Senin, 15 Agustus 2022
17 Muharram 1444

3 Orang Tewas dan 3 Kritis dalam Penembakan Maut di Mal Kopenhagen Denmark

Senin, 04 Jul 2022 - 10:00 WIB
Penulis : Ibnu Naufal
Sebuah ambulans dan polisi bersenjata di luar pusat perbelanjaan Field, di Orestad, Kopenhagen, Denmark, Minggu, 3 Juli 2022 (Foto AP)
Sebuah ambulans dan polisi bersenjata di luar pusat perbelanjaan Field, di Orestad, Kopenhagen, Denmark, Minggu, (03/07/2022) (Foto AP)

Seorang pria bersenjata melepaskan tembakan di dalam sebuah pusat perbelanjaan yang cukup ramai di ibukota Denmark pada hari Minggu (04/07/2022), menewaskan tiga orang dan melukai tiga lainnya, kata polisi Denmark.

Melansir NYtimes, Kepolisian menambahkan bahwa pihaknya telah menangkap seorang pria Denmark berusia 22 tahun dan tidak dapat mengesampingkan penembakan itu sebagai “tindakan terorisme”.

Serangan itu mengguncang Denmark pada akhir pekan yang menyenangkan –jika tak ada peristiwa maut itu– tepat setelah negara itu menjadi tuan rumah tiga tahap pertama dari balap sepeda Tour de France. Ribuan orang Denmark bersorak di jalan-jalan di seluruh negeri selama ajang balap sepeda itu.

“Denmark dilanda serangan kejam pada Minggu malam. Beberapa meninggal. Bahkan lebih banyak lagi yang terluka. Keluarga tak bersalah yang sedang berbelanja atau makan di luar. Anak-anak, remaja dan dewasa,” kata Perdana Menteri Mette Frederiksen dalam sebuah pernyataan Minggu malam.

“Ibu kota kami yang indah dan biasanya begitu aman berubah dalam hitungan detik,” katanya. “Saya ingin mendorong Denmark untuk berdiri bersama dan saling mendukung di masa sulit ini.”

Kepolisian Kopenhagen mengatakan petugas bersenjata dikirim ke mal Field di ibu kota pada Minggu sore setelah menerima laporan penembakan itu.

Baca juga
Revisi UU Sisdiknas Dinilai "Anak Tirikan" Sekolah Agama dan Swasta

Polisi melakukan pencarian besar-besaran

Para petugas mengatakan kepada orang-orang di dalam mal untuk tetap tinggal dan menunggu bantuan. Rekaman media lokal menunjukkan sekelompok pembeli yang ketakutan berlarian dari mal.

Polisi melancarkan pencarian besar-besaran di seluruh daerah Selandia pada Minggu pagi, kata Inspektur Kepala Kepolisian Soren Thomassen kepada wartawan, tapi mengatakan tidak ada indikasi awal bahwa ada penembak lain.

Thomassen menolak mengomentari kemungkinan motif atau apakah penembak itu polisi ketahui.

Rumah sakit utama ibu kota, Rigshospitalet, telah menerima “sejumlah kecil pasien” untuk dirawat, kata seorang juru bicara, dan telah mengerahkan dokter dan perawat tambahan.

Tabloid Denmark BT menerbitkan rekaman video, yang tidak diverifikasi, yang dikatakan direkam oleh seorang saksi serangan itu, Mahdi Al-wazni. Rekaman tersebut memperlihatkan seorang pria dengan senapan besar berjalan melalui mal dan menyandang senjata itu di bahunya.

“Dia tampak sangat agresif dan meneriakkan kata-kata tak dikenal,” kata Al-wazni kepada BT.

Selanjutnya rekaman yang diterbitkan oleh tabloid Ekstra Bladet menunjukkan satu orang dibawa dengan tandu oleh petugas penyelamat ke ambulans.

“Orang-orang pertama mengira itu pencuri … Kemudian saya tiba-tiba mendengar tembakan dan sembunyi ke belakang meja di dalam toko,” seorang saksi mata, Rikke Levandovski, mengatakan kepada penyiar TV2.

Baca juga
Presiden Baru Korea Selatan Seorang Mantan Jaksa Agung

“Dia menembak hanya ke arah kerumunan, bukan ke langit-langit atau ke lantai,” tambahnya.

Ancaman teroris

Pusat perbelanjaan bertingkat itu terletak sekitar lima kilometer di selatan pusat kota Kopenhagen.

“Saya dan teman saya … tiba-tiba kami mendengar tembakan. Saya mendengar sekitar sepuluh tembakan dan kemudian berlari secepat yang kami bisa ke toilet. Kami masuk ke toilet kecil ini di mana kami ada sekitar 11 orang,” kata saksi lain yang mengaku bernama Isabella kepada stasiun penyiaran publik DR.

Serangan itu muncul setelah penembakan mematikan di negara tetangga, Norwegia, terjadi pekan lalu. Dalam peristiwa itu, dua orang tewas oleh seorang penembak tunggal di ibu kota Norwegia, Oslo.

Ancaman teroris terhadap Denmark saat ini “serius”, dengan ancaman terbesar berasal dari “Islamisme militan”, menurut laporan terbaru dari Dinas Keamanan dan Intelijen Denmark.

Ancaman terhadap Denmark dari ekstremis sayap kanan anggapanya berada pada tingkat “umum”, yang berarti ada kemampuan dan/atau niat dan kemungkinan perencanaan.

Denmark terakhir mengalami serangan militan pada 2015. Ketika itu, dua orang tewas dan enam petugas polisi terluka saat seorang pria bersenjata menembak dan membunuh seorang pria di luar pusat budaya yang mengadakan debat tentang kebebasan berbicara.

Baca juga
KPK Pastikan Tak Ada Data yang Terbakar di Gedung Cyber

Selanjutnya pria tersebut kemudian membunuh seseorang di luar sinagoga Yahudi di Kopenhagen tengah.

Pria bersenjata itu tewas dalam baku tembak dengan polisi.

Sebuah konser pada Minggu malam yang akan hadir penyanyi Harry Styles di Kopenhagen –dan tidak jauh dari pusat perbelanjaan itu– batal, kata polisi.

“Kami sangat berduka cita bagi para korban, kerabat mereka, dan semua yang terkena dampak tragedi itu,” kata Ratu Denmark serta Putra Mahkota dan isteri dalam sebuah pernyataan.

Sebuah acara di Denmark Selatan untuk memperingati akhir tahapan Tour de France, yang terselenggara oleh Putra Mahkota dan rencananya hadir PM Frederiksen, juga batal.

Tinggalkan Komentar