Rabu, 30 November 2022
06 Jumadil Awwal 1444

19 Orang Termasuk Anggota Intelijen Iran Tewas Usai Bentrok Antar-kelompok

Sabtu, 01 Okt 2022 - 15:51 WIB
19 Orang Termasuk Anggota Intelijen Iran Tewas Usai Bentrok di Perbatasan
Ilustrasi Militer Iran / Foto: Reuters

Bentrokan antara dua kelompok terjadi di Iran pada Jumat (30/9) yang menewaskan anggota intelijen Iran. Akibat bentrok tersebut 19 orang termasuk seorang anggota intelijen Pengawal Revolusi tewas di Provinsi tenggara Iran, Sistan-Baluchestan.

Belum ada yang bisa memastikan apakah bentrokan ini terkait aksi protes warga atas kematian Mahsa Amini dalam tahanan polisi moral. Sebab beberapa hari terakhir ternjadi banyak kerusuhan di Iran terkait kematian Amini.

“19 orang tewas dan 20 luka-luka dalam insiden itu,” kata gubernur regional Hossein Khiabani kepada penyiar negara, dikutip dari AFP, Sabtu (1/10/2022).

Dalam bentrokan tersebut juga menyebut jika seorang petugas intelijen provinsi Korps pengawal Revolusi Islam di Iran tewas.

“Petugas intelijen provinsi Korps Pengawal Revolusi Islam Kolonel Ali Mousavi juga tewas,” tambah televisi pemerintah.

Baca juga
Amerika, Si Polisi Dunia, Jatuhkan Sanksi kepada Iran karena “Pelecehan Perempuan”

Sebagai informasi Sistan-Baluchistan adalah kota di Iran yang berbatasan dengan Afghanistan dan Pakistan. Wilayah ini juga tercatat sebagai kawasan yang penduduknya berada di bawah kemiskinan.

Kawasan ini terkenal sebagai wilayah rawan bentrok karena banyak geng penyelundup narkoba dan pemberontak dari minoritas Baluchi dan kelompok ekstremis Muslim Sunni.

Militer dan Intelijen Iran Balas Serangan Kelompok Bersenjata

Media pemerintah sebelumnya melaporkan bahwa pasukan keamanan telah membalas tembakan dari sekelompok orang bersenjata yang menyerang sebuah kantor polisi di ibu kota provinsi Zahedan

“Sejumlah anggota polisi serta orang yang lewat terluka dalam baku tembak,” kata penyiar negara.

Negara Iran sendiri saat ini tengah bergejolak karena banyaknya kerusuhan dan aksi demonstrasi akibat kematian Amini di tahanan polisi moral. Para warga menilai Amini menandapatkan penyiksaan dari petugas polisi moral saat menangkapnya karena tak mengenakan penutup kepala sesuai aturan mereka.

Baca juga
Misteri Kaus Kaki Bolong di Piala Dunia Qatar

Setelah berita kematian itu, ribuan warga turun ke jalan menuntut keadilan dan transparansi untuk Amini. Mereka juga menyoroti kebebasan ekspresi yang terkikis di Iran.

Organisasi hak asasi manusia menyebut ada 83 orang yang tewas dalam aksi demonstrasi di Iran yang sudah berlangsung selama dua pekan. Demonstasi ini terkait kematian seorang perempuan muda (22) Mahsa Amini.

“Setidaknya 83 orang, termasuk anak-anak, telah terkonfirmasi tewas dalam #ProtesIran,” demikian pernyataan organisasi Hak Asasi Iran, dalam pernyataan Twitter, Jumat (30/9/2022).

Kelompok organisasi hak asasi manusia juga menyebut ada puluhan aktivis, mahasiswa, dan artis yang polisi tangkat saat demonstrasi berlangsung.

Baca juga
Iran Luncurkan Rudal Baru, Mampu Melesat Ribuan Kilometer

Selain itu ada sekitar 28 jurnalis yang ikut ditahan saat sedang melakukan peliputan aksi tersebut pada Kamis (29/9/2022). Hal ini diuangkap oleh Komite Perlindungan Jurnalis di Iran.

Tinggalkan Komentar