Rabu, 30 November 2022
06 Jumadil Awwal 1444

13 Tahun PTMSI Berpolemik, Panitia Liga Tenis Meja Indonesia Minta Presiden Jokowi Turun Tangan

Sabtu, 01 Okt 2022 - 21:32 WIB
Penulis : Harris Muda
Editor : Ibnu Naufal
Tenis meja Jokowi
Spanduk permohonan kepada presiden Jokowi untuk benahi dualisme PTMSI (Foto: inilah.com)

Liga Tenis Meja Indonesia 2022 seri ke-2 resmi digelar di Gor Bulungan, Jakarta Selatan sejak Jumat (30/9/2022) kemarin. Bukan hanya mengasah pembinaan atlet lewat pertandingan, pagelaran ini juga mengusung misi menyatukan dualisme federasi Persatuan Tenis Meja Seluruh Indonesia (PTMSI) yang sudah berpolemik masuk tiga belas tahun.

Hal itu tercermin dari sepanduk besar yang diusung panitia dalam gelaran yang berlangsung di GOR Bulungan. Spanduk besar berwarna oranye itu ditujukan kepada Pemerintah Pusat dalam hal ini Presiden Joko Widodo.

“Yang terhormat Bapak Presiden Joko Widodo. Dalam usia emas, kami sebagai atlet Tenis Meja ingin sekali mengukir prestasi dalam kejuaraan Nasional, Regional, maupun Internasional,” bunyi awalan spanduk dikutip Inilah.com, Sabtu (1/10/2022).

Baca juga
G20 Usai, Jokowi Langsung Gaspol Hadiri KTT APEC di Thailand

“Tetapi kesempatan itu hilang karena dualisme induk organisasi Tenis Meja PTMSI yang membatasi kami,” sambung tulisan di spanduk.

Utasan kalimat spanduk yang diusung panitia kemudian ditutup dengan pemohonan tertulis kepada Presiden Jokowi untuk mencarikan jalan keluar.

“Bapak Presiden yang kami kasihi, bantulah kami untuk menyatukan PTMSI, salam hormat kami, Atlet Tenis Meja Indonesia,” tutup pesan di spanduk.

Sekretaris Umum penyelenggaran Liga Tenis Meja Indonesia, Hendra Darmawan saat dikonfirmasi membenarkan, bahwa spanduk tersebut sengaja dibentangkan sebagai salah satu misi dalam perhelatan yang ia selenggarakan.

Buntut dualisme PTMSI, kompetisi Tenis Meja Nasional nyaris tak terdengar. Lebih-lebih, dalam perhelatan multievent seperti SEA Games Tenis Meja Indonesia terhitung sudah mangkir sebanyak 3 kali.

Baca juga
Kepadatan Arus Balik, Pemudik Diimbau Kembali Lebih Awal

“Iya memang ini salah satu tujuan kita menyelenggarakan event kedua ini di tahun ini. Selain pembinaan atlet, kita juga ingin dualisme ini segera selesai. Dengan siapa lagi kita akan mengadu kalau tidak kepada Presiden langsung,” kata Hendra.

Img 7315 - inilah.com
Sekretaris Umum penyelenggaran Liga Tenis Meja Indonesia, Hendra Darmawan (Foto: inilah.com)

Sebagai informasi, PB PTMSI telah mengalami perpecahan setidaknya dalam lima tahun terakhir. Hingga kini bahkan ada tiga orang yang mengklaim sebagai ketua kepengurusan yang sah, yakni PTMSI kubu Oegroseno, Lukman Eddy, dan Peter Layardi.

Imbas perpecahan tersebut, PTMSI pun tak bisa menggelar kejuaraan nasional apa pun ataupun mengirim atletnya dalam event-event internasional.

Cabang tenis meja juga tidak diizinkan untuk dipertandingkan dalam Pekan Olahraga Nasional (PON) Papua 2021.

Tinggalkan Komentar