Ada Kabar Baik dari Lantai Bursa, Jumlah Perusahaan IPO Indonesia Tertinggi Se-ASEAN

Ada Kabar Baik dari Lantai Bursa, Jumlah Perusahaan IPO Indonesia Tertinggi Se-ASEAN - inilah.com

Bursa Efek Indonesia (BEI) mencatat, jumlah perusahaan yang nyemplung ke lantai bursa terus bertambah. Saat ini, jumlah perusahaan yang IPO di Indonesia, tercatat yang terbanyak di ASEAN.

Ya, betul. Pihak BEI memastikan, jumlah perusahaan yang melakukan skema penawaran umum perdana saham alias initial public offering (IPO) sejak awal Januari hingga September 2021, tertinggi di ASEAN. Posisi selanjutnya adalah Thailand, Malaysia, Filipina dan Singapura.

Kepala Divisi Riset dan Pengembangan BEI Verdi Ikhwan, menyampaikan, saat ini, sudah tercatat 38 perusahaan yang melakukan IPO dan masih ada sebanyak 21 perusahaan dalam pipeline yang siap melantai di bursa. “Kami berharap sampai dengan akhir tahun ini mudah-mudahan bisa tembus di atas 50, mendekati pencapaian di tahun 2020,” kata Verdi dalam InfobankTalkNews Media Discussion di Jakarta, Jumat (29/10/2021).

Baca juga  BEI Sambut Peralihan Bank Banten Menuju Digital

Ia mengungkapkan, jumlah perusahaan yang melakukan IPO di BEI setiap tahunnya memang terus meningkat, dan rata-rata di atas 50 sejak 2017.

Jika dibandingkan dengan negara-negara di ASEAN, pencapaian Indonesia yang belum penuh satu tahun ini sudah sangat tinggi, mengingat jumlah perusahaan yang melakukan IPO sepanjang Januari-September 2021 di Thailand hanya berjumlah 24, Malaysia 23, Filipina empat, dan Singapura satu.

Menurut ia, kondisi tersebut mirip dengan tahun 2020 di mana Indonesia memiliki jumlah perusahaan IPO yang terbanyak, yakni 51, disusul Thailand 28, Malaysia 18, Singapura 11, dan Filipina tiga.

Selain itu, penghimpunan dana di pasar modal atau fund raising juga meningkat sangat signifikan dari Rp5 triliun pada tahun lalu menjadi lebih dari Rp30 triliun pada tahun ini.

Baca juga  Program Kendari Terang Diharap Cegah Kriminalitas

“Harapannya, 21 perusahaan yang ada di pipeline tersebut nantinya bisa menghimpun dana yang besar, sehingga bisa menambah fund raising untuk pasar saham Indonesia,” ucap Verdi.

Tinggalkan Komentar