Inilah.com - Nasional http://www.inilah.com/ ID Inilah.com - Telinga, Mata, dan Hati Rakyat Copyright 2007-2017 inilah.com. All rights reserved. Tue, 25 Jul 2017 23:59:26 +0700 http://www.inilah.com/rss/feed/nasional http://www.inilah.com/ Inilah.com - Nasional http://www.inilah.com/assets/image/inilah-logo-feed.png 120 120 Ini Ancaman Novel Cs ke Muchtar Effendi http://ini.la/2393473 INILAHCOM, Jakarta - Orang dekat mantan Ketua Mahkamah Konstitusi (MK) Akil Mochtar, Muchtar Effendi mengaku sering dapat ancaman dari penyidik KPK Novel Baswedan dan kawan-kawan. Bahkan, keluarga Muchtar diancam akan dibunuh.

Pertama, ancaman itu terjadi di Apartemen MOI Kelapa Gading pada tanggal 23 Oktober 2013. Sata itu, Muchtar belum ditetapkan sebagai saksi namun KPK datang menggeledah apartemen dengan mengancam.

"Kalau tidak mau bekerja sama dan tidak mau mengikuti arahan, kami akan penjarakan selama 20 tahun dengan empat pasal memberatkan," katanya di Gedung DPR, Selasa (25/7/2017).

Selain itu, Muchtar sempat mendengar KPK dapat memiskinkannya seperti mantan Kakorlantas Polri Irjen Djoko Susilo yang terlibat kasus korupsi Simulator SIM. Bahkan, Muchtar sempat akan ditembak yang disaksikanistrinya dan Satpam MOI.

"Tanggal 2 Juli 2014, saya akan ditembak oleh Novel ketika saya mau berangkat Shalat Isya dan tarawih di Mushola MOI. Karena, saya tidak mau menyaksikan perampasan mobil Jazz milik istri saya oleh KPK Novel," ujarnya.

Kemudian, Muchtar mengatakan KPK juga telah merampas mobil Fortuner B 9 DT. Waktu itu, Muchtar membawa mobilnya ke KPK. Padahal, mobil tersebut bukan miliknya karena 25 mobil milik Muchtar sudah diambil.

"Ada teman yang baik menawarkan pakai mobil saya, itu pun ditahan Novel tidak boleh pulang," jelas dia.

Lalu, Muchtar diancam oleh KPK jika istrinya akan dipenjarakan oleh Novel seperti istri Robi Herton dan istri Budi Antoni. Padahal, Muchtar bersama istrinya tidak merasa mencuri uang negara sehingga berani melakukan perlawanan tersebut.

"Jangankan istri saya, anak saya, kakek nenek saya saja sekalian masuk kesini. Kami enggak pernah takut," katanya.

Selain itu, Muchtar diancam akan dibunuh jika keluar dari penjara oleh Novel. Sebab, Muchtar dianggap tidak pernah ada kecocokan dengan Novel. "Kita satu lawan satu. Kita engga boleh dipaksain dong, kan gitu," kata Muchtar.[jat]

]]>
Nasional Inilahcom http://ini.la/2393473 Tue, 25 Jul 2017 23:34:00 +0700 Ini Ancaman Novel Cs ke Muchtar Effendi Ini Ancaman Novel Cs ke Muchtar Effendi Ini Ancaman Novel Cs ke Muchtar Effendi Ini Ancaman Novel Cs ke Muchtar Effendi
GMPG Sesalkan Larangan Aksi di Kantor DPP Golkar http://ini.la/2393453 INILAHCOM,  Jakarta - Ketua Generasi Muda Partai Golkar (GMPG) Ahmad Doli Kurnia menyesalkan perlakuan aparat kepolisian yang melarang kader Golkar melakukan acara di kantor DPP Golkar, Jakarta Barat.

Doli menjelaskan GMPG mengelar aksi Gerakan Golkar Bersih, karena sebagai bentuk protes dan mendesak agar pimpinan Golkar memberhentikan Ketua Umum DPP Partai Golkar Setya Novanto yang telah menjadi tersangka kasus korupsi e-KTP.

