Rabu, 07 Desember 2022
13 Jumadil Awwal 1444

90 Persen Kasus HIV Berasal dari Keturunan

Jumat, 02 Sep 2022 - 22:40 WIB
Kasus HIV (foto orami)

Ketua Satgas HIV Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI) dr Endah Citraresmi, SpA(K) memastikan penularan HIV pada anak atau remaja tak hanya dipicu dari turunan orang tua, tetapi juga hubungan sesama jenis dan narkoba.

Endah mengklaim jika temuan kasus penularan HIV secara horizontal antar sesama penderita ini sudah sering ditemukan. Namun, belum sebanyak anak penderita HIV berdasarkan penularan vertikal dari orang tua.

“Ini yang sangat dikhawatirkan dan prihatin adalah terutama dari narkoba suntik dan juga seks bebas yang terutama sesama jenis. Jadi kasusnya ini mulai bermunculan di remaja,” kata Endah dalam diskusi secara virtual bersama Ikatan Dokter Indonesia (IDI), Jumat (2/9/2022).

Baca juga
Data WHO, 233.600 Limbah Medis COVID-19 Ancam Kesehatan

Dalam temuannya kata Endah, risiko penularan secara horizontal di kalangan remaja bisa saja meningkat menilik karakter remaja yang cenderung ingin mencoba hal baru. Khsusunya narkoba dan seks bebas.

“Kita tahu remaja itu banyak masalah, mencoba hal baru, dapat tantangan dari teman, nah termasuk yang terjerumus pada narkoba suntik atau narkoba secara keseluruhan. Narkoba suntik banyak menjadi entry penularan HIV, karena jarum suntiknya sharing beramai-ramai jadi semua tertular, ini kasus yang cukup banyak,” terangnya.

Kendati begitu, berdasarkan data, kasus HIV anak sebanyak 90 persen masih berasal dari keturunan atau garis vertikal. “Jadi ternyata kasus HIV di anak memang betul mayoritas penularannya dari kehamilan dan persalinan itu lebih dari 90 persen,” tegas Endah.

Baca juga
Pengidap HIV/AIDS Terbesar Menimpa Generasi Milenial

Endah menyebut, penularan HIV secara vertikal sejatinya dapat dicegah jika orang tua bisa memiliki perhatian lebih terhadap bayi yang dikandungnya. Sehingga, menurut Endah wajib baginya orang tua yang hendak memiliki keturunan melakoni test HIV guna melakukan pencegahan lebih dini.

“PR (pekerjaan rumah) kita memang bagaimana membuat pencegan penularan ibu ke anak ini optimal. Semua ibu hamil harus ditest HIV, karena testnya itu tersebar di seluruh Indonesia,” jelas Endah.

Endah menilai butuh perhatian serius semua pihak guna memaksimalkan pencegahan yang digaungkan IDAI.

“Kita butuh partisipasi semua orang termasuk awareness bagaimana pencegahan penularan HIV kemudian bagaimana cara pencegahan dari ibu ke bayinya itu masih menjadi perjalanan panjang. Kami tidak ingin ada kasus ini lebih banyak lagi,” tuturnya.

Tinggalkan Komentar