Minggu, 02 Oktober 2022
06 Rabi'ul Awwal 1444

Ada 400 Anggota Tim Khusus, P2G: Mas Menteri Nadiem Makarim Anak Tirikan ASN

Jumat, 23 Sep 2022 - 17:35 WIB
Penulis : Harris Muda
Editor : Ibnu Naufal
Mas Menteri
Nadiem Makarim (Foto: Antara)

Kepentingan tim bayangan di luar birokrasi Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset dan Teknologi (Mendikbudristek) menuai resistensi. Bahkan sang Menteri Nadiem Makarim dinilai menganaktirikan Apratur Sipil Negara (ASN) lantaran tim yang beranggotakan 400 orang tersebut bersifat eksternal.

Pandangan miring itu dilontarkan Kepala Bidang Diklat dan Peningkatan Kompetensi Guru P2G, Fauzi Abdillah.

“Apa boleh buat jika Mas Menteri lebih yakin dan percaya kepada kinerja Shadow Team ini ketimbang ASN di internal Kemdikbudristek, meskipun ini preseden tidak baik dalam konteks tata kelola lembaga,” kata Fauzi kepada inilah.com, Jumat (23/9/2022).

Fauzi menilai, kehadiran tim khusus ini juga bak benalu bagi ASN di internal Kementerian. Terlepas itu dari orang-orang kepercayaan pilihan Menteri Nadiem.

Baca juga
Foto: KPK Tahan Bupati Penajam Paser Utara

“Kami melihat justru keberadaan mereka akan menggoyahkan birokrasi internal Kemdikbudristek. Sebab jumlahnya tak sedikit 400 orang,” cetus Fauzi.

Di luar itu semua P2G menilai perlu adanya pengusutan lebih lanjut terkait kehadiran tim khusus ini. Lebih-lebih terkait siapa dan apa peran di balik orang yang ditunjuk Nadiem masuk dalam tim bayangan.

“Kami pikir, Mas Menteri harus menyampaikan ke publik nama-nama 400 orang Shadow Team ini, sebagai bentuk transparansi dan akuntabilitas,” tukas Feriyansyah, Kepala Bidang Litbang Pendidikan P2G.

Publik menurut Feriansyah jugabpatut mempertanyakan apa bentuk produk inovatif dikerjakan hingga dihasilkan oleh 400 shadow team.

Baca juga
Kemendikbudristek Sebut Kurikulum Darurat Jadi Solusi Kurangi Learning Loss

“Sebagai guru dan dosen, kami belum melihat produk inovatif apa? Kenyataannya gaji guru honorer tetap menyedihkan selama ini. Data hasil Asesmen Nasional 2021 dari Kemdikbud menunjukkan 50 persen siswa kita belum mampu mencapai kompetensi dasar di bidang literasi. 3 dari 4 siswa belum mampu mencapai kompetensi minimum bidang numerasi,” lanjut Feri.

Adapun, semula gembar-gembor 400 orang yang tergabung dalam tim bayangan ini disampaikan Nadiem dalam rangkaian United Nations Transforming Education Summit di Markas Besar PBB. Ia mengklaim, jika tim yang berisikan 400 orang itu bukanlah vendor untuk kementerian.

Nadiem menjamin sosok-sosok dalam tim tersebut memiliki sejumlah leader yang setara dengan Direktur Jendral (Dirjen) pada direktorat yang ada di Kemendikbudristek.

Tinggalkan Komentar