Jumat, 27 Januari 2023
05 Rajab 1444

53 Persen Pasien Gagal Ginjal Akut Sama Sekali Tidak Mengeluarkan Urine

Kamis, 27 Okt 2022 - 16:40 WIB
Gagal Ginjal Akut pada Anak
Ilustras

Juru Bicara (Jubir) Kementerian kesehatan RI (Kemenkes RI) Mohammad Syahril, mengatakan sebanyak 53 persen pasien gagal ginjal akut atau Acute Kidney Injury (AKI) mengalami anuria atau sama sekali tidak mengeluarkan urine.

“Dari grafik yang terbanyak itu stadium 3 sebanyak 53 persen yaitu tidak keluar urine sama sekali,” kata Mohammad Syahril saat temu media virtual, Jakarta, Kamis (27/20/2022).

Berdasarkan data grafik dari Kementerian Kesehatan sebanyak 53 persen atau setara 143 pasien mengalami anuria, 22 persen atau 58 pasien mengalami oliguria (urine sedikit) dan 25 persen atau 68 pasien tidak mengalami anuria ataupun oliguria.

Baca juga
Tips Halau Obesitas Agar Tidak Terkena COVID-19

Perlu diketahui, oliguria adalah terjadinya penurunan frekuensi buang air kecil termasuk penurunan volume atau urine yang keluar dari tubuh sedikit. Sedangkan anuria adalah sama sekali tidak mengeluarkan urine atau dapat dikatakan sudah stadium 3. Berdasarkan data pasien yang terdeteksi mengalami stadium 3 sebesar 61 persen.

“Gejala yang khas ini banyak atau sudah mulai dengan gejala awal seperti demam, nafsu makan turun, lalu anak tidak bergairah, mual dan gangguan saluran pernafasan,” ujarnya.

Jumlah pasien meningkat, 269 kasus dengan 157 meninggal akibat Gagal Ginjal Akut

Masih menurutnya, saat ini perkembangan kasus gagal ginjal akut atau Acute Kidney Injury (AKI) mencapai 269 kasus. Ada 157 meninggal dengan tingkat kematian 58 persen.

Baca juga
Kemenkes RI: Kasus Terlapor Keracunan ‘Chiki Ngebul’ Menyerang 26 Anak, 10 Bergejala

” Perkembangan kasus gagal ginjal akut per 26 Oktober 2022 ini tercatat 269 kasus yang dirawat 73 kasus, meninggal 157 dan sembuh 39 kasus,” katanya.

Sementara itu, terdapat penambahan 18 kasus, tiga di antaranya merupakan kasus baru dan 15 lainnya adalah kasus lama yang baru dilaporkan antara akhir September dan awal Oktober.

“Ada penambahan 18 kasus dari 24 Oktober 2022. Dari 18 kasus tersebut yang baru setelah tanggal 24 dari Kemenkes hanya 3 kasus. Sementara 15 adalah kasus yang baru dilaporkan, yang baru terjadi di akhir September,” sambungnya.

 

Tinggalkan Komentar