Sabtu, 21 Mei 2022
20 Syawal 1443

16 Tahun Merantau, Pekerja Mirgran Asal Sampang Meninggal Dunia di Brunei

Meninggal Dunia - inilah.com
16 Tahun Merantau, Pekerja Migran Asal Sampang Meniggal Dunia Di Brunei

Seorang Pekerja Migran Indonesia (PMI) meninggal dunia di Brunei Darussalam karena mengalami kecelakaan kerja.

Hal itu berdasarkan rilis Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) dan Tenaga Kerja (Naker) Kabupaten Sampang, Jawa Timur.

“PMI yang meninggal dunia itu bernama Ismail Bahar warga Desa Ketapang Laok, Kecamatan Ketapang, Kabupaten Sampang,” kata Kepala Bidang (Kabid) Penempatan dan Pengembangan Tenaga Kerja DPMPTSP-Naker Sampang Agus Sumarso kepada wartawan, Sabtu (22/1/2022)..

Korban meninggal dunia pada 12 Januari 2022 sekitar pukul 11.13 waktu setempat. Ia meninggal dunia di tempat kerjanya di Limau Manis, Bandar Sri Begawan, Brunei Darussalam.

Baca juga
Mau Main PS, ABG 15 Tahun Malah Dikeroyok Gangster Hingga Tewas

Ismail Bahar bekerja sudah selama 16 tahun di Brunei Darussalam sebagai supir truk pada Syarikat Haji Musa Pgh Jair di Bandar Seri Begawan.

Informasi meninggalnya Ismail Bahar setelah Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) mendapat kabar dari pihak kepolisian setempat.

Berdasarkan hasil Postmortem di RS RIPAS, tidak ada luka atau penyebab lain yang mengarah pada tindak pembunuhan, penganiayaan kekerasan, maupun rekayasa yang menyebabkan kematian.

“Meninggalnya murni karena kecelakaan kerja. Waktu itu saat pemeriksaan di RS RIPAS ada kepolisian, majikan, keponakan almarhum dan pihak KBRI,” kata Agus, menerangkan.

Proses pemulangan jenazah ini sesuai permintaan dari pihak keluarga untuk dipulangkan ke Tanah Air dengan semua biaya ditanggung oleh majikan dan asuransi jasa tenaga kerja dari perusahaan yang memberangkatkan yang bersangkutan.

Baca juga
108 Orang di Jatim Terpapar Omicron

Ismail Bahar tercatat sebagai PMI dengan dokumen paspor Nomor C0833169.”KBRI memastikan bahwa tidak ada gaji almarhum Ismail Bahar yang tertunggak,” katanya, menjelaskan.

Sementara itu pada Sabtu (22/1/2022), Pemkab Sampang mendatangi rumah korban di Desa Ketapang Laok, Kecamatan Ketapang menyampaikan ucapan bela sungkawa dan menyerahkan santunan kepada keluarga PMI itu berupa paket sembako dan sejumlah uang.*

Tinggalkan Komentar