Minggu, 29 Mei 2022
28 Syawal 1443

Ada 5.155 Pasien COVID-19 yang Masih Dirawat di Wisma Atlet

Ada 5.155 Pasien yang Masih Dirawat di Wisma Atlet

Rumah Sakit Darurat Wisma Atlet Kemayoran hingga saat ini masih merawat sebanyak 5.155 pasien yang positif COVID-19.

“Pasien berkurang 224 orang,” kata kepala Penerangan Komando Gabungan Wilayah Pertahanan I Kolonel Marinir Aris Mudian di Jakarta, Selasa (8/2/2022).

Aris menyebutkan jumlah pasien dalam perawatan pada hari Senin (7/1) sebanyak 5.379 orang. Pasien yang masuk berasal dari wilayah DKI Jakarta.

Jika dibandingkan dengan Selasa (1/2), jumlah pasien meningkat sebanyak 341 orang.

Dia menjelaskan bahwa para pasien COVID-19 itu menjalani perawatan di tower 4, 5, 6, dan 7. Pasien itu dengan gejala ringan. RSDC Wisma Atlet memiliki total 7.894 kamar untuk empat tower perawatan pasien.

Baca juga
Cegah Infeksi COVID-19 dengan PHBS dan Rutin Gargle

Untuk rekapitulasi pasien sejak 23 Maret 2020 hingga 8 Februari 2022, sebanyak 146.280 orang pasien terdaftar.

Sementara itu, di RS Darurat Wisma Atlet Pademangan pasien rawat inap yang melakukan karantina mandiri sebanyak 825 orang hingga Selasa. Angka itu bertambah 189 orang dibandingkan pada hari Senin (7/2) sebanyak 636 orang.

Koordinator Rumah Sakit Darurat COVID-19 (RSDC) Wisma Atlet Kemayoran Mayjen TNI Budiman mengajak semua pihak untuk terus menjalankan protokol kesehatan secara disiplin.

Menurut dia, kewaspadaan dengan cara mematuhi protokol kesehatan 5M adalah hal terpenting agar kasus COVID-19 tidak naik lagi.

Sementara itu, Menteri Dalam Negeri Tito Karnavian memperpanjang dan memperbarui kembali level pemberlakuan pembatasan kegiatan masyarakat (PPKM) untuk wilayah Jawa dan Bali melalui Instruksi Menteri Dalam Negeri Nomor 9 Tahun 2022.

Baca juga
Viral Video Pendeta Minta 300 Ayat Al Quran Dihapus

Inmendagri tersebut mulai berlaku efektif pada tanggal 8—14 Februari 2022. Beberapa hal yang diatur dalam perpanjangan PPKM tersebut, antara lain adanya perubahan jumlah daerah pada level 1 yang mengalami penurunan dari 40 daerah menjadi 30 daerah, dan Level 2 dari 86 daerah menjadi 57 daerah.

Tinggalkan Komentar