Senin, 08 Agustus 2022
10 Muharram 1444

Abbas Minta PBNU agar Kiai Miftachul Bisa Rangkap Jabatan di MUI

Senin, 27 Des 2021 - 16:31 WIB
Penulis : Ajat M Fajar
Abbas Minta PBNU agar Kiai Miftachul Bisa Rangkap Jabatan di MUI

Wakil Ketua Umum MUI Anwar Abbas meminta kepada PBNU agar Kiai Miftachul Akhyar bisa rangkap jabatan sebagai Ketua Umum MUI.

“MUI meminta dan memohon dengan sangat kepada NU agar memperkenankan bapak KH Miftachul Akhyar supaya tetap bisa merangkap. Selain itu bisa melaksanakan tugasnya menjadi ketua umum MUI,” ujar Anwar Abbas, Senin (27/12/2021).

Abbas mengatakan MUI masih membutuhan sosok Kiai Miftach demi menyelesaikan visi dan misi yang telah ada selama ini.

“Karena sosok beliau terus terang sangat dibutuhkan oleh MUI. Sehingga dengan demikian diharapkan apa yang menjadi tugas dan misi serta tujuan dari MUI dapat terlaksana dengan baik,” kata Anwar.

Baca juga
Muktamar ke-34 NU Digelar 23-25 Desember 2021

Ia mengatakan MUI merupakan wadah tempat berhimpun dan bermusyawarah dari para ulama, zuama, dan para cendekiawan dari berbagai latar belakang organisasi, profesi, dan elemen umat Islam. Maka butuh sosok yang bisa merekatkan semua kalangan.

“Untuk itu MUI sangat memerlukan sosok seorang ketua umum yang mumpuni yang mampu merekat dan memperkuat persatuan serta kesatuan di kalangan umat dan warga bangsa,” kata dia.

Sebelumnya, Miftachul Akhyar kembali menjadi Rais Aam PBNU pada Muktamar Ke-34 NU di Lampung, Jumat dini hari.

Dalam penetapan sebagai Rais Aam itu, PBNU meminta agar Miftachul tidak rangkap jabatan dan fokus terhadap pengembangan PBNU. Sementara saat ini posisinya juga menjabat sebagai Ketum MUI.

Kiai Miftah lewat anggota Ahlul Halli Wal Aqdi (AHWA), Zainal Abidin, mengatakan bahwa dia akan taat terhadap keputusan AHWA untuk tidak rangkap jabatan dan fokus pada pengurusan PBNU.

Baca juga
Ketua PBNU Dimyati Rois Berpulang, Cak Imin Ajak Kader PKB Salat Gaib

“Ada anggota AHWA berpendapat, kalau ingin menjadi Rais Aam NU harapannya untuk tidak rangkap jabatan di organisasi yang lain. Ada pandangan seperti itu, dan setujui dan Rais Aam harus fokus dalam pembinaan NU ke depan. Kiai Miftach mengatakan sami’na wa atha’na,” ujar Zainal.

Tinggalkan Komentar