Inilah.com - Terpopuler http://www.inilah.com/ ID Inilah.com - Telinga, Mata, dan Hati Rakyat Copyright 2007-2017 inilah.com. All rights reserved. Tue, 25 Jul 2017 23:59:09 +0700 http://www.inilah.com/rss/feed/terpopuler http://www.inilah.com/ Inilah.com - Terpopuler http://www.inilah.com/assets/image/inilah-logo-feed.png 120 120 Terpopuler - Langkah Jokowi untuk Novanto Dinilai Tepat http://ini.la/2393229 INILAHCOM, Jakarta - Dikabarkan Presiden Joko Widodo (Jokowi) tidak memberikan dukungan terhadap kasus hukum yang tengah menjerat Ketua DPR dan Ketua Umum Partai Golkar Setya Novanto di KPK.

Pengamat Politik Igor Dirgantara menilai, lahkah Presiden Jokowi tepat. Sebab, apabila Jokowi cawe-cawe atau memberikan dukungan kepada Novanto malah akan membebaninya.

"Jadi siapapun atau lingkaran istana membackup Setya Novanto itu akan membebani," kata Igor pada INILAHCOM, Jakarta, Senin (24/7/2017).

Terlebih, tidak lama lagi tepatnya pada tahun 2019 akan dilakukan perhelatan pemilihan presiden kembali. Untuk itu, Presiden Jokowi harus hati-hati dalam mengambil sikap politik.

"Tidak mau mendukung Setya Novanto itu langkah politik yang baik menurut saya. Karena tahun depan kan sudah tahun politik," ujar dia.

Menurut dia, bila Jokowi membekingi masalah hukum Novanto akan merugikan elektabilitasnya. Tingkat kepercayaan masyarakat akan menurun bila Jokowi melakukan hal itu.

Diketahui, Novanto resmi dijadikan tersangka kasus dugaan korupsi e-KTP oleh KPK pada Senin 17 Juli 2017 pekan lalu. Dia dijadikan tersangka setelah KPK punya dua alat bukti dugaan keterlibatannya dalam kasus yang merugikan uang negara Rp 2,3 triliun.

Novanto disangka melanggar Pasal 3 atau Pasal 2 ayat 1 Undang-Undang Nomor 31 Tahun 1999 sebagaimana diubah dalam UU Nomor 20 Tahun 2001 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi jo Pasal 55 ayat 1 ke-1 KUHP. [ind]

]]>
Terpopuler Inilahcom http://ini.la/2393229 Tue, 25 Jul 2017 06:12:00 +0700 Langkah Jokowi untuk Novanto Dinilai Tepat Langkah Jokowi untuk Novanto Dinilai Tepat Langkah Jokowi untuk Novanto Dinilai Tepat Langkah Jokowi untuk Novanto Dinilai Tepat
Terpopuler - Penghina Jokowi Divonis 15 Bulan Penjara http://ini.la/2393207 INILAHCOM, Lubukbasung - Majelis Hakim Pengadilan Negeri Lubukbasung, Kabupaten Agam, Sumatera Barat, menjatuhkan hukuman penjara 15 bulan kepada Ropi Yatsman (35), penghina Presiden Joko Widodo dan penyebar ujaran kebencian di media sosial.

Dalam sidang di PN Lubukbasung, Senin, majelis hakim yang diketuai Mahendrasmara dengan anggota Ida Maryam Hasibuan dan Duano Aghaka menyatakan terdakwa terbukti bersalah melakukan tindak pidana dengan sengaja dan tanpa hak menyebarkan informasi yang menimbulkan rasa kebencian atau permusuhan.

Mahendrasmara menyatakan terdakwa, yang juga mengedit foto Presiden Joko Widodo dalam akun Facebooknya, melanggar Pasal 45 ayat 2 jo Pasal 28 ayat 2 Undang-undang No. 19 Tahun 2016 tentang perubahan UU No. 11 Tahun 2008 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik.

Hukuman yang diterima Ropi Yatsman sama dengan pasal yang dituntut oleh Jaksa Penuntut Umum (JPU) selama satu tahun tiga bulan.

Dalam pertimbangan yang disebutkan Mahendrasmara, hal yang meringankan terdakwa telah mengakui kesalahan dan bersikap sopan selama persidangan.

Sementara terdakwa usai dijatuhi vonis oleh majelis hakim menyatakan menyesali semua perbuatannya.

Dalam amar putusan majelis hakim dijelaskan bahwa terdakwa ditangkap Direktorat Tindak Pidana Siber Badan Reserse Kriminal (Bareskrim) Polri di sebuah ruko perusahaan ekspedisi tempatnya bekerja di Banuhampu, Kabupaten Agam, Senin (27/2) sekitar pukul 11.30 WIB.