Dia mengaku hal ini menjadi sesuatu yang menambah catatan buruk terhadap kepemimpinan saat ini di bawah Setya Novanto.

"Sudah korup otoriter pula. Kantor DPP itu kan rumah bagi seluruh kader dan simpatisan Partai Golkar. Seharusnya menjadi tempat yang sangat welcome dan nyaman bagi para keluarga besar Golkar," kata Doli kepada INILAHCOM, Selasa (25/7/2017).

Dia mengungkapkan dengan dikuncinya gerbang dan tidak boleh masuknya para kader, berarti sama saja dengan menjauhkan diri Golkar dari rakyat.

"Dan kami juga cukup heran ada apa sampai dijaga Brimob dengan senjata lengkap. Seperti mau perang saja. Kalau tidak ada masalah atau tidak merasa berbuat salah, kenapa itu kantor diisolasi oleh aparat," ungkapnya.

Menurutnya kedatangannya  ke kantor DPP Golkar  dengan niat baik dan cara yang baik-baik," Dan tujuannya pun baik, untuk kepentingan Golkar ke depan," pungkasnya.

Untuk diketahui sejumlah kader muda Gerakan Muda Partai Golkar (GMPG) mengelar aksi Gerakan Golkar Bersih di Kantor DPP Golkar. Namun aksi tersebut dihalangi yang telah melakukan penjagaan di kantor DPP Golkar. [ton]

]]>
Nasional Inilahcom http://ini.la/2393453 Tue, 25 Jul 2017 23:20:00 +0700 GMPG Sesalkan Larangan Aksi di Kantor DPP Golkar GMPG Sesalkan Larangan Aksi di Kantor DPP Golkar GMPG Sesalkan Larangan Aksi di Kantor DPP Golkar GMPG Sesalkan Larangan Aksi di Kantor DPP Golkar
Ahok akan Dihadirkan dalam Sidang Buni Yani http://ini.la/2393467 INILAHCOM, Bandung - Jaksa penuntut umum (JPU) akan menghadirkan empat saksi fakta sekaligus, antara lain Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) pada sidang lanjutan terdakwa Buni Yani dalam perkara pelanggaran UU ITE.

"Kita upayakan empat, termasuk Ahok kalau memang bisa. Ini sisa empat yang belum, makanya kita panggil sekalian," ujar salah sseorang atu JPU Andi M Taufik usai sidang di Gedung Perpustakaan dan Arsip Kota Bandung, Selasa (25/7/2017).

Khusus untuk menghadirkan Ahok, pihaknya akan mengirimkan surat permintaan kepada rutan tempat mantan Gubernur DKI Jakarta itu berada.

"Kita mulai hari ini kita layangkan surat panggilan, tapi harus melalui lapas. Mudah-mudahan (dikabulkan). Kita lihat saja," kata dia.

Ia tidak bisa menjamin Ahok dapat dihadirkan dalam persidangan lanjutan pada Selasa (1/8) di Gedung Perpustakaan dan Arsip Kota Bandung.

"Ikuti perkembangan. Saksi ada empat. Jadi, jangan terburu-terburu, lihat perkembangan selanjutnya. Yang jelas, kita akan menghadirkan saksi," kata dia.[tar]

]]>
Nasional Inilahcom http://ini.la/2393467 Tue, 25 Jul 2017 23:02:00 +0700 Ahok akan Dihadirkan dalam Sidang Buni Yani Ahok akan Dihadirkan dalam Sidang Buni Yani Ahok akan Dihadirkan dalam Sidang Buni Yani Ahok akan Dihadirkan dalam Sidang Buni Yani
Keponakan Muchtar Effendi Diancam Novel Cs http://ini.la/2393466 INILAHCOM, Jakarta - Niko Panji Tirtayasa, seorang saksi kasus korupsi sengketa Pilkada yang melibatkan mantan Ketua Mahkamah Konstitusi (MK) Akil Mochtar mengaku mendapat ancaman dari penyidik KPK, Novel Baswedan.

