5 Kasus Kemungkinan Omicron Masih Terus Ditelaah

Kasus Kemungkinan Omicron
istimewa

Lima kasus kemungkinan Omicron masih terus ditelaah oleh Libangkes Kementerian Kesehatan RI. Satuan Tugas (Satgas) Penanganan COVID-19 menyampaikan terdapat lima kasus positif COVID-19 yang saat ini masih ditelaah kode genetiknya terkait varian Omicron di dalam negeri. Varian Omicron sudah masuk di Indonesia. Pasien pertama terkonfirmasi positif varian Omicron terdeteksi pada 15 Desember 2021.

“Terdapat lima kasus positif yang masih ditelaah kode genetiknya saat ini oleh Litbangkes Kementerian Kesehatan untuk memastikan apakah kasus tersebut benar-benar merupakan kasus dengan varian Omicron,” ujar Juru Bicara Nasional Satgas Penanganan COVID-19 Wiku Adi Sasmito dalam jumpa media virtual, ditulis di Jakarta, Jumat, (17/12/2021).

Ia mengemukakan kasus kemungkinan Omicron ini memiliki riwayat perjalanan di mana satu kasus dari Amerika Serikat dan Belanda, satu kasus dari Inggris, serta tiga kasus dari China.

“Sedang menjalani isolasi di tempat khusus yaitu dua kasus di tower Wisma Atlet Kemayoran, dan tiga kasus di fasilitas karantina di Manado,” paparnya.

Baca juga  Menag Pastikan Program Vaksinasi untuk Santri Terus Berjalan

Pada 15 Desember 2021, Wiku menyampaikan, Kementerian Kesehatan mendeteksi satu kasus konfirmasi varian Omicron yang berasal dari salah satu petugas kebersihan di Wisma Atlet Kemayoran.

“Menindaklanjuti temuan ini setelah hasil tes PCR keluar, penelusuran riwayat kontak kasus ini tengah di investigasi lebih lanjut kepada siapapun yang pernah berinteraksi erat dengan kasus positif,” ujarnya.

Saat ini, kata Wiku, pasien dengan kasus konfirmasi Omicron telah dinyatakan negatif COVID-19 setelah menjalani isolasi dan perawatan.

Sehubungan dengan perkembangan global varian baru tersebut, Wiku mengatakan, pemerintah telah melakukan beberapa langkah antisipatif, antara lain Kemenkes terus menggencarkan upaya uji Whole genome sequencing (WGS).

“Bahkan mewajibkan sampel dari spesimen kasus positif dari negara yang mengalami penularan varian Omicron dengan menggunakan reagen alat testing yang sensitif terhadap berbagai varian yang ada,” katanya.

Baca juga  Omicron Terdeteksi Masuk RI, BIN DKI Genjot Vaksinasi Anak dan Masyarakat

Saat ini, lanjut Wiku, pemerintah juga terus berupaya mengoptimalkan tanggap darurat untuk mencegah meluasnya penularan varian COVID-19 di dalam negeri.

Pemerintah juga menyusun kebijakan yang disesuaikan dengan masukan berbagai pakar dan petugas di lapangan agar kebijakan tersebut dapat dengan baik mendeteksi apapun varian yang masuk di Indonesia.

Wiku mengatakan masa karantina 10-14 hari dinilai cukup untuk memonitor peluang perkembangan gejala selama masa inkubasi serta tes ulang PCR dua kali untuk benar-benar mengkonfirmasi seseorang positif atau tidak.

Pemerintah mengimbau masyarakat untuk menunda perjalanan ke luar negeri apabila tidak ada kepentingan yang bersifat darurat.

“Apabila perjalanan harus dilakukan karena keadaan yang sangat mendesak, seperti alasan untuk kesehatan, kedukaan, atau tugas kedinasan maka perlu adanya pelaksanaan mekanisme kedatangan pelaku perjalanan internasional sesuai prosedur yang berlaku dan terkini dalam surat edaran Satgas Nomor 25 Tahun 2021,” tuturnya.

Baca juga  Akhir Tahun, Waspadai Ancaman Covid-19 Gelombang Ketiga

Omicron masuk Indonesia, Penyebaran sangat cepat

Sebelumnya, Menteri Kesehatan (Menkes) Budi Gunadi Sadikin menjelaskan penyebaran Omicron sangat cepat. Hal tersebut terlihat dari perkembangan kasus yang ada di Inggris belakangan ini.

“Sekarang penyebaran omicron saat ini terbukti sangat cepat. di Inggris yang tadinya hanya 10-an sehari, naik 100-an, sekarang sudah 70 ribu perhari. lebih tinggi dari puncak di Indonesia pada Juli 2021,” paparnya.

Kasus Kemungkinan Omicron perlu ditelaah karena dapat bermutasi 70 kali lebih cepat dari varian Delta

Varian COVID-19 Omicron bermutasi 70 kali lebih cepat dari versi asli corona dan varian Delta dalam 24 jam. Awalnya, varian Omicron terdeteksi pada akhir November di Afrika Selatan (Afsel).

Hingga kini, sudah lebih dari 72 negara terinfeksi varian COVID-19 terbaru itu. Omicron menimbulkan gejala ringan. Meski begitu, Inggris baru saja melaporkan kematian pertama akibat Omicron baru-baru ini.

Tinggalkan Komentar