5 Negara Paling Boros Listrik di Asia, Indonesia Pertama?


Negara paling boros listrik di Asia (Photo: Getty Images)
Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp Inilah.com
Pembangunan infrastruktur listrik adalah bagian terpenting yang harus dimiliki oleh setiap negara.
Sebab, listrik menjadi salah satu sektor yang berhubungan erat dalam kehidupan sehari-hari maupun kegiatan ekonomi.
Tidak hanya itu saja, listrik juga sangat dibutuhkan dalam industri kesehatan, di mana hampir semua peralatan medis saat ini sudah dilengkapi dengan teknologi terbaru yang membutuhkan listrik dan jaringan internet yang memadai.
Jadi jika pemerintah saat ini sedang melakukan upaya dalam pemerataan infrastruktur listrik, itu sah-sah saja.
Sebab upaya ini dilakukan untuk pertumbuhan perekonomian dan pemerataan nasional.
Untuk mencapai hal tersebut, PT PLN (Persero) terus menggencarkan pembangunan infrastruktur kelistrikan secara masif di berbagai wilayah.
Atas upaya tersebut, PLN berhasil menambah kapasitas listrik sebesar 72.976,30 megawatt (MW) hingga akhir Desember 2023 kemarin.
Selain membangun Saluran Udara Tegangan Tinggi (SUTT) dan Saluran Udara Tegangan Ekstra Tinggi (SUTET), PLN juga membangun sebuah Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) Terapung Citra berkapasitas 192 MWp yang dinobatkan sebagai PLTS terbesar di Asia Tenggara.
Negara Paling Boros Listrik di Asia
Kebutuhan konsumsi kelistrikan di Indonesia kian bertambah setiap tahunnya. Hal ini dibuktikan melalui laporan Statistika.
Dalam laporan tersebut menyebutkan konsumsi listrik perkapita 2022 sebesar 1.173 per jam, sedangkan di tahun 2023 total konsumsi listrik baik 13 persen menjadi 1.336 per jam.
Secara sekilas, jumlah pemakaiannya cukup besar untuk dengan populasi 278 juta jiwa.
Tapi ternyata, jumlah konsumsi listrik Indonesia ternyata masih kalah jauh dengan 2 negara Asia yang memiliki jumlah populasi dan luas wilayah yang lebih kecil dari Indonesia.
Penasaran siapa saja? Berikut 5 daftar negara paling boros listrik di Asia berdasarkan NS Energy.
1. Tiongkok
Sebagai negara dengan populasi terbesar di dunia dan memiliki pembangkit tenaga listrik terbesar di Asia, tidak heran jika Tiongkok menduduki peringkat pertama dalam daftar negara paling boros listrik di Asia.
Berdasarkan NS Energy, Tiongkok menghabiskan lebih dari 6,3 triliun kilowatt energi per jam (kWh).
Tapi yang mengejutkannya, China Electricity Council sempat mengungkap bahwa di tahun 2019 negaranya hanya mengkonsumsi listrik lebih dari 2.23 triliung kWh.
Dengan kata lain, jumlah konsumsi listrik di negara ini mengalami peningkatan sebesar 5.6 persen setiap tahunnya.
2. India
Sebagai negara dengan populasi terbesar kedua di dunia, tidak heran jika India membutuhkan energi listrik yang sangat besar.
Menurut laporan NS Energy, negara ini menghabiskan 1,54 triliun kWh. Itulah sebabnya, India masuk dalam urutan ketiga sebagai negara yang paling boros penggunaan listrik.
Mengejutkannya lagi, India berencana menambah kapasitas listrik negaranya hingga 175 juta kW.
Jenis ketenagalistrikan yang dibangun oleh negara ini adalah bahan bakar fosil seperti batu bara, pembangkit listrik tenaga air, gasifikasi biomassa, pembangkit listrik biomassa, pembangkit listrik limbah perkotaan, dam energi surya dan angin.
3. Jepang
Dari segi populasi dan luas wilayah, Jepang relatif lebih kecil daripada Indonesia.
Meski demikian, negara ini ternyata dinobatkan sebagai konsumen batubara terbesar keempat di dunia dan pengguna minyak terbesar ketiga di dunia.
Jumlah konsumsi listrik di negara ini naik setelah peristiwa bencana nuklir di Fukushima Daiichi pada bulan Maret 2011 lalu.
Setelah bencana tersebut, jumlah konsumsi dan pembangkit listrik di Jepang naik secara drastis untuk menyeimbangkan permintaan dan pasokan listrik.
Hingga tahun 2016, Jepang sudah memiliki 291,837 juta kW kapasitas pembangkit listrik.
Tapi jumlah itu kian menurun karena sebagian jaringan listrik tenaga nuklir di Jepang telah ditutup untuk mengimbangi rencana penggunaan sumber listrik di tahun 2040.
4. Korea Selatan
Di posisi keempat ada Korea Selatan yang menggunakan listrik sebesar 17,70 miliar kWh.
Menurut laporan Korea Electric Power Corp. (KEPKO, konsumsi listrik per kapita KorSel di tahun 2018 hanya sebesar 10.200 kWh atau 3,3 persen lebih tinggi dibanding konsumsi pada tahun 2017.
Tapi setelah berjalannya waktu, penggunaan listrik semakin meningkat setiap tahunnya.
Mayoritas konsumsi listrik terbesar berasal dari bangunan tempat tinggal sebesar 72.896 juta kWh.
5. Arab Saudi
Arab Saudi, pada Desember 2018, mencatat konsumsi energi sebesar 289,929.15 juta kWh.
Angka ini menunjukkan peningkatan sebesar 1.000 juta kWh jika dibandingkan dengan periode yang sama di tahun sebelumnya.
Berdasarkan data yang diperoleh dari International Energy Agency (IEA), Enerdata, dan Statista pada tahun 2021, Arab Saudi dikenal sebagai salah satu negara yang memiliki konsumsi listrik per kapita yang tinggi.
Dalam kelompok negara G20, negara ini berada di peringkat kelima untuk tingkat konsumsi listrik per kapita terbesar.
.
.
Baca berita dan artikel menarik lain Inilah.com di Google News.
Tambahkan Inilah.com Sebagai Sumber Utama di Google untuk Dapatkan Berita Eksklusif.