"Dalam pemeriksaan di KPK oleh penyidik Novel Baswedan Cs yang penuh dengan ancaman dan kebohongan untuk jerumuskan Muchtar Effendi, Romi Herton Wali Kota Palembang terpilih, Budi Antoni Bupati Empat Lawang kedalam penjara," kata Niko di Gedung DPR, Selasa (25/7/2017).

Niko menyampaikan keterangannya ini dihadapan Pansus Hak Angket KPK bersama pamannya‎ sendiri, yaitu Muchtar Effendi yang merupakan orang dekatnya Akil Mochtar di Gedung DPR. Niko membuat surat pernyataan ini untuk membuktikan video dibuatnya adalah benar.

"Kalau nggak benar, silahkan tuntut balik saya," ujarnya.

Ia menjelaskan dalam pemeriksaan dan penyidikan Novel Cs, awal ada yang menelpon Niko atas nama Sambowo sebagai komisaris abal-abal yang dianggap orang tua oleh pamannya Muchtar yang akan ambil alih perusahaan dan melaporkan ke Polda Jawa Barat maupun Polres Cibinong atas tuduhan penggelapan uang sebesar Rp1,2 miliar.

"Yang waktu itu paman saya tidak pernah laporkan saya atau keluarga, tapi yang lapor ini Pak Sambowo sebagai komisaris perusahaan. Saya pun tidak pernah akui beliau komisaris karena tak punya saham," katanya.

Menurut dia, Sambowo saat itu ingin bertemu dan membicarakan masalah perusahaan kedepan, namun ternyata dibawa ke Jakarta.‎ Lambat laut, ternyata bahwa ini adalah penyidik senior KPK yaitu Novel Baswedan, Irawan dan Ibrahim Kholil.

"Saya bukan dibawa ke kantor KPK tapi saya disekap di suatu rumah kawasan Boulevard Kelapa Gading dan saya ketahui lambat laun saya tau itu milik Darma Surya, dia adik kandung dari Nelly Daki Walikota yang kalah lawannya Romi Herton. Bukan saya saja yang di dalam tapi banyak saksi-saksi lain juga," jelas dia.

‎Dalam penyekapan itu, Niko diancam oleh Firdaus Taufik, selain itu ada penyidik yang menawarkan dana untuk imbalan jika mau diajak kerja sama.  

"Padahal saya masih bekerja di laut‎. Dalam ancaman itu mereka mau jemput paksa anak dan istri saya di Bandung, mereka akan memenjarakan anak dan istri saya lewat Bapak Novel Baswedan bila tidak bekerjasama anak istri saya ikut dipenjarakan. Karena ikut mencicipi yang dari Muchtar Effendi," katanya.

Setelah itu, Niko baru dipertemukan dengan orang-orang yang difasilitasi maupun yang berikan modal untuk mengatakan yang tidak sebenarnya bila ada panggilan penyidikan Tipikor.

"Dan saya pun waktu itu diberikan identitas baru dari Nico menjadi Mico pak supaya banyak tidak nyari," katanya.[jat]

]]>
Nasional Inilahcom http://ini.la/2393466 Tue, 25 Jul 2017 22:37:00 +0700 Keponakan Muchtar Effendi Diancam Novel Cs Keponakan Muchtar Effendi Diancam Novel Cs Keponakan Muchtar Effendi Diancam Novel Cs Keponakan Muchtar Effendi Diancam Novel Cs
Polri akan Persenjatai Polantas dan Sabhara http://ini.la/2393463 INILAHCOM, Jakarta - Polri akan mempersenjatai anggotanya yang bertugas sebagai Polantas dan Sabhara.

Kapolri Jenderal Tito Karnavian mengatakan, senjata diperuntukan terutama untuk para bintara. Hal itu dilakukan untuk mencegah maraknya aksi teror terhadap Kepolisian.

"Karena bintara ini yang berhadapan langsung. Makanya saya minta nanti pengadaan itu diletakkan di SPN (Sekolah Polisi Negara), tempat penggodokan para bintara," kata Tito di Mabes Polri, Selasa (25/7/2017).

Pasalnya menurut Tito, pada kedua satuan itulah anggota Polri kerap menjadi korban teror.

