Kamis, 26 Mei 2022
25 Syawal 1443

360 Santri PP Islam Bustanul Ulum Mengungsi Akibat Banjir di Jember

Banjir Jember - inilah.com
istockphoto

Lebih dari seratus Santri di Pondok Pesantren Islam Bustanul Ulum, Jember, Jawa Timur harus mengungsi setelah daerah mereka mengalami kebanjiran. Banjir menggenangi permukiman warga akibat curah hujan yang tinggi di Desa Pakusari, Kecamatan Pakusari,  pada Selasa malam (26/01).

Pengasuh Pondok Pesantren Islam Bustanul Ulum (IBU) M. Hafidi Cholis di Jember, Rabu, mengatakan bahwa banjir yang terjadi setelah hujan deras selama beberapa jam itu membuat 364 santri putri dari total 486 santri harus diungsikan ke tempat aman.

Menurut Hafidi, banjir sempat menimbulkan genangan setinggi 150 cm di kompleks pesantren putri sehingga para santri harus segera mengungsi

Baca juga
Jokowi Minta Basarnas Perkuat Mitigasi Bencana dan Buang Ego Sektoral

“Alhamdulillah, di tengah guyuran hujan deras evakuasi berjalan aman, namun ada 13 santri yang ketakutan, kedinginan, dan kejang-kejang lalu ada dua santri harus segera ke Puskesmas Pakusari,” kata Hafidi, yang juga menjabat sebagai Ketua Komisi D DPRD Jember.

Ia mengatakan bahwa semua santri semuanya segera berpindah dengan selamat, namun banyak peralatan sekolah dan perabotan milik santri yang hanyut saat banjir.

Sering Banjir

Menurut dia, saat ini banjir sudah surut dan para santri dan guru mulai membersihkan asrama dengan bantuan dari petugas pemerintah dan anggota Barisan Anshor Serbaguna (Banser) Jember.

“Semua santri juga mendapat pemeriksaan kesehatan dari Puskesmas Pakusari yang selanjutnya memberikan vitamin setelah santri berjemur dan makan pagi,” katanya, menambahkan bahwa kompleks Pondok Pesantren IBU memang sering kebanjiran.

Baca juga
Waspadai Pohon Tumbang Saat Hujan di Jakarta Selatan

Sekretaris Badan Penanggulangan Bencana Daerah Kabupaten Jember Heru Widagdo mengatakan bahwa hujan membuat air sungai dan saluran irigasi meluap dan membanjiri permukiman warga di Kecamatan Pakusari dan Mayang.

“Banjir menerjang dua kecamatan yakni Kecamatan Pakusari dan Mayang dengan total (yang terdampak banjir) 32 rumah dengan 96 jiwa, kemudian Pesantren IBU dengan jumlah 360 santri,” katanya.

Kerja Bakti

Ia menambahkan bahwa warga dan aparat pemerintah desa sudah bekerja bakti untuk membersihkan sisa banjir di Dusun Krajan, Desa Mayang, Kecamatan Mayang.

Heru mengimbau warga meningkatkan kewaspadaan karena hujan dengan intensitas tinggi perkiraannya turun hingga beberapa hari ke depan.

Tinggalkan Komentar