Minggu, 02 Oktober 2022
06 Rabi'ul Awwal 1444

10 Peristiwa yang Menekan Pasar Selama Agustus

Kamis, 01 Sep 2011 - 15:00 WIB
Penulis : inilah

INILAH.COM, Jakarta – Satu bulan terakhir, pasar mengalami tekanan cukup siginfikan. Hal ini dipicu pelbagai peristiwa global yang memicu meningkatnya kekhawatiran. Apa saja?   

Sepanjang bulan kedelapan 2011, Wall Street terpantau membukukan koreksi. Indeks Dow Jones turun 4,4% dan indeks Nasdaq turun 6,4%. Demikian juga indeks S&P yang anjlok 5,7% dan indeks saham global, yang dilacak oleh indeks MSCI All World, menunjukkan koreksi 7,6%. Itu adalah penurunan tajam kedua indeks sejak Mei 2010.

Berikut adalah 10 peristiwa besar yang mempengaruhi muramnya pasar sepanjang Agustus:

1.     Ketua DPR AS John Boehner menggelar pertemuan dengan perwakilan partai Republik, seperti Paul Ryan, Jeb Hensarling, Eric Cantor dan Cathy McMorris Rodgers sebagai pemimpin kongres dan bergegas mengumpulkan dukungan bagi kesepakatan 11 jam untuk menaikkan batas pinjaman AS dan mencegah default utang yang berpotensi merugikan.

Sebuah kompromi berbelit-belit yang membentuk 12 anggota ‘supercommittee’ untuk merekomendasikan pemangkasan tambahan pengeluaran pemerintah federal, disahkan Kongres, beberapa jam sebelum 2 Agustus, batas waktu mencegah default teknis AS.

2.     Lembaga pemeringkat Standard and Poor memangkas rating kredit AAA AS pada 5 Agustus, dalam sebuah pembalikan keberuntungan, hal yang belum pernah terjadi bagi perekonomian terbesar dunia ini. Langkah ini memicu volatilitas tinggi di pasar saham yang berlangsung hingga akhir bulan.

3.     Wakil Presiden AS Joe Biden berbicara selama pertemuan 19 Agustus dengan presiden China, Hu Jintao di Beijing. Biden mengatakan China tidak perlu khawatir tentang keselamatan kepemilikan Treasury. Sementara PM China Wen Jiabao memberi dukungan atas ketahanan ekonomi AS, karena imbal hasil Treasury berada di level terendah dalam sejarah.

4.     CEO Apple Steve Jobs, yang membahas layanan iCloud perusahaan pada ‘Apple Worldwide Developers Conference’ pada Juni, mengundurkan diri dari jabatan kepala eksekutif pada 24 Agustus dan mendesak dewan direksi Apple untuk mengaktifkan rencana suksesi, terutama karena perusahaan telah lama dikritik pasar.

Jobs, yang kesehatannya menjadi perhatian beberapa tahun terakhir dan sudah menjalani sejumlah pemeriksaan medis, diminta tetap sebagai ketua dan karyawan Apple. Chief Operating Officer Tim Cook pun segera dipromosikan ke posisi CEO.

5.     Gempa berkekuatan 5,8 richter mengguncang Pantai Timur AS pada 24 Agustus, mengirim getaran hingga Kanada dan merusak gedung-gedung terkenal di ibukota AS.

6.     Badai Irene ekstrim pada 26 Agustus melanda Pantai Timur AS, ke beberapa kota terpadat penduduknya di negara itu dan pantai real estate termahal, memperburuk prospek ekonomi AS. Terutama karena para ahli memperkirakan bencana ini akan memicu kerugian hingga miliaran dolar.

Roger Pielke, profesor University of Colorado dan rekanan di  Cooperative Institute for Research in Environmental Sciences mengatakan, badai Irene berpotensi menempatkan kerusakan mencapai US$ 4,7 miliar. Sementara ahli statistik Nate Silver, yang mengaplikasi data untuk blognya di New York Times, memperkirakan kerusakan mencapai US$10-35 miliar.

7.     Dominique Strauss-Kahn meninggalkan rumah tahanan sementaranya di Manhattan pada 26 Agustus kemarin, tiga hari setelah seorang hakim menolak kasus kekerasan seksual pekerja hotel melawan mantan ketua Dana Moneter Internasional (IMF) yang digulingkan tersebut.

8.     Gubernur Federal Reserve AS Ben Bernanke mengadakan pertemuan 26 Agustus di Jackson Hole, Wyoming.  Dalam pidato simposium yang banyak diantisipasi pasar, Bernanke menghentikan indikasi langkah lebih lanjut untuk meningkatkan pemulihan AS. Pasar mengartikannya sebagai sinyal bahwa ekonomi tidak terlalu mengkhawatirkan.

9.     Harga emas yang terus melesat. Emas berjangka naik lebih dari US$ 300 pada Agustus, diperdagangkan di atas US$ 1.825 per ounce pada Rabu kemarin.

10.  Partai Demokrat yang menguasai Jepang, mengangkat Menteri Keuangan Yoshihiko Noda ke posisi kepemimpinan partai dan pemimpin baru Jepang, PM keenam Jepang dalam lima tahun terakhir.

Noda menggantikan Naoto Kan, yang masa jabatannya diwarnai kritik keras penanganan pemerintah atas kondisi darurat gempa, tsunami dan nuklir yang melanda negara itu pada Maret. Yen melesat terhadap dolar ke level tertinggi pada 19 Agustus. [ast]