Rabu, 25 Mei 2022
24 Syawal 1443

42 Rumah di Seram Barat Rusak Akibat Gempa

42 Rumah di Seram Barat Rusak Akibat Gempa

Sebanyak 42 rumah warga di Kabupaten Seram Bagian Barat, Provinsi Maluku, yang rusak akibat gempa bumi dengan magnitudo 4,9 yang terjadi pada Kamis (24/3) pukul 20.51 WIB.

Pelaksana Tugas Kepala Pusat Data, Informasi, dan Komunikasi Kebencanaan BNPB Abdul Muhari mengatakan berdasarkan laporan dari BPBD Kabupaten Seram Bagian Barat yang menyatakan bahwa rumah-rumah warga yang terdampak gempa berada di Desa Kamarian, Kecamatan Kairatu.

“Dari laporan tersebut saat gempa terjadi warga merasakan guncangan kuat dengan durasi satu sampai dua detik. BPBD melaporkan warga tetap berjaga-jaga di luar rumah dan waspada terhadap gempa susulan,” kata Abdul sebagaimana dikutip dalam siaran pers BNPB yang diterima di Jakarta, Sabtu (26/3/2022).

Baca juga
Foto: Waspada Hujan Disertai Angin Kencang di Ibu Kota Jakarta

Setelah gempa terjadi, tim reaksi cepat BPBD Kabupaten Seram Bagian Barat berkoordinasi dengan aparat desa mendata dampak gempa.

Gempa juga berdampak pada 42 keluarga di Seram Bagian Barat dan menurut data sementara tidak sampai menimbulkan korban jiwa.

Abdul mengatakan bahwa dampak gempa juga dirasakan oleh warga di Pulau Ambon, tetapi tidak sampai menimbulkan kepanikan. Warga Kota Ambon merasakan getaran gempa sedang selama satu sampai dua detik.

Gempa bumi dengan magnitudo 4,9 yang terjadi pada Kamis (24/3) pukul 20.51 WIB pusatnya berada di sekira 12 km tenggara Kairatu pada kedalaman 10 km.

Baca juga
Ada Anggotanya Tertangkap Densus 88, MUI Pusat Siap Beberkan Fakta

Gempa yang menurut pemodelan BMKG tidak memicu terjadinya tsunami itu getarannya dirasakan pada skala IV MMI di Kairatu dan III MMI di Ambon.

Pada skala IV MMI getaran pada siang hari dirasakan oleh orang banyak dalam rumah dan beberapa orang di luar rumah serta menyebabkan gerabah pecah, jendela/pintu berderik, dan dinding berbunyi. Pada skala III MMI, getaran dirasa nyata di dalam rumah, terasa seolah ada truk berlalu.

BNPB mengimbau pemerintah daerah dan warga tetap waspada dan siap siaga karena menurut inaRISK sebelas wilayah kecamatan di Kabupaten Seram Bagian Barat, termasuk Kecamatan Kairatu, menghadapi potensi gempa dengan kategori sedang hingga tinggi.

Baca juga
Gempa 7,4 Magnitudo di NTT Sebabkan 364 Unit Rumah Rusak

Saat terjadi gempa, warga diimbau melakukan evakuasi mandiri. “Korban jiwa terjadi bukan disebabkan fenomena gempanya tetapi bangunannya,” kata Abdul.

Tinggalkan Komentar