Sabtu, 28 Mei 2022
27 Syawal 1443

Abdul Rahman As-Sufi: Cendikiawan Muslim Penulis Buku Astronomi Berilustrasi Paling Tua

Abd Al Rahman Al Sufi 6 - inilah.com
Abd Al Rahman Al Sufi 6

Pada masanya ia dikenal gebagai astronom cemerlang yang bekerja di bawah pemerintahan Adud al-Dawla. Karena prestasinya di lapangan pengetahuan perbintangan (konstelasi) maka termasuklah ia salah satu cendekiawan kebanggaan sang maharaja di antara ‘tiga bintang intelektual’. Dua lainnya adalah ahli tata bahasa al-Farisi dan pakar tentang tabel-tabel astronomi Ibnu al-Alam.

Karya “masterpiece” nya yang paling terkenal adalah sebuah deskripsi perihal bintang-bintang yang posisinya sudah tertentu (fixed stars) bertajuk “Kitab Suwar al Kawakib al Thabita”. Kitab ini ditulis sekitar tahun 355 H/965, atau antara tahun 903 dan 986, dan didedikasikan kepada Buyid Emir Adud al-Dawla.

Buku itu merupakan manuskrip berilustrasi paling tua yang masih lestari, di mana di dalamnya banyak dikupas soal temuan-temuan Hipparchus dan Ptolemeus. Buku ilmiah tersebut memuat konstelasi-konstelasi, baik menurut sistem para astronom sepeninggal Ptolemeus maupun menurut tradisi anwa’ (naw’) bangsa Arab. la dilengkapi pula dengan ilustrasi-ilustrasi dan gambar-gambar menarik. Menurut penulisnya, ilustrasi-ilustrasi tersebut diabadikan oleh astronom besar al-Biruni yang mengacu pada suatu bola (peta) bumi angkasa.

Baca juga
Amandemen Jabatan Presiden 3 Periode Berujung Kudeta

Seperti dikemukakan dalam kata pengantarnya, buku itu merujuk sebuah karya ilustrasi tentang ‘konstelasi-konstelasi yang disusun oleh Utarid bin Muhammad. Sementara itu sumber lain (‘Íslam and Muslim Art’) menyebutkan bahwa kitab astronomi ini merupakan terjemahan dan adaptasi dari sejumlah naskah-naskah ilmiah Yunani, semisal “Almagest” dari Ptolemeus, serta “Famese Atlas“, dan “Phenomena“-nya Aratus.

Sebagaimana karya-karya astronomis Yunani yang penuh dengan simbolisme  astronomis, di buku ini konstelasi-konstelasi disajikan pula dalam bentuk penampilan figur atau tokoh-tokoh terkemuka yang ditotol dengan titik-titik merah untuk menandai bintang-bintang.

Hanya saja, tipe figur-figur manusia dan hewan-hewan di sini disesuaikan dengan konteks geografi Arab-Cina, dengan cara memberinya sentuhan-sentuhan warna local, sama seperti yang diperbuat oleh Comeille dan Racine tatkala keduanya mencangkokkan tokoh-tokoh klasik yang menjadi “abdi dalem” kontemporer di Versailles.

Baca juga
Kemenkes Sebut Ada Pelanggaran SOP Bumame

Perlambangan astronomis seperti itu, yang sudah lazim sejak dulu-dulu, akan menerangkan makna aneka rupa pose yang ditampilkan, tatapan-tatapan mata yang berat atau pandangan-pandangan ke dalam, gerak-gerak simbolik semisal menuangkan minuman membawa makna, sama seperti simbol air kehidupan: obat segala jenis penyakit.

Manuskrip awalnya yang masih bisa ditemui di perpustakaan Bodleian, disalin, diilustrasi dan dikaligrafi oleh putra as-Sufi sendiri pada tahun 400/1009-1010. Sesungguhnya masih banyak naskahnya yang lain yang diilustrasi dalam gaya-gaya dan judul yang berbeda-beda, sesuai perkembangan zaman (“Metropolitan Museum Studies“, J.Upton, 1933; Die Islamischen Miniaturhandschripten vor 1350 K.Holter Ars Islamica, 1940, dan lain-lain).

Teks dan terjemahan kata pengantarnya pernah diterbitkan oleh Caussin de Perceval, di bawah judul “Notices at Extraits”, juga oleh H.C.F.C. Schjellerup dengan titel “Description des etoiles fixes par Abd al-Rahman as-Sufi“, St. Petersburg 1874. Sedang teksnya dalam Bahasa Arab diterbitkan, terutama setelah manuskrip Parisnya (yang disalin dari Ulugh Beg) di Hyderabad 1953, yang disunting oleh M. Nizamuddin.

Baca juga
Peran Orang Tua Sangat Penting dalam Vaksinasi Anak

Karya-karya lainnya yang masih ada, antara lain berupa sebuah buku pegangan (handbook) tentang astronomi dan astrologi, dan sebuah risalah mengenai penggunaan astrolabe. Sebuah peta bumi terbuat dari perak buatan Rahman as-Sufi yang dipersembahkan kepada sang raja Adud Dawia juga telah dimuseumkan dalam perpustakaan Istana Dinasti Fatima di Kairo.

Untuk sebuah Urdjuza tentang bintang-bintang yang posisinya tertentu, dihubungkan kepada salah seorang putranya ;dan diterbitkan di bagian akhir dari “Suwar al Kawakib al Thabita” edisi Hyderabad.

As-Sufi bernama lengkap Abdul Rahman bin Umar al-Sufi Abul Husayn. Lahir di Rayy, Persia, 14 Muharram 291 atau 5 Desember 903, dan wafat pada 13 Muharram 376 bertepatan dengan 25 Mei 986. [inu]

Tinggalkan Komentar