Rabu, 30 November 2022
06 Jumadil Awwal 1444

23 Hari Brigadir J Tewas Belum Ada Tersangka, IPW: Ini Catatan Buruk!

Minggu, 31 Jul 2022 - 15:12 WIB
Lemkapi - inilah.com
Kerabat memegang foto almarhum Brigadir Nofriansyah Yosua Hutabarat atau Brigadir J saat pemakaman kembali jenazah setelah autopsi ulang di Sungai Bahar, Muarojambi, Jambi, Rabu (27/7/2022). (Foto: Antara).

Sudah 23 hari Brigadir Yosua alias Brigadir J tewas namun hingga kini Timsus Polri belum menetapkan tersangka. Lambannya penanganan kasus ini menambah catatan buruk kinerja Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo yang telah membentuk timsus karena seharusnya pengungkapan kasus tersebut tidak memakan waktu panjang.

“Memang menjadi tanda tanya mengapa tidak ada tersangka. Saya juga mempertanyakan. Ini salah satu catatan buruk buat timsus,” kata Ketua IPW Sugeng Teguh Santoso, kepada Inilah.com, belum lama ini.

Sugeng menyadari lambannya pengusutan perkara polisi tewas di rumah jenderal menimbulkan pertanyaan publik terhadap kinerja Kapolri Listyo Sigit Prabowo. Namun dia menilai masih terlalu dini jika harus muncul desakan agar Presiden Jokowi mencopot Kapolri karena gagal menuntaskan kasus tewasnya polisi di rumah jenderal Polri.

Dia beralasan Kapolri sudah membuat kebijakan dengan membentuk timsus untuk mengungkap perkara tewasnya Brigadir J di rumah dinas Kadiv Propam. Timsus dianggap masih bekerja, sehingga Sugeng menganggap proses pengungkapan berjalan.

Baca juga
Iwan Bule Optimistis Timnas Indonesia Hajar Vietnam di SEA Games

“Jadi jika dikaitkan dengan wacana penonaktifan belum tepat karena prosesnya masih berjalan,” kata Sugeng.

Menurutnya, sekarang ini justru publik menunggu gebrakan timsus yang dibentuk Kapolri untuk mengungkap perkara ini secara transparan dan objektif yang asilnya bisa diuji secara ilmiah. Hal ini yang dijadikan komitmen oleh Kapolri ketika mengumumkan membentuk timsus dan disusul penonaktifan sejumlah perwira.

Celakanya, kinerja timsus seolah tidak mengalami kemajuan. Padahal Irjen Ferdy Sambo sudah nonaktif. Praktis giat yang dapat dilihat publik dalam pengusutan kasus ini sebatas prarekonstruksi di rumah dinas Kadiv Propam, Kompleks Polri, Duren Tiga, Jakarta. Selanjutnya Polri proses autopsi ulang jenazah Brigadir J di Jambi yang sampelnya sudah berada di RSCM.

Baca juga
Demokrat Sebut 'Lord Opung' Kendalikan Ketum Partai dan Menteri Wacanakan Tunda Pemilu

Sedangkan hal-hal yang substantif seperti kepemilikan Glock 17 yang digunakan Bharada E menembak Brigadir J masih menjadi teka-teki. Dalam hal ini, Sugeng mengeritisi tidak transparannya Timsus Polri mengungkap kepemilikan senjata itu.

“Tim khusus wajib mengungkap pistol Glock itu,” kata Sugeng yang mempertanyakan nomor register senjata semi automatis itu. “Karena disinyalir Sambo juga memegang pistol Glock,” lanjutnya.

Proses selanjutnya yang perlu dikritisi yakni hasil autopsi ulang jenazah Brigadir J yang telah dilakukan pada Rabu (27/7/2022) yang lalu. Dia meminta hasilnya bisa diumumkan kepada publik dalam waktu dua pekan setelah proses ekshumasi, tidak sampai empat pekan.

Dalam konteks itu, komitmen Kapolri yang menyatakan hasil autopsi ulang bakal diumumkan dapat diuji. Selanjutnya dia meminta proses rekonstruksi kasus penembakan segera dilakukan. Rekonstruksi harus menghadirkan pihak-pihak yang terlibat pada 8 Juli 2022 atau hari ketika Brigadir J merenggang nyawa. Bukan hanya para ajudan, Jenderal Sambo dan istri juga harus dihadirkan.

Baca juga
Zulhas Ungkap KIB Masih Tunggu Partai Lain Bergabung: Jadinya 'KIB Plus-plus'

“Nanti kita baru bisa menilai apabila tim khusus ini sudah melaporkan hasilnya. Jadi intinya ada dua, memenuhi rasa keadilan masyarakat atau tidak,” tutur Sugeng.

 

Tinggalkan Komentar