Jumat, 27 Mei 2022
26 Syawal 1443

5 Fakta Penting Jangan Menjilat Bibir Kering Saat Berpuasa

Bibir Kering Saat Berpuasa - inilah.com
Unsplash

Saat menjalankan ibadah puasa di bulan Ramadan, karena tidak ada asupan mineral yang masuk ke dalam tubuh,  tidak jarang banyak orang mengalami bibir kering saat berpuasa.

Menurut dr. Aninda Marina, SpDV dari Perhimpunan Dokter Spesialis Kulit dan Kelamin Indonesia (PERDOSKI), lebih baik jangan dijilat ketika bibir kering saat menjalankan ibadah puasa.

“Kebiasaan menjilat-jilat bibir ini termasuk kebiasaan buruk karena membuat kekeringan bibir lebih lanjut,” katanya saat temu media virtual di Jakarta, Selasa, (5/4/2022).

Berikut adalah lima fakta penting jangan menjilat bibir kering saat berpuasa.

1.Bibir kering terkena air liur yang mengandung enzim pencernaan

Ketika menjilat bibir yang kering dengan air liur, ini mengandung enzim pencernaan yang bila terkena bibir karena dijilati bisa secara tidak langsung mendegradasi lapisan kulit atau mukosa.
Akibatnya, lapisan kulit bibir terganggu sehingga bisa menyebabkan eksim dan terganggunya sawar kulit atau skin barrier (berfungsi mencegah keluar atau masuknya zat yang berada di luar ke dalam tubuh atau dari dalam ke luar tubuh).

Baca juga
Menu Berbuka dan Sahur yang Wajib Dikonsumsi Pengidap Diabetes

2. Kurangnya cairan saat puasa mengakibatkan kulit dehidrasi

Pembatasan cairan dan kalori selama beberapa jam selama berpuasa dan kurangnya cairan yang Anda konsumsi saat berbuka puasa serta sahur dapat menyebabkan kulit dehidrasi. Ada beberapa tanda kulit Anda mengalami dehidrasi, antara lain bersisik, pecah-pecah, kering dan gatal. Pada kondisi kekurangan cairan ini, sel-sel menjadi regang dan regenerasi kulit tidak baik sehingga mudah terlihat berisisik.

“Selain kulit, organ mukosa dari penyokong kulit seperti bibir juga biasanya muda sekali kering, pecah-pecah. Dari pecah-pecah itu bisa membuat jadi gatal dan nyeri. Apalagi kalau bibirnya kering, haus sekali, makin jilat-jilat bibir,” papar Aninda.

3. Atur konsumsi cairan saat sahur dan berbuka puasa

Agar tubuh tidak dehidrasi, sebaiknya penuhi kebutuhan cairan, yakni 30 ml per kg berat badan dalam 24 jam, sesuai anjuran Organisasi Kesehatan Dunia (WHO).

“Kalau berat badan 50 kg paling sedikit 1,5 liter dalam 24 jam saat berbuka atau sahur atau 8 gelas (2 liter),” kata Aninda.

Baca juga
Penyebab Jerawat di Telinga dan Cara Menghilangkannya

4. Kurangi konsumsi kopi, soda, dan minuman manis

Anda tidak disarankan meminum kopi, soda dan minuman manis berlebihan karena bisa menghambat penyerapan nutrisi. Makanan dan minuman manis juga dapat meningkatkan gula darah secara tiba-tiba dan ini berpotensi mengganggu metabolisme tubuh.

Penuhi kebutuhan nutrisi bergizi seimbang seperti karbohidrat kompleks rendah gula, tinggi protein, sayur dan buah dengan kandungan vitamin A, B, C dan E yang sesuai kebutuhan kalori per individu.

Suplementasi vitamin D juga diperlukan, namun sebelumnya Anda perlu memeriksa kadar vitamin D dalam tubuh. WHO menyarankan tambahan suplementasi 1000 IU. Vitamin D berfungsi mencegah penyakit kulit seperti eksim, peradangan kulit lain, jerawat sekaligus memperbaiki imunitas saat berpuasa.

5. Oleskan pelembab untuk bibir saat sahur dan berbuka

Untuk bibir, Anda perlu mengoleskan pelembap untuk mencegah luka-luka. Bibir kering yang membuat Anda menjilat bibir ini mungkin dapat mengganggu penampilan Anda. Namun, hal tersebut bisa Anda siasati dengan melakukan perawatan rutin menggunakan pelembab bibir.

Baca juga
Aurelie Moeremans Ungkap Kesulitan Berperan Sebagai Laki-Laki

Khusus untuk kulit, Anda perlu menggunakan pelembap untuk membantu memberikan nutrisi pada kulit. Gunakan pelembap rutin minimal 2 kali sehari sehabis mandi. Pilih pelembap dengan kandungan seperti Hyaluronic acid, gliserin, ceramide yang dapat digunakan pada kulit sensitif demi menjaga kulit dari kekeringan.

Hindari pelembap yang wangi karena umumnya mengandung pH basa sedangkan kulit berada pada pH cenderung asam sehingga bisa mengganggu sawar kulit.

Selain pelembap, gunakan tabir surya untuk mencegah sinar UVA dan UVB yang bisa merusak sel kulit dan menyebabkan penuaaan pada kulit. Pilih tabir surya dengan SPF minimal 30 dengan PA++ yang menawarkan perlindungan tertinggi terhadap kerusakan UVA. Gunakan tabir surya dua buku jari untuk wajah diulang setiap 4 jam atau setiap usai berwudhu.

“Saat berpuasa kulitnya kering tidak pakai tabir surya, gampang kena efek merugikan dari sinar matahari, bisa menjadi flek hitam, gampang keriput,” tutur Aninda.

Tinggalkan Komentar