Jumat, 02 Desember 2022
08 Jumadil Awwal 1444

11 Fakta Baru Bjorka vs Tim Khusus Jokowi: Motif Politis, Tukang Es Madiun Tersangka

Sabtu, 17 Sep 2022 - 10:19 WIB
Bjorka vs Tim Khusus Jokowi
ilustrasi (Foto: inilah.com)

Pemerintah melalui tim khusus yang dibuat Presiden Joko Widodo tengah memburu peretas alias hacker beridentitas Bjorka yang tengah menjadi buah bibir atas aksi peretasan sejumlah data pemerintah.

Tak hanya mengklaim berhasil membobol sejumlah data, sosok Bjorka juga turut melakukan tindakan doxing beberapa pejabat publik.

Bjorka membagikan sejumlah data pribadi pejabat publik, mulai dari nama lengkap, nomor induk kependudukan (NIK), nomor kartu keluarga, nomor ponsel, dan alamat rumah.

Korban aksi doxing Bjorka antara lain Menteri Komunikasi dan Infomatika, Ketua DPR RI,  Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi, dan Menteri dalam negeri.

Adapun fakta-fakta terkait bjorka dan tim khusus yang dibentuk untuk menangani serangan peretas tersebut bisa ditemukan melalui sebelas poin berikut.

1. Bjorka berlokasi Polandia dan dugaan WNI

Screenshot (805) - inilah.com
Tangkapan layar Bjorka online di Forum Breach

Menilik akun Twitter @bjorkanism, laman tersebut menyematkan lokasi. Bjorka diduga berasal dari Warsawa, Polandia.

Akun Twitter-nya menampilkan informasi pada profil berupa frasa “yea catch me if you can. email: [email protected]”. Ia tercatat bergabung pada September 2022 dengan lokasi Warsaw, Polandia. Cuma mengikuti satu akun, ia punya lebih dari 183 ribu followers. Hal yang sama terjadi dengan akun Telegram-nya.

Dikutip dari profil BreachForums, Bjorka, dengan status gender undisclosed (rahasia), baru bergabung di situs ini 9 Agustus 2022. Waktu online-nya tercatat hanya 3 hari, 23 menit, per Sabtu (17/9/2022) pagi.

Sementara kecurigaan Bjorka orang Indonesia menurut pendiri Drone Emprit, Ismail Fahmi diawali dari Bjorka yang dianggap sangat memedulikan isu-isu di Indonesia. “Mulai ada netizen yang biasa berbahasa Inggris, (jadi) membaca tulisan orang Indonesia berbahasa Inggris udah kerasa banget,” ungkap Fahmi.

2. Memakai foto musisi Swedia dan Islandia

Selintas, nama Bjorka akan mengingatkan kita pada musisi Bjork. Sebenarnya, dugaan ini sama sekali tidak meleset. Pasalnya, satu dari dua foto profile Twitter yang digunakan Bjorka merupakan foto Bjork. Siapakah Bjork?

Bjorka kemungkinan berasal dari Bjork, yaitu nama orang yang cukup umum di Swedia. Bjork di sana adalah nama keluarga atau nama belakang, yang artinya adalah birch.

Birch merupakan tanaman kayu keras dengan dedaunan kecil, yang habitatnya di area iklim sedang atau sub artktik. Pohon jenis ornas birch sendiri adalah pohon nasional di Swedia.

Baca juga
Waduh, Bule di Lombok Curhat Tes PCR Sampai Rp6 Juta

Selain di Swedia, Bjork juga nama yang cukup umum di Islandia, khususnya untuk perempuan. Salah satu sosok paling populer dengan nama ini adalah Bjork, penyanyi legendaris asal Islandia.

3.Telegramnya masih aktif

Sedikit berbeda dengan hacker pada umumnya yang cenderung tertutup, Bjorka memanfaatkan Telegram untuk berkomunikasi dengan netizen. Selain Telegram ada pula Twitter yang kini statusnya Mati satu, tumbuh seribu. Ketika satu akunnya ditangguhkan pemerintah Indonesia, Bjorka muncul lagi dengan akun yang baru.

