Kamis, 26 Mei 2022
25 Syawal 1443

Ada Kerangkeng Manusia di Rumah Bupati Langkat, Komnas HAM Berangkat Selidiki

Kerangkeng manusia
(dpk. Migran Care)

Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menemukan kerangkeng manusia di rumah Bupati Langkat Terbit Rencana Perangin Angin.

Kerangkeng tersebut kuat dugaan dipakai sang bupati untuk melakukan penyiksaan.

Mendapat informasi tersebut, Komisi Nasional Hak Asasi Manusian (Komnas HAM) segera memeriksa keberadaan kerangkeng itu.

“Kami akan segera kirim tim ke sana, ke Sumatera Utara, terus juga berkomunikasi dengan berbagai pihak,” kata Komisioner Komnas HAM Choirul Anam di Kantor Komnas HAM Jakarta Selatan, Senin, (24/1/2022).

Anam mengatakan pihaknya mendapatkan banyak foto, maupun video terkait penggunaan kerangkeng di rumah Terbit itu. Komnas HAM tak mau membuang waktu untuk mendalami dugaan ini.

Baca juga
Foto: Azis Syamsuddin Divonis 3,5 Tahun Penjara

“Kami harus cepat karena karakter kasus semacam ini dalam konteks skenario hak asasi manusia memang harus cepat apalagi jika ada dugaan penyiksaan,” ujar Anam.

Sebelumnya, Terbit Rencana Perangin Angin memiliki kerangkeng manusia di rumahnya. Migran Care menduga kerangkeng manusia itu bagian dari perbudakan modern.

“Di lahan belakang rumah bupati tersebut, ditemukan ada kerangkeng manusia (untuk orang-orang) yang dipekerjakan di kebun kelapa sawitnya, (mereka) mengalami eksploitasi yang diduga kuat merupakan praktik perbudakan modern,” kata Ketua Pusat Studi Migrasi Migrant Care Anis Hidayat melalui keterangan tertulis, Senin, (24/1/2022).

Migran Care bakal melaporkan temuan tersebut ke Komisi Nasional (Komnas) Hak Asasi Manusia (HAM). Komnas HAM diminta mengusut dugaan praktik perbudakan modern itu.

Tinggalkan Komentar