173.329 Guru Honorer Lulus PPPK Tahap I, Nadiem: Terbesar dan Bersejarah

173.329 Guru Honorer Lulus PPPK Tahap I, Nadiem: Terbesar dan Bersejarah - inilah.com

Sebanyak 173.329 guru honorer lulus menjadi aparatur sipil negara berstatus pegawai pemerintah dengan perjanjian kerja atau PPPK dari hasil seleksi tahap 1 tahun 2021. Pengangkatan guru honorer diungkapkan Menteri Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi Nadiem Anwar Makarim pertama kali dalam sejarah Indonesia terjadi pengangkatan guru honorer dalam jumlah yang sangat besar.

“Dengan sangat bahagia saya mengumumkan pada ronde pertama ini, dari 322.665 formasi yang dilamar, 173.329 guru honorer akan diangkat menjadi PPPK,” kata Nadiem Makarim.

Nadiem mengatakan, angka tersebut merupakan yang terbesar dan bersejarah dalam perekrutan guru ASN. Ia pun menegaskan bahwa hasil seleksi ini baru ronde pertama.

Bagi yang belum lolos, pemerintah masih memberikan kesempatan mengikutin seleksi guru ASN PPPK tahap kedua dan ketiga pada tahun ini. “Tiap guru honorer diberi 3 kesempatan ambil tes seleksi, sehingga bisa ambil jangka waktu untuk belajar dan coba lagi,” katanya.

Baca juga  Kemendikbud Minta Investigasi Usut Kematian Lala UPN Veteran

Bagi guru honorer yang lolos passing grade namun tidak dapat formasi, Nadiem mengatakan dalam seleksi kedua dan ketiga akan ada optimalisasi formasi di mana pemerintah akan membantu dan mendukung mereka menemukan posisi dan lowongan formasi.

Menurut Nadiem, peserta yang sudah lolos passing grade namun belum dapat formasi juga punya opsi, yaitu ikut registrasi ronde kedua atau ketiga PPPK Guru 2021 tanpa mengambil tes ulang. “Tapi kalau ingin mencoba dapat angka lebih tinggi juga diperbolehkan. Sehingga ranking mereka dalam seleksi formasi lebih tinggi,” ujarnya.

Nilai Afirmasi Dongkrak Kelulusan

Kepala Badan Kepegawaian Negara Bima Haria Wibisana mengatakan tambahan nilai afirmasi dalam seleksi guru aparatur sipil negara pegawai pemerintah dengan perjanjian kerja (ASN PPPK), membuat peserta yang lolos juga bertambah.

Baca juga  Segala Jenis Pengobatan COVID-19 Wajib Uji Klinis

“Setelah mendapatkan afirmasi tambahan untuk usia 50 tahun, ada tambahan peserta yang lulus 82.493. Sehingga, jumlah peserta yang lulus di tahap pertama ini adalah 173.329,” kata Kepala BKN Bima.

Tambahan nilai afirmasi yang dimaksud adalah kebijakan penyesuaian nilai ambang batas. Sebelumnya, kebijakan afirmasi hanya diberlakukan bagi peserta yang memiliki sertifikat pendidik mendapat 100 persen dari nilai maksimal kompetensi teknis, 15 persen untuk usia di atas 35 tahun, 10 persen bagi penyandang disabilitas, dan 10 persen bagi guru honorer K-II.

Pemerintah kemudian memberikan tambahan afirmasi melalui penyesuaian nilai ambang batas, yaitu 100 persen dari nilai maksimal kompetensi teknis dan 10 persen dari nilai maksimal manajerial-sosiokultural dan wawancara untuk peserta usia di atas 50 tahun. Lalu tambahan 10 persen dari nilai maksimal kompetensi teknis untuk semua peserta.

Baca juga  Musik Tradisi Akan Masuk Kurikulum Sekolah

Bima mengungkapkan, jika tidak ada tambahan nilai afirmasi, maka jumlah peserta guru ASN PPPK 2021 yang lolos tahap pertama hanya berjumlah 90.836 orang. Artinya, dari 506.252 formasi yang tersedia, hanya terisi 28,2 persen. Sementara setelah adanya tambahan nilai afirmasi, formasi yang terisi kini mencapai 53,7 persen.

Tinggalkan Komentar