Jumat, 20 Mei 2022
19 Syawal 1443

Ada 2 Kali Bulan Ramadan pada 2030, Kok Bisa?

Ramadan 2030 - inilah.com
Istockphoto

Astronom Saudi Khaled al-Zaqaq mengatakan bulan suci Ramadan 1451 dan 1452 Hijriah diprediksi sama-sama jatuh pada 2030 Masehi, sehingga umat muslim akan merayakan bulan puasa dua kali dalam satu tahun.

Al Arabiya mewartakan,  hal tersebut dapat terjadi karena kalender Hijriah Islam berdasarkan siklus bulan, berbeda dengan kalender Gregorian atau Masehi yang menandai perjalanan Bumi mengelilingi Matahari.

Hal itu terakhir kali terjadi pada tahun 1997, dan sebelumnya pada tahun 1965. prediksinya, fenomena tersebut akan terjadi lagi pada tahun 2063.

Pada 1451 H, bulan Ramadan akan mulai 5 Januari 2030, sementara Ramadan 1452 H akan mulai 26 Desember 2030.

Baca juga
Memaknai Keberkahan Ramadan (-05)

Hal ini akan mengakibatkan umat Islam berpuasa selama sekitar 36 hari total pada tahun 2030, yakni 30 hari penuh untuk tahun 1451 H dan sekitar enam hari untuk tahun 1452.

Tahun lunar Hijriah berlangsung selama 354 atau 355 hari, artinya tidak sejalan persis dengan kalender Masehi yang 365 hari.

Hal ini juga berarti bahwa Ramadan jatuh di musim yang berbeda setiap tahun, yakni berlangsung dalam siklus sekitar 32 tahun.

Ramadan 1449 H, yang akan mulai pada tahun 2028, akan berlangsung pada pertengahan musim dingin.

Pada tahun 1466 H, bertepatan dengan tahun 2044, bulan suci akan mulai pada puncak musim panas.

Baca juga
PT Timah Berbagi Sembako ‘Berkah Ramadan’ di Bangka Tengah

Puasa Ramadan mulai dari terbit fajar hingga terbenam Matahari, artinya puasa terlama terjadi saat Ramadan pada musim panas, dan terpendek ketika jatuh pada musim dingin.

Tinggalkan Komentar