Rabu, 25 Mei 2022
24 Syawal 1443

Ada Jejak Bisnis Sawit LBP dengan Salah Satu Tersangka Mafia Migor

Ada Jejak Bisnis Sawit LBP dengan Salah Satu Tersangka Mafia Migor
Menko Kemaritiman dan Investasi Luhut Binsar Pandjaitan.

Ekonom Pergerakan Kedaulatan Rakyat (PKR) Gede Sandra punya keyakinan bahwa Menko Kemaritiman dan Investasi Luhut Binsar Pandjaitan (LBP) punya kedekatan dengan MP Tumanggor, tersangka kasus mafia minyak goreng (migor) dari Wilmar Grup.

Kepada Inilah.com, Rabu (20/4/2022), Gede membeberkan sejumlah hasil risetnya. Terkait beredarnya foto Menko Luhut dengan MP Tumanggor, Komisaris PT Wilmar Nabati Indonesia yang kini berstatus tersangka dalam dugaan mafia minyak goreng yang digarap Kejaksaan Agung.

Menurut Gede, Menko Luhut yang dikenal sebagai pemilik kerajaan bisnis Toba Sejahtra Grup, punya bisnis relasi bisnis dengan Wilmar Plantations. Kongsi bisnis keduanya melahirkan PT Tritunggal Sentra Buana. Di mana, perusahaan Luhut ini menggenggam 25 persen saham Tritunggal yang memiliki perkebunan sawit di Saliki, Kalimantan Timur.

Baca juga
Rusia Sepakat Berunding dengan Ukraina di Perbatasan

Di mana, total luas perkebunan Saliki mencapai 12.000 hektare (ha), dengan lahan Hak Guna Usaha (Izin Operasi) seluas 5.759 ha. Perkebunan Saliki juga dilengkapi dengan alat giling yang dapat mengolah hasil panen menjadi minyak sawit mentah (Crude Palm Oil/CPO). Hasil panen sawit bisa berasal dari kebun sendiri, maupun membeli dari petani di sekitar. “Artinya, rekam jejak Menko Luhut yang pebisnis itu, punya benang merah dengan Wilmar,” tutur gede.

Masih kata Gede, sepanjang 2016-2020, Badan Pengelola Dana Perkebunan Kelapa Sawit (BPDPKS) menggelontorkan insentif biodiesel sebesar Rp18,58 triliun untuk tiga perusahaan yang kini terseret kasus ekspor CPO. Yakni PT Musim Mas, PT Wilmar Nabati Indonesia, dan PT Permata Hijau Palm Oleo.

Baca juga
Jaksa Agung Ketemu Mardani H Maming, MAKI: Kurang Elok

Menariknya, berdasarkan data BPDPKS, penyaluran insentif biodiesel yang terbesar untul Wilmar Nabati Indonesia senilai Rp8,76 triliun. Selanjutnya Musim Mas mencapai Rp7,19 triliun, dan Permata Hijau Palm Olea sebesar Rp2,63 trilun. “Ini menarik, begitu besarnya insentif biodiesel untuk Wilmar Nabati. Setara 47 persen dari Rp18,58 triliun. Bisa jadi ada kaitan Luhut dengan Wilmar,” paparnya.

Dikutip dari akun twitter Sekjen Serikat Petani Kelapa Sawit (SPKS), Mansuetus Darto yakni @dartowojtyla, Rabu (20/4/2022), dana insentif biodiesel yang digelontorkan BPDP-KS hingga 2021 untuk Wilmar Grup mencapai lebih dari Rp15 triliun.

Terbagi untuk Wilmar Bioenergi Indonesia Rp8,44 triliun (1,517,1 juta liter biodiesel). Dan untuk Wilmar Nabati Indonesia senilai Rp7,09 triliun (1.407,1 juta liter biodiesel). Sedangkan alokasi insentif biodiesel untuk Permata Hijau Palm Oleo senilai Rp2,08 triliun ()409,7 juta liter biodiesel), dan Musim Mas sebesar Rp5,05 triliun (927,5 juta liter biodiesel).

Baca juga
Dua Unit Lampu Lalin di Yogyakarta Hilang

Sampai berita ini diturunkan, Inilah.com mencoba menghubungi juru bicara Kemenko Kemaritiman dan Investasi, Jodi Mahardi, namun tak mendapat tanggapan.

Tinggalkan Komentar