Minggu, 22 Mei 2022
21 Syawal 1443

Abaikan Hak Warga Desa Wadas, Ganjar Hanya Jago Pencitraan

Abaikan Hak Warga Desa Wadas, Ganjar Hanya Jago Pencitraan
Ganjar menendang dinding sekolah saat inspeksi proyek SMAN Tawangmangu, Kabupaten Karanganyar, beberapa waktu lalu (foto istimewa)

Direktur Political and Public Policy Studies (P3S) Jerry Massie menilai elektabilitas Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo tidak selaras dengan kewajibannya membela hak rakyat kecil. Pasalnya tidak dapat memperjuangkan hak warga Desa Wadas, Purworejo, di tengah namanya sedang santer sebagai capres 2024.

“Saya duga semua tindak-tanduk Ganjar hanya sebatas pencitraan menaikan suara elektoral. Pada intinya Ganjar tak ada hati memihak ke rakyat,” kata Jerry kepada Inilah.com, Rabu (9/2/2022).

Menurut Jerry walau nama Ganjar menjadi favorit sejumlah lembaga survei. Namun sejatinya ada banyak figur Gubernur lainnya yang prestasinya lebih besar daripada Ganjar namun tidak terjamah lembaga survei.

Baca juga
Lonjakan Kasus COVID-19 di Jakarta, 348 Sekolah Masih Ditutup

“Memang elektoral naik lantaran Ganjar terus di blow up. Bahkan selama ini prestasinya di Jateng standar saja bukan wah wah,” ucapnya.

Menurut Jerry, sudah tepat PDIP tidak gegabah langsung mengusung Ganjar sebagai capres 2024. Pasalnya, lanjut Jerry, Ganjar tidak mampu membela hak warga Desa Wadas, Purworejo  dan hanya lihai soal pencitraan. Seperti saat Ganjar menendang dinding sekolah saat inspeksi proyek SMAN Tawangmangu, Kabupaten Karanganyar, beberapa waktu lalu.

“Saya pikir masyarakat tahu mana yang sungguh-sungguh atau settingan. Saya heran Ganjar tahu di mana itu bukan beton dan menendang dindingnya. Bela hak sipil warganya tak mampu, apalagi jadi presiden. Ganjar enggak pantas jadi presiden. Ganjar jagoan pencitraan,” tutupnya.

Baca juga
Permintaan Terakhir Laura Anna Sebelum Meninggal

Insiden Penyerbuan Warga Desa Wadas

Sebelumnya, terjadi insiden penyerbuan aparat kepolisian di Desa Wadas dalam rangka pembebasan dan pengukuran lahan. Yakni peruntukannya untuk penambangan material andesit bagi Bendungan Bener.

Warga menolak lantaran menganggap lahan itu adalah sumber kehidupan. Apabila ada aktivitas tambang, maka  berdampak pada mata pencaharian mereka. Warga pun telah lama berjuang mempertahankan tanahnya dari rencana tambang. Hingga akhirnya terjadi bentrok antara polisi dan warga pada hari Selasa (8/2/2022).

Kabarnya Yayak Yatmaka juga ikut tertangkap. Yayak adalah seniman dan aktivis senior yang sudah memiliki nama besar di kalangan pergerakan Indonesia.

Tinggalkan Komentar