Terdakwa ditangkap setelah menyebarkan ujaran kebencian di media sosial dan juga mengedit foto Presiden Joko Widodo dan sejumlah pejabat, termasuk Basuki Tjahaja Purnama (Ahok).

Terdakwa menggunakan akun alter dengan nama Agus Hermawan dan Yasmen Ropi di Facebook untuk memposting konten bernada kebencian kepada pemerintah. Ia juga sebagai admin dari akun grup publik Facebook 'Keranda Jokowi-Ahok'.

Orang tua terdakwa, Maya (65), mengatakan selama ini Ropi Yatsman merupakan tulang punggung keluarga, setelah ayahnya sakit beberapa tahun lalu.

"Setelah anak saya ditangkap kepolisian, sudah banyak barang elektronik yang dijual untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari," katanya.

Dengan vonis itu, pihaknya berharap Ropi Yatsman menjalankan hukuman dengan baik dan tidak melakukan kesalahan kembali agar mendapatkan keringanan nantinya.[tar]

]]>
Terpopuler Inilahcom http://ini.la/2393207 Tue, 25 Jul 2017 00:06:00 +0700 Penghina Jokowi Divonis 15 Bulan Penjara Penghina Jokowi Divonis 15 Bulan Penjara Penghina Jokowi Divonis 15 Bulan Penjara Penghina Jokowi Divonis 15 Bulan Penjara
Terpopuler - Inilah Saham Pilihan Selasa (25/7/2017) http://ini.la/2393231 INILAHCOM, Jakarta-Analis menemukan indikasi bullish continuation pada pergerakan IHSG Selasa (25/7/2017) menuju ke level resistance di area 5.817 dan 5.832. Inilah saham-saham pilihannya.

Kepada INILAHCOM, Reza Priyambada, analis senior Binaartha Sekuritas  memberikan rincian penjelasannya berikut ini:

]]>
Terpopuler Inilahcom http://ini.la/2393231 Tue, 25 Jul 2017 03:06:00 +0700 Inilah Saham Pilihan Selasa (25/7/2017) Inilah Saham Pilihan Selasa (25/7/2017) Inilah Saham Pilihan Selasa (25/7/2017) Inilah Saham Pilihan Selasa (25/7/2017)
Terpopuler - Jokowi-Gatot Dinilai Sulit Dikalahkan http://ini.la/2393278 INILAHCOM, Jakarta - Direktur Eksekutif Voxpol Center Pangi Syarwi Chaniago menduga Jenderal TNI Gatot Nurmantyo 'dipelihara' Partai Nasional Demokrat (Nasdem). Meski dinilai kerap berseberangan sikap dengan Presiden Joko Widodo (Jokowi), Gatot masih dipertahankan sebagai Panglima TNI.

Partai besutan Surya Paloh tersebut baru-baru ini menghembuskan wacana mengusung Gatot mendampingi Jokowi di Pilpres 2019.

"Jangan-jangan Nasdem yang memilihara Gatot sampek sekarang," ucap Pangi kepada INILAHCOM, Selasa (25/7/2017).

Wacana Jokowi-Gatot yang dihembuskan Partai Nasdem berpotensi memenangkan konstelasi pesta demokrasi 2019. Elektabilitas Jokowi semakin melonjak dengan bergabungnya Gatot karena masyarakat muslim yang menaruh simpati terhadap Panglima TNI itu.

"Bergabungnya Jokowi-Gatot sulit dikalahkan," ujar Pangi.

Sebagaimana diberitakan, Partai Nasdem mewacanakan untuk mengusung Jenderal TNI Gatot Nurmantyo mendampingi Presiden Jokowi nanti. Wacana itu dihembuskan anggota Dewan Pakar NasDem Taufiqulhadi. [rok]

]]>
Terpopuler Inilahcom http://ini.la/2393278 Tue, 25 Jul 2017 12:00:00 +0700 Jokowi-Gatot Dinilai Sulit Dikalahkan Jokowi-Gatot Dinilai Sulit Dikalahkan Jokowi-Gatot Dinilai Sulit Dikalahkan Jokowi-Gatot Dinilai Sulit Dikalahkan
Terpopuler - Polri: PT IBU Untungkan Petani http://ini.la/2393251 INILAHCOM, Jakarta - PT Indo Beras Unggul (IBU) diduga melanggar peraturan pemerintah tentang pembelian harga beras di tingkat petani.

PT IBU dituding membeli gabah dari petani lebih mahal dari harga yang ditetapkan pemerintah. Hal itu menjadi dilema terhadap petani dan pengusaha penggilingan padi.