"Tuntutan teman-teman di lapangan yakni yang di Lalu Lintas lalu Sabhara yang jadi korban kemarin di Kampung Melayu misalnya. Atau di Tuban, polisi diserang oleh teroris, tetapi mereka tidak dilengkapi dengan alat bela diri yang cukup khususnya senjata api," tuturnya.

Anggota Polantas dan Sabhara yang akan mendapat senjata api yaitu di daerah yang rawan. Namun Tito belum merinci daerah mana saja anggota Sabhara dan Polantas yang akan dipersenjatai.

"Di antaranya beberapa daerah yang ada di Jawa yang kita anggap di situ ada potensi serangan teror," tandasnya.[jat]

]]>
Nasional Inilahcom http://ini.la/2393463 Tue, 25 Jul 2017 22:26:00 +0700 Polri akan Persenjatai Polantas dan Sabhara Polri akan Persenjatai Polantas dan Sabhara Polri akan Persenjatai Polantas dan Sabhara Polri akan Persenjatai Polantas dan Sabhara
BNPB Siapkan Bom Air Atasi Karhutla http://ini.la/2393451 INILAHCOM, Pontianak - Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) menyiapkan helikopter pembawa bom air untuk mengatasi kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Kabupaten Ketapang dan Kayong Utara, Kalimantan Barat.

Helikopter pembawa bom air itu telah siaga di Bandara Rahadi Oesman Ketapang untuk diterbangkan.

"Besok akan digelar rapat di Kantor Bupati Ketapang dengan Provinsi untuk koordinasi memantau titik api, rencananya kita akan meletakkan satu helikopter di Bandara Rahadi Oesman Ketapang," kata Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah Kabupaten Kayong Utara Tri Yanto, Selasa (25/7/2017).

Untuk di Kabupaten Kayong Utara ujarnya, sampai saat ini belum ada titik api, namun terus berjaga-jaga mengingat musim saat ini yang sulit untuk diprediksi.

"Berdasarkan pantauan citra setelit untuk daerah Kayong Utara itu memang belum ada," ujarnya. [ton]

]]>
Nasional Inilahcom http://ini.la/2393451 Tue, 25 Jul 2017 22:11:00 +0700 BNPB Siapkan Bom Air Atasi Karhutla BNPB Siapkan Bom Air Atasi Karhutla BNPB Siapkan Bom Air Atasi Karhutla BNPB Siapkan Bom Air Atasi Karhutla
Basarnas Hentikan Pencarian 4 Nelayan yang Hilang http://ini.la/2393452 INILAHCOM, Mataram - Badan Search and Rescue Nasional Kantor SAR Mataram menghentikan pencarian empat nelayan yang hilang di perairan laut Selat Alas, Kabupaten Sumbawa Barat, Nusa Tenggara Barat, pada Minggu (16/7).

"Upaya pencarian sudah tidak efektif dan tidak ada tanda-tanda korban ditemukan, maka operasi dihentikan," kata Hubungan Masyarakat Basarnas Kantor SAR Mataram Putu Cakranegara, di Mataram, Selasa (25/7/2017).

Sesuai standar operasional prosedur (SOP), kata dia, proses pencarian dihentikan jika korban belum ditemukan dalam waktu tujuh hari sejak laporan orang hilang diterima Tim SAR.

Basarnas Kantor SAR Mataram menerima laporan dari Kepala Desa Pasir Putih, Kecamatan Maluk, Kabupaten Sumbawa, tentang hilangnya empat orang nelayan di perairan Selat Alas, Kabupaten Sumbawa Barat, pada Senin (17/7).

Empat nelayan yang hilang tersebut atas nama Bahri (42), Rusmayadi (40), Hendri (25), warga Maluk, Kabupaten Sumbawa Barat, dan Mesir (22) warga kabupaten Lombok Timur.

Kronologis kejadian bermula ketika rombongan nelayan Desa Pasir Putih, Maluk, berangkat ke Tanjung Luar, Kabupaten Lombok Timur untuk menjual ikan pada Sabtu (15/7).

Kemudian mereka kembali ke Maluk pada Minggu (16/7), namun sekitar pukul 11.00 Wita, mereka diterpa ombak besar dan angin kencang di tengah perairan Tanjung Ringgit.

