orang-orang yang sesat…” (QS.Al-Qalam: 24-26)

Dua kisah ini ingin menjelaskan akibat yang dahsyat dari menyakiti orang-orang miskin. Mereka memang dipandang remeh oleh manusia, mereka mungkin tak memiliki pembela. Tapi berhati-hatilah, pembela mereka adalah Allah swt.

Bahkan Rasul pun pernah berpesan agar kita berhat-hati dalam memperlakukan orang yang kurang mampu karena mereka akan punya kekuasaaan di Hari Kiamat kelak.Semoga yang belum mampu diberi kemudahan oleh Allah dan yang telah memiliki kelebihan diberi dada yang lapang untuk berbagi kepada sesama. [khazanahalquran]
 

]]>
Mozaik Inilahcom http://ini.la/2392590 Mon, 24 Jul 2017 17:00:00 +0700 Jangan Pernah Sakiti Orang Miskin Jangan Pernah Sakiti Orang Miskin Jangan Pernah Sakiti Orang Miskin Jangan Pernah Sakiti Orang Miskin