"Harga Rp 3.700 ini dibeli dengan harga 4.900. Kan untungkan petani, tapi penggiling kecil mati," kata Kadiv Humas Mabes Polri Irjen Setyo Wasisto di Jakarta, Selasa (25/7/2017).

Tak hanya itu, Polisi menduga PT IBU menjual harga beras lebih mahal dari yang ditentukan pemerintah. Adapun harga jual beras yang ditetapkan pemerintah sebesar Rp 9.500 perkilogram.

"Sehingga dijual dengan harga yang dua kali lipat ini sangat tidak berkeadilan. Kalau sampai Rp 20 ribu tidak wajar, tidak adil bagi petani," ujar Setyo.

Seperti diketahui, Satgas Pangan melakukan penggrebekan gudang milik PT IBU yang memproduksi beras merk Maksnyuss dan Ayam Jago di Jalan Rengas Km 60 Karangsambung, Kedungwaringan, Bekasi, Jawa Barat.
Penggerebekan itu turut dihadiri Kapolri Jenderal Tito Karnavian dan Menteri Pertanian Amran Sulaiman.
PT IBU diduga melanggar pasal 141 Jo Pasal 89 UU RI No. 18 Tahun 1992 tentang pangan, Pasal 8 huruf e UU RI No. 8 tahun 1999 tentang perlindungan konsumen dan Pasal 382 bis KUHP tentang Perbuatan Curang. [rok]

]]>
Terpopuler Inilahcom http://ini.la/2393251 Tue, 25 Jul 2017 10:00:00 +0700 Polri: PT IBU Untungkan Petani Polri: PT IBU Untungkan Petani Polri: PT IBU Untungkan Petani Polri: PT IBU Untungkan Petani
Terpopuler - Saat Berbuat Maksiat http://ini.la/2393162 ALHAMDULILLAH. Segala puji hanyalah milik Alloh Swt. Dialah Dzat Yang Maha Kuasa atas segala makhluk dan setiap kejadian. Semua yang ada adalah milik Alloh, dari Alloh dan akan kembali kepada Alloh. Sholawat dan salam semoga selalu tercurah kepada baginda nabi Muhammad Saw.

Saudaraku, keburukan, kesempitan, ketidakbahagiaan yang terjadi pada diri kita adalah diundang oleh diri kita sendiri. Cara kita mengundangnya yaitu dengan berbuat buruk juga. Alloh Swt. berfirman, “Dan apa saja musibah yang menimpa kamu maka adalah disebabkan oleh perbuatan tanganmu sendiri, dan Alloh memaafkan sebagian besar (dari kesalahan-kesalahanmu).” (QS. Asy Syuro [42] : 30)

Oleh karena itu, ketika kita melakukan suatu kemaksiatan maka segeralah sadar dan ingat bahwasanya apapun yang kita lakukan ada dalam pengetahuan Alloh Swt., dan tiada satupun keburukan yang kita lakukan pasti akan kembali kepada kita dan pasti ada perhitungannya di hadapan Alloh Swt.

Kita tahu bahwa manusia bukanlah makhluk sempurna, manusia bukanlah malaikat yang selalu taat kepada Alloh Swt. dan bukan pula syaitan yang selalu membangkang kepada-Nya. Akantetapi, ini sama sekali bukanlah alasan bagi kita untuk menjadi manusia yang plin-plan, abu-abu, yaitu sholat jalan maksiat pun jalan. Karena sesungguhnya Alloh Maha Tahu apa yang kita sembunyikan di dalam hati kita. Alloh Maha Tahu mana hamba-Nya yang memang khilaf kemudian bertaubat, dan mana hamba-Nya yang memang munafik.

Saat berbuat maksiat, sikap terbaik adalah segera mengerem diri, segera berhenti, istighfar lalu berpaling meninggalkannya. Satu langkah kita meninggalkan kemaksiatan, maka seribu langkah pertolongan Alloh menghampiri kita. Satu langkah kita berjalan di jalan taubat, seribu langkah ampunan Alloh datang kepada kita.

Tidak ada manfaat sedikitpun dari maksiat yang kita lakukan, yang ada hanyalah dosa dan penyesalan. Semoga kita termasuk orang-orang yang jauh dari maksiat dan istiqomah dalam taubat. Aamiin yaa Robbal’aalamin. [smstauhiid]

]]>
Terpopuler Inilahcom http://ini.la/2393162 Tue, 25 Jul 2017 00:06:00 +0700 Saat Berbuat Maksiat Saat Berbuat Maksiat Saat Berbuat Maksiat Saat Berbuat Maksiat