Sabtu, 01 Oktober 2022
05 Rabi'ul Awwal 1444

5 Kondisi Ibu Hamil yang Tidak Disarankan Berpuasa di Bulan Ramadan

Kamis, 07 Apr 2022 - 14:42 WIB
Ibu Hamil puasa
Unsplash

Ada beberapa kondisi ibu hamil yang tidak disarankan menjalankan ibadah puasa di bulan Ramadan. Menurut dr. Zeissa Rectifa Wismayanti, Sp.OG, Dokter Spesialis Kebidanan dan Kandungan, RS Pondok Indah, Bintaro Jaya, apabila seorang ibu hamil berada dalam kondisi yang sehat dan meyakini bahwa dia dapat berpuasa tanpa khawatir akan kondisi kesehatannya dan bayinya, maka ia diperbolehkan untuk berpuasa.

“Namun, alangkah lebih baik, jika sebelum mempertimbangkan untuk turut berpuasa, ibu hamil berkonsultasi terlebih dahulu dengan dokter spesialis kebidanan dan kandungan, supaya dapat dilakukan pemeriksaan kesehatan secara menyeluruh,” kata Zeissa Rectifa Wismayanti, seperti yang Inilah.com kutip dari siaran pers, Jakarta, Kamis, (7/4/2022). 

Ada beberapa kondisi ibu hamil yang kurang disarankan untuk berpuasa, demi menjaga kesehatan dan kesejahteraan janinnya, antara lain:

1. Hyperemesis gravidarum (mual muntah berlebih pada kehamilan)

Periode awal kehamilan ini merupakan masa sangat penting bagi pertumbuhan dan perkembangan janin, karena di periode inilah organ janin mulai terbentuk. Ibu hamil perlu memenuhi kebutuhan nutrisi dengan baik guna menunjang tumbuh kembang janin.

Baca juga
Tips Halau Obesitas Agar Tidak Terkena COVID-19

“Pada usia kehamilan awal ini juga banyak ibu hamil yang mengalami morning sickness atau hyperemesis gravidarum (mual muntah berlebihan). Pada kondisi ini, ibu hamil tidak dianjurkan untuk berpuasa,” papar Zeissa Rectifa Wismayanti.

2. Memiliki kadar hemoglobin yang rendah

Kadar hemoglobin yang rendah menunjukkan adanya risiko terjadinya anemia.

“Ibu hamil dengan anemia justru membutuhkan asupan protein dan zat besi untuk mendukung tumbuh kembang janin secara optimal,” tambahnya.

3. Ibu hamil dengan diabetes

Berpuasa bagi penyandang diabetes saja memerlukan kiat khusus, apalagi bagi penyandang diabetes yang sedang hamil. Secara umum, berpuasa dapat meningkatkan risiko hipoglikemia atau turunnya kadar gula dalam darah.

Baca juga
Tekan Tingkat Diabetes dan Obesitas Indonesia, CISDI Minta Pemerintah Terapkan Cukai MBDK

“Hal ini tentu berbahaya bagi kondisi kesehatan ibu hamil dan janin yang dikandungnya. Maka itu, ibu hamil dengan diabetes kurang dianjurkan untuk berpuasa,” ujarnya.

4. Mengeluarkan flek atau perdarahan

Ketika mengalami flek atau perdarahan, ibu hamil sebaiknya tidak melanjutkan puasa.

“Yang dikhawatirkan adalah jika perdarahan terjadi semakin parah, perkembangan dan kesehatan janin juga dapat terganggu,” paparnya.

5. Ibu hamil dengan gangguan sistem pencernaan

Dispepsia atau maag yang kerap dialami ibu hamil juga menjadi salah satu kondisi ibu hamil yang tidak disarankan untuk berpuasa. Apabila tetap memaksakan puasa, dikhawatirkan dapat memperparah kondisi gangguan pencernaan yang dialami.

Baca juga
Prediabetes jadi Penyebab Kencing Manis jika Dibiarkan

“Seorang ibu hamil yang tidak mengalami hal-hal di atas diperbolehkan untuk berpuasa. Namun, ia tetap harus memastikan kondisi kehamilan dan janinnya dengan berkonsultasi dengan dokternya,” katanya. [IKH]

Tinggalkan Komentar