Selasa, 17 Mei 2022
16 Syawal 1443

Ada Perang Rusia-Ukraina, BRI Ramalkan Ekonomi Indonesia Mentok 5 Persen

Perang Rusia-Ukraina, BRI Ramalkan Ekonomi Mentok 5 Persen
Direktur Keuangan BRI Viviana Dyah Ayu Retno (foto: Nusantara TV)

PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk, memprediksi perekonomian Indonesia di 2022, bakal tumbuh kondusif di rentang 4 persen hingga 5 persen. Meski masih ada pandemi COVID-19 dan konflik Rusia dan Ukraina.

“Kalau kita bicara tentang kondisi makro ekonomi, diharapkan tahun 2022 lebih kondusif dibandingkan 2021. Maka untuk proyeksi ekonomi kita masih proyeksikan Indonesia akan tumbuh 4 persen sampai 5 persen,” kata Direktur Keuangan BRI Viviana Dyah Ayu Retno saat jumpa pers secara daring di Jakarta, Selasa (1/3/2022).

Sementara itu, lanjut dia, BRI secara grup pada 2022 menargetkan pembiayaan perseroan bisa tumbuh 9 persen hingga 11 persen. “Tentunya ini cukup menantang, terkait dengan mitigasi COVID-19 juga,” ujar Viviana.

Baca juga
Ketua dan Anggota Dewan Komisioner OJK 2022-2027 Wajib Selesaikan Urusan Pinjol

Untuk kredit berkualitas rendah atau Non Performing Loan (NPL), emiten berkode saham BBRI itu mengestimasikan akan berada di kisaran 2,8 persen hingga 3 persen, sedangkan marjin bunga bersih atau NIM ditargetkan mencapai 7,6 persen sampai 7,8 persen.

BRI melalui Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST) 2022 baru saja memutuskan untuk membagikan dividen sebesar 85 persen dari laba bersih konsolidasian yang dapat diatribusikan kepada pemilik entitas induk atau senilai Rp26,4 triliun.

Dividen yang akan dibagikan ini sekurang-kurangnya ekuivalen dengan Rp174,23 per lembar saham, meningkat 76,17 persen dibanding dividen 2020 sebesar Rp98,9 per lembar saham.

Baca juga
Menteri ESDM akan Pidanakan Truk Industri yang Gunakan Solar Subsidi

Sepanjang 2021 lalu emiten berkode saham BBRI itu mampu mencatatkan pertumbuhan kinerja yang sehat dan berkelanjutan. Aset perseroan secara konsolidasi mencapai Rp1.678,1 triliun atau tumbuh 4,2 persen (yoy). Total kredit perusahaan mencapai Rp1.042,9 triliun, tumbuh 2,2 persen (yoy) yang didominasi segmen mikro Rp876,4 triliun sehingga komposisi UMKM mencapai 83,86 persen.

 

Tinggalkan Komentar