Beberapa akun Twitter Bjorka, yaitu @bjorkanism @bjorxanism @bjorkanesian.

4. Data Negara yang dibobol

Akun Bjorka mengaku telah membocorkan ribuan dokumen surat menyurat yang ditujukan pada Presiden Joko Widodo atau Jokowi. Bjorka kembali mengunggahnya di situs breached.to hingga ramai di media sosial.

306370038 756176358823515 1419668318501233233 N - inilah.com
Foto inilah.com

Di situs itu, akun Bjorka mempublikasikan beberapa dokumen surat menyurat pada periode 2019-2021. Dokumen tersebut disebut dikirimkan ke Jokowi. “Termasuk kumpulan surat yang dikirim oleh Badan Intelijen Negara yang diberi label rahasia,” tulis akun Bjorka dalam situs tersebut.

Bjorka juga mengklaim telah membobol ratusan juta data milik Komisi Pemilihan Umum atau KPU. Dugaan kebocoran data itu terungkap dari unggahan Bjorka pada 6 September 2022 di Breached Forums atau Breached.to.

Bjorka sebelumnya juga telah membocorkan data SIM Card dari 1,3 juta penduduk Indonesia melalui Forum Breached atau Breached Forums. Bjorka mengklaim telah mengantongi 1.304.401.300 atau sekitar 1,3 miliar data registrasi SIM Card atau sebanyak 87 GB yang berisi nomor induk kependudukan (NIK), nomor telepon, operator seluler yang digunakan dan tanggal penggunaan.

Data itu pun diduga telah diperjualbelikan pada salah satu situs hacker. Akun Bjorka tersebut juga mengaku telah membagikan 2 juta data sampel yang telah dikumpulkan dari 2017 hingga 2020.

5.Motif Bjorka retas data pemerintah

Dalam akun Twitternya, Bjorka menjelaskan alasannya meretas data Indonesia. Menurut dia, kebijakan perlindungan data di Indonesia sangat buruk. Sehingga sangat mudah bagi peretas untuk masuk melalui berbagai celah. Selain itu, ia menilai lembaga pemerintahan akan bobrok selama masih dipimpin oleh orang yang bukan ahlinya.

6.Ada unsur politis

Bjorka memiliki teman mantan WNI yang tinggal di Warsawa. Akan tetapi, teman Bjorka tidak dapat kembali ke tanah air karena kehilangan kewarganegaraan setelah Peristiwa 1965. Bjorka menyebut sahabatnya sebagai pria tua yang memiliki background pendidikan di bidang TI.

Baca juga
Jreeng.. Database PeduliLindungi Jadi Target Hacker Bjorka Selanjutnya!

Sahabatnya sendiri memiliki cita-cita besar bagi kemajuan bangsa Indonesia laiknya B.J. Habibie. Namun, cita-cita itu tak pernah terwujud sampai ajal menjemput. Pak tua yang menjadi sosok orang tua asuh sekaligus sahabat Bjorka telah berpulang pada tahun 2021 lalu.

Jika menilik sejarah, banyak WNI yang kehilangan kewarganegaraannya pasca-Peristiwa 1965, seperti kalangan nasionalis sampai tokoh agama.

Sebelum Peristiwa 1965, Presiden Soekarno banyak mengirim pelajar sampai pejabat ke berbagai belahan dunia seperti Tiongkok, Rusia, dan Polandia. Namun, ketika era Soekarno berakhir dan digantikan Soeharto, mereka dicap pengkhianat oleh rezim. Paspor mereka dicabut dan menjadi orang buangan.

Bjorka pun penuh percaya diri bahwa pemerintah Indonesia tidak akan sanggup melacak identitas temannya. Pasalnya, semua informasi tentang sahabatnya memang sudah dihapus oleh pemerintah Indonesia.

Menurut Founder Drone Emprit dan Media Kernels Indonesia, Ismail Fahmi terkait motif politis. “Ini bukan hacker biasa yang curi data, tapi ada kepentingan lain. Ceritanya bisa decoy, bisa juga betul. Tapi soal korban Orde Baru, kita nggak bisa telan mentah-mentah,” kata Ismail.

