Sabtu, 13 Maret 2010
Jakarta - Berawan 24-33 °C
Kurs BI : 1 Euro = Rp.12561.9
 
Editorial - Selamat pagi Indonesia
12/03/2010 - 10:58
Mewaspadai Terorisme

Kita geram dan kecewa. Terorisme tak kunjung musnah dari negeri ini. Teror mereka makin tersebar dan terpencar, dari Pamulang sampai Aceh. Mereka berani beraksi di negeri ini, tanah tumpah darah mereka sendiri.

Mereka ini pengecut. Jika mereka memang mestinya mestinya bergerak membela Palestina atau Irak di kawasan Timur Tengah itu, dimana perang melawan kebatilan terus berlangsung. Atau setidak-tidaknya membantu kaum miskin dan putus sekolah.

Mereka mestinya jangan menjadikan Indonesia sasaran aksi. Mereka sudah terlatih di Mindanao, Afghanistan dan lainnya, namun mengapa hanya beraksi di sini dan membunuh saudaranya sendiri. Mestinya mereka berjuang di medan tempur di Kawasan Timur Tengah tapi jangan membunuh orang sipil tak berdosa.

Kaum teroris masih terus menebarkan ancaman dan aksi kekerasan atas nama agama. Agama dijadikan pembenaran.

Itu sebabnya, kaum teroris memiliki ideologi yang dibangun untuk menjustifikasi aksi yang dilakukannya. Ideologi kekerasan menjadi pilihan untuk melakukan aksi brutal atas nama agama. Ini menyesatkan.

Namun, harus dipahami juga bahwa radikalisme dan terorisme tidak muncul tanpa sebab. Dunia yang tidak adil, perimbangan kekuatan global yang beres, dan hegemoni negara besar yang menyengsarakan negara lian adalah sumber utamanya.

Maka tidaklah heran jika pelaku kejahataan seperti ini lintas negara. Apa yang terjadi di Pamulang dan Acenh, misalnya, dicurigai oleh Polri memiliki hubungan dengan Mindanao Selatan. Hal ini terlihat dari tipe persenjataannya .

Sebagian di antara mereka sudah ada yang pernah dilatih kemudian melatih di Aceh. Selain itu, kawasan hutan di Aceh digunakan sebagai tempat latihan karena teroris ini gagal membangun kekuatan di Jakarta, Jawa Tengah, Banten, Palembang, Padang maupun Riau.

Bila strategi yang digunakan seperti teroris di Mindanao, maka yang perlu diwaspadai adalah tujuan jangka panjang dari serangan kelompok teroris ini. Sangat mungkin sasaran awal mereka adalah perorangan. Tujuan akhir mereka adalah pembunuhan politik. Jadi, mereka menargetkan serangan pada tokoh-tokoh politik dengan tujuan mengacaukan kondisi sosial politik.

Semua ini harus kita waspadai. Masyarakat dan negara harus berani membasmi akar terorisme -- kemiskinan dan ketidakadilan -- dengan demikian, terorisme bisa dikikis tandas, meski mungkin sulit dihabisi.

CELAH
13/03/10 02:05 - Celah
PADANG Tiji sebuah kota kecil. Berada di jalur utama Aceh Besar-Sigli. Menjadi agak ramai, karena Padang Tiji perkampungan pertama setelah melintasi pegunungan Seulawah.
SELAMAT PAGI INDONESIA
10/03/10 10:27 - Selamat Pagi Indonesia
BERBAGAI aksi demo di depan kantor Komisi Pemberantasan Korupsi, pekan ini, kembali mendesak pimpinan lembaga superbody itu bekerja tangkas, sigap, dan efektif.
OPINI
13/03/10 07:02 - Galeri Opini
Kegagalan Pembangunan (3)
Penderitaan rakyat masih berkepanjangan. Kegagalan pembangunan ditimpakan kepada rakyat dengan biaya hidup kian berat. Di depan mata terbentang agenda kenaikan harga.
SURAT PEMBACA
13/03/10 00:36 - Surat Pembaca
SAYA pelanggan Top TV, plg 302000116754. Saya berlangganan sejak 31 Desember 2009. waktu itu ada promo, gratis biaya pasang tapi harus bayar tiga bulan di awal.
CITIZEN JOURNALISM
13/03/10 16:09 - Citizen Journalism
Ibarat pertandingan gulat, royal rumble, satu arena, tak ada kawan yang ada hanyalah musuh.
 
VISUAL EDITORIAL
Kekayaan yang Selalu Dibuntuti Pajak
INDEKS