Jumat, 27 Mei 2022
26 Syawal 1443

5 Orang Kompak Curi Kerupuk Senilai Rp17 Juta

5 Orang Kompak Curi Krupuk Senilai Rp17 Juta

Polres Payakumbuh, Sumatera Barat, tangkap 5 orang tersangka pencurian kerupuk senilai Rp17 juta. 5 orang tersangka itu masing-masing berinisial AD (37), YR (35), HFM (35), FS (33), dan RJ (22).

Kasat Reskrim Polres Payakumbuh, AKP Aknopilindo mengatakan penangkapan kelima tersangka berawal dari laporan pemilik toko yang beralamat di Kecamatan Akabiluru, Kabupaten Limapuluh Kota. Pasalnya mendapati persediaan kerupuk berkurang.

“Awalnya pelapor atau korban ini melaporkan kejadian tersebut ke Polsek Akabiluru dan dari laporan itu langsung kita tindak lanjuti dan akhirnya tersangka mengerucut ke lima orang,” ujar Aknopilindo.

Korban menduga ada permainan dari karyawannya setelah mendapatkan informasi dari pemilik salah satu toko di Kota Solok yang merupakan teman dari korban.

Baca juga
Banjir Bandang di Malang, 11 Orang Hanyut

“Pemilik toko tempat pelaku menjual ini curiga dengan harga kerupuk yang dibelinya lebih murah dari harga pasaran. Karena curiga dengan harga yang murah maka dia menelpon si korban yang merupakan temannya,” ungkapnya.

Ia mengungkapkan bahwa pelaku melakukan aksinya dengan mengambil lebih banyak kerupuk dari jumlah order yang akan dibeli.

“Lima pelaku ini masing-masing karyawan dari dua toko, yakni Toko Ratu dan Toko Rangkiang. Karyawan dari dua toko inilah yang bekerja sama untuk melakukan pencurian,” ujarnya.

Kelebihan barang inilah yang kemudian para pelaku jual ke Kota Solok dengan harga yang jauh lebih rendah dari harga pasaran.

Baca juga
Buntut Pengrusakan Masjid Ahmadiyah, 16 Orang Jadi Tersangka

“Total kerugian dari korban ini mencapai Rp17 juta,” katanya.

Sementara tersangka AD mengatakan bahwa mereka melakukan aksinya saat toko tempatnya bekerja, yakni Toko Rangkiang memesan barang ke Toko Ratu.

“Pada saat itu kami bekerja sama. Jadi orang gudang toko ratu menaikkan barang lebih dari jumlah orderan Toko Rangkiang dan inilah yang kami jual ke Solok,” ujarnya.

Ia mengatakan bahwa mereka telah melakukan aksinya sebanyak dua kali dengan jumlah yang diambil mencapai 140 tim.

“Harga satu timnya itu kami jual Rp70 ribu, kalau harga normalnya itu bervariasi ada yang Rp80 ribu ada yang Rp85 ribu,” ungkapnya.

Tinggalkan Komentar