7. Pembentukan tim khusus

Menteri Komunikasi dan Informatika Johnny G. Plate mengatakan, dibentuknya tim khusus yaitu “emergency response team”  untuk menjaga tata kelola data yang baik di Indonesia. “Juga untuk menjaga kepercayaan publik. Jadi akan ada emergency response team, (anggotanya) dari BSSN, Kominfo, Polri, dan BIN untuk melakukan asesmen-asesmen berikutnya,” katanya.

Ia menjelaskan, melakukan rapat terbatas dengan Presiden Joko Widodo, Wakil Presiden Ma’ruf Amin, Menteri Koordinator bidang Politik, Hukum dan Keamanan Mahfud MD, Kepala Badan Siber dan Sandi Negara (BSSN) Hinsa Siburian. “Tim lintas kementerian dan BSSN , Kominfo, Polri dan BIN berkoordinasi untuk menelaah secara dalam,” ungkap Johnny.

8.Pemerintah sudah mengantongi identitas Bjorka

Menteri Koordinator Bidang Politik Hukum dan Keamanan Mahfud MD meyakinkan bahwa Bjorka telah teridentifikasi oleh Badan Intelejen Negara (BIN).

Mengutip dari Antara, BIN telah berhasil memperoleh gambaran pelaku. Akan tetapi, sementara ini informasi gambaran pelaku bukan untuk konsumsi publik. Alat pelacak lokasi Bjorka pun sudah ada.

Baca juga
3 Tahun Beroperasi Hasilkan Rp18 M Polisi Akhirnya Bongkar Sindikat Pemalsu Kartu Prakerja

9. Dua pemuda diduga terlibat Bjorka

Tak lama tim Khusus Perlindungan Kebocoran Data Pemerintah beraksi dikabarkan telah mengamankan pihak yang terlibat dengan hacker Bjorka.

Ada dua orang pemuda yang diduga terlibat di balik peretasan data pribadi yang dilakukan hacker Bjorka.

Lokasi kedua pemuda tersebut juga sudah diketahui. Satu orang di Madiun, Jawa Timur dan lainnya di Cirebon, Jawa Barat. Keduanya diketahui bernama Muhammad Said Fikriansyah (Cirebon) dan Muhammad Agung Hidayatulloh (Madiun).

10. Keluarga pemuda Madiun tersangka bantu Bjorka

Tim Cyber Mabes Polri telah membuat bingung warga Desa Banjaransari Kulon, Kecamatan Dagangan, Madiun. Seorang pemuda setempat berinisial MAH (21) alias Muhammad Agung Hiyatullah, yang sehari-hari bekerja di kios es cup waralaba di desa itu, diciduk.

Tidak hanya membuat bingung keluarga MAH, warga setempat juga tidak percaya bahwa MAH merupakan sosok di balik hacker Bjorka. Sosok hacker yang telah membocorkan sejumlah data penting pejabat RI dan tengah diburu Tim Khusus Investigasi yang dibentuk pemerintah.

Setelah melakukan pemeriksaan hampir 2×24 jam sejak Rabu (14/9/2022), Mabes Polri ternyata menetapkan Agung alias MAH sebagai tersangka. Pemuda Madiun itu diduga membantu hacker Bjorka.

11. Bjorka bantah penangkapan dirinya

Bjorka merespon soal kabar penangkapan dirinya oleh polisi di Madiun, Jawa Timur. Ia menyebut salah tangkap itu merupakan hasil kekeliruan Dark Tracer. Ia menyebut platform itu memberikan kesalahan informasi atas penangkapan seorang pria berinisial MAH oleh polisi.

“Bocah ini ditangkap dan diinterogasi Pemerintah Indonesia,” tulis Bjorka di grup aplikasi Telegram miliknya, Kamis, (15/09/2022) pagi.

“Untuk orang Dark Tracer, ini adalah dosa kalian menyediakan layanan palsu ke pemerintah Indonesia dan memberikan informasi yang salah kepada para idiot.”

Tinggalkan Komentar