Jumat, 02 Desember 2022
08 Jumadil Awwal 1444

23 Koruptor Bebas dalam Sehari, Korupsi Bukan Kejahatan Luar Biasa

Rabu, 07 Sep 2022 - 17:52 WIB
Img 20200617 121344 01 01 - inilah.com
Sejumlah koruptor seperti Suryadharma Ali dan Patrialis Akbar bebas dari Lapas Sukamiskin, Selasa (6/9/2022). Foto: Antara

Puluhan koruptor yang mendekam di Lapas Sukamiskin dan Lapas Tangerang dinyatakan bebas bersyarat pada Selasa (6/9/2022). Bebasnya pelaku kejahatan luar biasa tersebut masuk dalam 1.386 narapidana yang dinyatakan bebas bersyarat. Fakta ini menunjukkan korupsi bukan kejahatan yang luar biasa karena pelakunya, yang telah dinyatakan terbukti korupsi, masih menerima previlise dan kejahatan mengemplang uang negara tidak menakutkan.

Koordinator Masyarakat Anti Korupsi Indonesia (MAKI), Boyamin Saiman menyebutkan, bebasnya puluhan koruptor yang totalnya mencapai 23 orang dan 19 dari Lapas Sukamiskin dan empat sisanya dari Lapas Tangerang menjadi sinyal kuat bagi publik bahwa komitmen negara dalam pemberantasan korupsi sangat lemah. Secara tidak langsung hal ini menunjukkan pula tidak ada efek jera bagi pelaku korupsi.

Baca juga
Penghitungan Tak Resmi Menangkan Marcos Jr untuk Kursi Presiden Filipina

“Pesan jera sampai ke masyarakat sehingga hukuman biasa saja untuk korupsi, orang sudah tidak takut lagi. Ini disesalkan,” kata Boyamin, di Jakarta, Rabu (7/9/2022).

Boyamin mengaku kecewa mendapatkan kabar banyaknya pelaku korupsi yang menerima remisi dan bebas bersyarat. Bahkan pemberian status bersyarat tersebut dilakukan dalam sehari atau berbarengan. “Ini menjadi pesan bagi masyarakat, korupsi tak berefek hukum menakutkan,” tuturnya.

Dia mengaku khawatir pemberian remisi dan bebas bersyarat ditangkap oleh para penyelenggara negara dan menganggap enteng bila terjerat korupsi. Situasi ini semakin runyam karena UU Pemasyarakatan turut memberi ruang pemberian remisi dan pembebasan bersyarat kepada seluruh napi termasuk korupsi.  Artinya, apabila negara serius dalam memberantas korupsi harus ada ancaman pidana tinggi didukung larangan pemberian remisi kepada pelaku korupsi.

Baca juga
Cegah Varian Baru, Kemenkumham Batasi Orang Asing Masuk Indonesia

“Kehendak DPR untuk membuat aturan untuk bebas bersyarat berlaku semua termasuk korupsi. DPR sekarang itu menurut saya persepsi terhadap korupsi tidak penting lagi sehingga kemudian membolehkan fasilitas pengurangan milik semua kasus pidana termasuk korupsi,” keluhnya.

Direktorat Jenderal Pemasyarakatan (Ditjen Pas) Kemenkumham mengungkapkan jumlah napi koruptor yang mendapat bebas bersyarat sebanyak 23 orang. “23 narapidana tipikor yang sudah dikeluarkan pada tanggal 6 September 2022 dari dua lapas, yaitu Lapas Kelas I Sukamiskin dan Lapas Kelas IIA Tangerang,” ujar Koordinator Hubungan Masyarakat dan Protokol Ditjen Pas Rika Aprianti.

Berikut daftar nama 23 eks napi korupsi yang bebas bersyarat:
Zumi Zola
Patrialis Akbar
Ratu Atut
Pinangki Sirna Malasari
Tubagus Hasan Shochib
Desi Aryani Bin Abdul Halim
Mirawati Binti H. Johan Basri
Syahrul Raja Sampurnajaya
Setyabudi Tejocahyono
Sugiharto
Andri Tristianto Sutrisna
Budi Susanto
Danis Hatmaji
Edy Nasution
Irvan Rivano Muchtar
Ojang Sohandi Bin Ukna Sopandi
Andi Taufan Tiro
Arif Budiraharja
Supendi
Suryadharma Ali
Tubagus Chaeri Wardana Chasan
Anang Sugiana Sudihardjo
Amir Mirza Hutagalung

Baca juga
Respons Teduh Suharso Hadapi Pemakzulan demi Jaga Soliditas PPP

 

Tinggalkan Komentar