Minggu, 29 Mei 2022
28 Syawal 1443

12 Maskapai Internasional Ini Beroperasi di Bandara I Gusti Ngurah Rai

12 Maskapai Internasional Sudah Mulai Beroperasi di Bandara I Gusti Ngurah Rai
Maskapai Internasional di Bandara I Gusti Ngurah Rai/ Foto: Antara

Sebanyak 12 maskapai internasional telah beroperasi secara reguler di Bandara I Gusti Ngurah Rai. Beroperasinya kembali maskapai penerbangan internasional ini setelah pemerintah melonggarkan aturan terkait pandemi COVID-19 pada Ferbruari 2022.

Yang terbaru pada Kamis (14/4) malam, Bandara Gusti Ngurah Rai Bali mendapatkan tambahan maskapai Qantas Airlines dengan rute Melbourne-Denpasar PP.

“Sejak koridor penerbangan internasional di Bandara Bali sudah buka, maskapai berangsur-angsur bertambah, kemarin maskapai Qantas Airlines juga melakukan penerbangan perdananya. Kami menyambut antusias penerbangan maskapai ke-12 ini,” ujar General Manager PT Angkasa Pura (AP) I Bandara Internasional I Gusti Ngurah Rai Bali Herry AY Sikado di Kabupaten Badung, Jumat (15/4/2022).

Baca juga
Pertamina Jamin Kelancaran Operasional dan Layanan BBM Jelang Mudik

Pada penerbangan perdananya ke Bali, Qantas Airlines QF45 menggunakan pesawat jenis Boeing 737-838 registrasi VH-XZA mendarat Kamis (14/3) pukul 21.17 WITA dengan mengangkut 155 orang penumpang.

Kemudian pesawat yang sama dengan nomor penerbangan QF46 kembali lepas landas menuju Melbourne dengan mengangkut 83 orang penumpang.

Sesuai jadwal, Qantas Airlines akan melayani rute penerbangan itu sebanyak tiga kali dalam seminggu yaitu pada Selasa, Kamis, dan Sabtu.

Herry Sikado menambahkan pihaknya terus berkomitmen memberikan layanan terbaik agar penerbangan internasional yang menunjukkan pertumbuhan positif dapat berjalan dengan lancar. Pihaknya juga optimistis jumlah penerbangan internasional di Bandara Ngurah Rai Bali secepatnya juga akan kembali pulih.

Baca juga
Pasar Saham Kecewa dengan Penurunan Cadangan Devisa

“Hal ini didukung dengan kemudahan persyaratan penerbangan berdasarkan regulasi pemerintah, sehingga kami bersama stakeholder harus menjaga kepercayaan pemerintah dan pengguna jasa agar seluruh fasilitas serta protokol kesehatan berjalan dengan baik,” ucapnya.

Tinggalkan Komentar