65 KK di Lombok Barat Kesulitan Beraktivitas Terpaksa Mengungsi ke Tempat Aman

65 KK di Lombok Barat Kesulitan Beraktivitas Terpaksa Mengungsi ke Tempat Aman

Sebanyak 65 KK (kepala keluarga) di Lombok Barat kesulitan menjalankan aktivitas. Hal tersebut kemudian membuat warga dari Desa Sengigi, Kecamatan Batu Layar, itu terpaksa mengungsi ke tempat yang aman. Pasalnya di kampung 65 KK yang masuk wilayah Provinsi Nusa Tenggara Barat itu sedang terkepung banjir.

Merespons kejadian ini, pihak BPBD bersama TNI, Polri, Basarnas, Dinas Pekerjaan Umum dan penataan ruang. Kemudian PMI dan Tagana bersiap siaga di lokasi terdampak untuk membantu para warga. Mereka yang terdampak dan mengungsi mendapatkan bantuan sembako dari pihak BPBD.

“BPBD Kabupaten Lombok Barat melaporkan tidak ada korban jiwa atau pun luka-luka akibat peristiwa ini. Sedangkan kerugian material, tercatat ruas jalan pada 7 titik dengan total panjang 200 meter,” kata Plt. Kepala Pusat Data, Informasi dan Komunikasi Kebencanaan BNPB Abdul Muhari, Kamis (13/1/2022).

Baca juga  Jokowi Panen Kritik, Tren Elektabilitas PDIP Merosot

Berdasarkan prakiraan cuaca, pada hari ini dan esok (14/1) Kecamatan Batu Layar masih berpeluang hujan dengan intensitas ringan. Namun secara umum pada hari ini, Kamis (13/1), Provinsi Nusa Tenggara Barat berpeluang hujan lebat yang dapat disertai kilat atau petir dan angin kencang.

Kecamatan Batu Layar termasuk salah satu dari 10 kecamatan di Kabupaten Lombok Barat yang berpotensi bahaya banjir dengan kategori sedang hingga tinggi.

Melihat potensi gerakan tanah, kata Abdul, Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) mengidentifikasi wilayah Kecamatan Batu Layar pada Januari 2022 ini memiliki potensi menengah hingga tinggi. Pada kecamatan lain, seperti Gunungsari dan Kediri, wilayah ini berpotensi gerakan tanah menengah hingga tinggi serta berpotensi banjir bandang.

Baca juga  Banjir Bandang Terjang 62 Rumah di Kudus

BNPB mengimbau pemerintah daerah dan masyarakat untuk selalu waspada dan siap siaga terhadap potensi bahaya hidrometeorologi basah, seperti banjir, banjir bandang, tanah longsor dan angin kencang.

Tinggalkan Komentar