Rombongan terpisah. Sebagian ke arah Maluk dan Benete, sedangkan satu unit sampan milik Bahri, dengan muatan empat orang ke arah Jelenga, namun hingga saat ini belum ada kabarnya.

Cakra mengatakan Tim SAR Pos Kayangan, Kabupaten Lombok Timur, melakukan upaya pencarian dengan menyisir perairan laut Selat Alas menggunakan satu unit "Riggid Inflatable Boat".

Polisi air dan anggota TNI Angkatan Laut juga ikut membantu upaya pencarian.

Para nelayan yang menangkap ikan di perairan laut Selat Alas juga diminta membantu upaya pencarian dan menginformasikan jika menemukan tanda-tanda keberadaan para korban.

"Hingga hari ke tujuh upaya pencarian belum ada tanda-tanda keberadaan korban sehingga operasi dihentikan. Tapi kalau ada laporan tanda-tanda korban, proses pencarian bisa dibuka lagi," ujarnya.

Sementara itu, Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan NTB H Lalu Hamdi, belum mengetahui secara pasti apakah empat orang nelayan yang hilang tersebut sudah masuk dalam peserta asuransi atau belum didaftarkan.

Ia mengatakan bahwa Pemerintah Kabupaten Sumbawa sudah mengikuti program asuransi nelayan, namun belum seluruh nelayan didaftarkan sebagai peserta.

Sementara Pemerintah Kabupaten Lombok Timur belum mengikuti program perlindungan bagi nelayan tersebut.

"Kalau nelayan dari Kabupaten Sumbawa yang hilang itu sudah menjadi peserta asuransi, maka ahli warisnya berhak atas uang santunan, tapi kalau belum berarti tidak mendapatkan santunan. Apalagi yang dari Lombok Timur," katanya.[tar]

]]>
Nasional Inilahcom http://ini.la/2393452 Tue, 25 Jul 2017 22:02:00 +0700 Basarnas Hentikan Pencarian 4 Nelayan yang Hilang Basarnas Hentikan Pencarian 4 Nelayan yang Hilang Basarnas Hentikan Pencarian 4 Nelayan yang Hilang Basarnas Hentikan Pencarian 4 Nelayan yang Hilang
PAN Tak Sejalan di RUU Pemilu, Jokowi Geram? http://ini.la/2393458 INILAHCOM, Jakarta - Presiden Joko Widodo (Jokowi) menaruh harapan besar agar seluruh partai koalisi senantiasa sejalan dengan setiap pilihan, keputusan dan kebijakan pemerintah.

Juru Bicara Kepresidenan Johan Budi mengungkapkan harapan Presiden RI ini tentunya juga dialamatkan untuk Partai Amanat Nasional (PAN) yang belakangan sering tak sepaham dengan pemerintah.

"Pak Presiden berharap partai koalisi pendukung tentu mendukung apa yang menjadi kebijakan pemerintah. Seharusnya kan, begitu," ujar Johan di area Istana Kepresidenan, Jakarta Pusat, Selasa (25/7).

Adapun sikap tak sejalan PAN dengan pemerintah yang teranyar adalah memilih berseberangan dengan tak ikut agar presidential threshold tetap 20-25 persen yang disahkan dalam RUU Pemilu.

Saat disinggung pilihan PAN yang walk out saat proses pengesahan RUU Pemilu membuat Jokowi geram dan berniat menendang Menpan RB Asman Abnur yang merupakan kader PAN, Johan mengaku tak dapat memastikannya.

"Kalau soal yang ini saya belum dapat konfirmasi (Asman di-reshuffle atau tidak," pungkas mantan jubir KPK ini. [ton]

]]>
Nasional Inilahcom http://ini.la/2393458 Tue, 25 Jul 2017 21:33:00 +0700 PAN Tak Sejalan di RUU Pemilu, Jokowi Geram? PAN Tak Sejalan di RUU Pemilu, Jokowi Geram? PAN Tak Sejalan di RUU Pemilu, Jokowi Geram? PAN Tak Sejalan di RUU Pemilu, Jokowi Geram?
Polisi Tetapkan Tersangka Pungli Sertifikasi Guru http://ini.la/2393456 INILAHCOM, Palembang - Polda Sumatera Selatan menetapkan tiga tersangka pelaku pungutan liar (pungli) kepada guru SMA/SMK yang mengajukan permohonan sertifikasi di dinas pendidikan provinsi setempat.

