Minggu, 22 Mei 2022
21 Syawal 1443

5 Warga Indonesia Meninggal karena Omicron

5 Warga Indonesia Meninggal karena Omicron

Menteri Kesehatan (Menkes) Budi Gunadi Sadikin menyebutkan bahwa sudah ada lima orang meninggal karena varian Omicron di Indonesia.

“Sudah ada yang meninggal 5 orang positif Omicron, itu 60 persen belum divaksin lengkap,” ujar Menkes Budi, Senin (31/1/2022).

Ia menambahkan, kasus Omicron di Indonesia dengan gejala sedang, berat dan membutuhkan oksigen, 63 persen belum vaksin lengkap.

“Kebanyakan dari mereka lansia, dan kita identifikasi cukup mengejutkan jumlahnya yang anak-anak,” tuturnya.

Berdasarkan fakta itu, Menkes mengatakan, hal terpenting saat ini adalah mempercepat vaksinasi, terutama untuk lansia dan anak-anak.

“Tolong prioritas berikan vaksinasi ke yang belum menerima vaksinasi terutama lansia dan anak-anak,” ucapnya.

Baca juga
Capai Vaksinasi Tertinggi, Kepulauan Seribu Layak Buka Kembali Sektor Pariwisata

Sebelumnya, Juru Bicara Kementerian Kesehatan RI Siti Nadia Tarmizi mendorong masyarakat bergejala segera dites COVID-19 sebab varian Omicron umumnya memiliki gejala ringan tapi tetap berisiko berat bahkan memicu kematian.

“Walaupun gejala yang ditunjukkan umumnya ringan, tapi risiko untuk sakit berat bahkan kematian tetap ada,” kata Nadia Tarmizi.

Pernyataan itu menjawab kecenderungan perilaku masyarakat yang bergejala tapi enggan melakukan tes di fasilitas pelayanan kesehatan. Situasi itu dipicu sikap masyarakat yang masih menganggap enteng gejala Omicron.

Kementerian Kesehatan melaporkan laju tes COVID-19 melalui metode tes antigen maupun tes cepat PCR dalam kurun sepekan terakhir berkisar kurang dari 2,54 persen per pekan. Padahal pada kurun Juli 2021 Indonesia mencatatkan rekor tes tertinggi di sejumlah provinsi rata-rata 50-90 persen.
Nadia mengatakan target tes COVID-19 per hari di level populasi di Indonesia mencapai 324 ribu orang.

Tinggalkan Komentar