Kamis, 19 Mei 2022
18 Syawal 1443

7 Takjil Khas Betawi yang Kini Sulit Dicari

Putu Mayang
Takjil khas Betawi yang kini langka

Membatalkan puasa adalah momen yang paling ditunggu saat bulan Ramadan. Sebagian besar umat Muslim pun biasanya menyiapkan hidangan khusus untuk berbuka puasa. Menjelang Maghrib, sejumlah warga pun disibukkan dengan berburu kuliner untuk berbuka puasa atau biasa disebut takjil seperti halnya kolak, gorengan atau lontong.

Namun beberapa takjil itu sudah umum, bahkan di setiap wilayah pun banyak tersedia terutama di Ibu Kota Jakarta.

Inilah.com mencoba mengajak untuk mengingat beragam takjil atau makanan khas masyarakat Betawi yang kini semakin sulit dicari, di antaranya adalah:

1. Putu Mayang

Putu mayang

Jajanan ini dahulu selalu ada setiap berbuka puasa. Kue yang terbuat dari tepung beras mirip dengan gulungan mi ini tersedia dengan beragam warna, seperti merah, hijau, putih, serta merah jambu.

Putu mayang akan terasa lebih nikmat jika disajikan di sebuah mangkuk dan disiram dengan gula merah yang sudah dicairkan.

Namun sayang, kuliner khas Betawi ini sudah sulit ditemukan. Kecuali di wilayah Jakarta dan pinggiran ibu kota yang masih mempertahankan tradisi serta jajanan tradisional.

2. Dongkal

Dongkal

Dongkal terbuat dari tepung beras dan gula aren dan hampir mirip dengan kue putu. Bedanya, kue ini disajikan dalam balutan warna putih berbentuk kerucut.

Baca juga
Inilah 5 Ide Bisnis Menarik saat Ramadan: Modal Minim Bikin Untung

Sedangkan kue putu berbentuk kecil menyerupai potongan bambu, menyesuaikan cetakannya.

Sepintas, makanan ini mirip dengan nasi tumpeng namun berbeda permukaannya yang membentuk pola belang putih dan coklat.

Penyajiannya, dongkal diiris-iris sesuai selera dan ditaburi parutan kelapa untuk menambah kelezatan. Akan lebih nikmat, dihidangkan selagi hangat.

Percayalah, cita rasa dari gula merah dan gurihnya parutan kelapa, bikin susah menolak.

Meski dikenal sebagai jajanan khas Betawi, namun ada pula sebagian masyarakat yang menyebut dongkal adalah kuliner khas Jawa Barat atau Sunda.

3. Ketan Lupis

Lupis Ketan

Jajanan pasar ini menjadi salah satu incaran bagi pemburu takjil.

Berbentuk lonjong padat atau segitiga berwarna hijau. Ketan lupis, terbuat dari beras ketan yang dibuat tanpa bahan pengawet.

Biasanya, ketan lupis disajikan dengan siraman gula aren. Sehingga rasa manis dari siraman gula aren cair berpadu dengan kenyalnya ketan lupis saat dicicip.

Akan lebih terasa lagi jika menikmati ketan lupis ini dengan ditemani secangkir kopi atau teh tawar hangat.

4. Kue Rangi

Kue Rangi

Kue ini terbuat dari campuran tepung kanji dengan kelapa parut yang dipanggang dengan cetakan khusus di atas tungku dan ditutup agar cepat matang.

Baca juga
Tips Hindari 'Balas Dendam' Saat Berbuka Puasa

Biasanya disajikan dengan siraman gula merah cair. Bahkan ada pula yang menambahkan dengan potongan nangka, nanas, atau durian untuk menggugah selera.

Asal muasal penamaan kue rangi yakni digarang wangi, sehingga disingkat menjadi rangi. Ini merujuk kepada proses memasak tanpa minyak goreng dikarenakan kelapa parut minyak sendiri dan santan kental yang akan menyatukan adonan kue rangi.

Seiring perkembangan zaman dan beragam kuliner, membuat jajanan kue rangi semakin hilang dan sulit ditemukan.

5. Mie Juhi

Mie Juhi

Mie juhi merupakan kuliner langka khas Betawi yang menggoda selera. Cocok disajikan sebagai menu untuk berbuka puasa.

Juhi merupakan daging cumi atau sotong yang telah difermentasi, sehingga kuahnya terasa gurih dan membuat ketagihan. Mie juhi biasanya disajikan dengan daun selada, potongan mentimun dan disiram bumbu kacang serta ditaburi kerupuk untuk lebih kriuk.

Dahulu, kuliner yang banyak disukai warga Tiongkok ini kerap ditemui di setai sudut Kota Jakarta, namun kini sudah sulit diburu. Sehingga banyak warga milenial asli Jakarta yang belum sempat mencicipi rasanya.

6. Es Selendang Mayang

Es Selendang Mayang

Es selendang mayang adalah minuman tradisional asal Jakarta yang kini sangat langka. Bahkan masyarakat Betawi sendiri menganggap jajanan ini kuno.

Baca juga
BI Guyur Uang Tunai Rp175,26 Triliun Penuhi Kebutuhan Ramadan

Padahal es selendang mayang sangat nikmat untuk berbuka puasa. Dari tampilannya, minuman ini sangat menggugah selera untuk mengobati dahaga. Di mana isinya mirip puding atau kue lapis yang terbuat dari tepung sagu aren.

Lapisan selendang mayang terdiri dari warna putih berasal dari santan dan merah muda atau hijau. Biasanya es selendang mayang disajikan di mangkuk lalu disiram gula merah untuk pemanis serta santan dan ditambah potongan es batu.

7. Bubur Pacar Cina

Pacar Cina

Sejak dahulu, hidangan ini menjadi sajian wajib khas masyarakat Betawi saat berbuka puasa. Namun kini kuliner tersebut sulit ditemukan di ibu kota.

Pacar cina atau sagu mutiara merupakan bahan makanan yang terbuat dari tapioka kemudian diolah menjadi bubur. Memiliki bentuk butiran kecil-kecil atau kotak berwarna-warni dan menggugah selera.

Berdasarkan cerita, pacar cina dibawa oleh pendatang Tionghoa yang tinggal di Batavia sekitar abad 15 atau sekarang bernama Jakarta.

Nama pacar cina pun berasal dari pendatang Tionghoa yang bermukim di kawasan Jakarta Barat lalu menikah dengan masyarakat Betawi ketika itu.

Tinggalkan Komentar