"Setelah dilakukan pemeriksaan intensif terhadap lima staf dan pejabat Dinas Pendidikan Sumsel, disimpulkan dan ditetapkan sementara ini tiga orang tersangka dan dua lainnya yang diperiksa sebagai saksi tidak cukup bukti untuk ditingkatkan statusnya sebagai tersangka," kata Kapolda Sumatera Selatan Irjen Pol Agung Budi Maryoto, Selasa (25/7/2017).

Berdasarkan hasil pengembangan kasus Operasi Tangkap Tangan (OTT) pungli pengurusan sertifikasi guru, tidak cukup bukti untuk menjadikan staf dan pejabat Dinas Pendidikan Sumsel lainnya sebagai tersangka.

Ketiga staf dan pejabat setingkat kepala seksi dan bidang yang ditetapkan sebagai tersangka itu berinisial As staf PTK SMA, Kus (Kasi PTK SMA), dan Srl (Kabid PTK).

As mengakui menerima uang dari guru yang mengurus sertifikasi dengan jumlah bervariasi Rp200 ribu hingga Rp700 ribu dalam amplop diserahkan oleh para guru bersamaan amplop berkas tunjangan profesi jenjang Dikmen SMA dan SMK.

Dari tersangka Kus diperoleh penjelasan uang yang dikumpulkan As atas perintahnya untuk disimpan di dalam lemari dan akan dihitung setelah semuanya terkumpul menjadi satu.

Kemudian dari tersangka Srl diperoleh keterangan di dalam tas pribadinya petugas menemukan uang Rp36.650.000 yang merupakan pemberian dari beberapa kepala sekolah dan guru sebagai tanda terima kasih.

"Modus pungli dilakukan tersangka As mengumpulkan uang dari guru yang mengajukan permohonan sertifikasi, kemudian uang tersebut diserahkan kepada Kus dan titik pengumpulan terakhir uang hasil pungli kepada Srl selaku kepala bidang," tandas Agung. [tar]

]]>
Nasional Inilahcom http://ini.la/2393456 Tue, 25 Jul 2017 21:26:00 +0700 Polisi Tetapkan Tersangka Pungli Sertifikasi Guru Polisi Tetapkan Tersangka Pungli Sertifikasi Guru Polisi Tetapkan Tersangka Pungli Sertifikasi Guru Polisi Tetapkan Tersangka Pungli Sertifikasi Guru
Penabrak Candi Kidal Mengaku Ada yang Merasuki http://ini.la/2393454 INILAHCOM, Malang - Dokter Joko Agus Gunawan pelaku penabrak Candi Kidal di Tumpang malang mengaku sadar saat mengendarai mobil namun ada sesuatu yang merasuki pikirannya.

"Saya sadar. Tiba-tiba seperti ada halusinasi, lalu menabrak pagar candi,” katanya.

Ketika meluncur pulang ke Tumpang, mobil yang dikendarai dokter Gunawan tiba-tiba menabrak pagar besi diarea Candi. Mobil terus melaju hingga melintasi pedestrian disekitar Candi sebelum akhirnya, menghantam bangunan Candi Kidal dengan struktur bertingkat.

Pasca menabrak Candi, warga berhamburan keluar rumah. Hal itu dikarenakan suara alarm bunyi mobil usai menabrak Candi Kidal, meraung dengan kerasnya.[beritajatim]

]]>
Nasional Inilahcom http://ini.la/2393454 Tue, 25 Jul 2017 21:12:00 +0700 Penabrak Candi Kidal Mengaku Ada yang Merasuki Penabrak Candi Kidal Mengaku Ada yang Merasuki Penabrak Candi Kidal Mengaku Ada yang Merasuki Penabrak Candi Kidal Mengaku Ada yang Merasuki