AFC Tanggapi Hukuman FIFA atas Skandal Naturalisasi Timnas Malaysia

Skandal Naturalisasi Malaysia Memanas. (Foto: Bernama)
Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp Inilah.com
Konfederasi Sepak Bola Asia (AFC) menegaskan bahwa isu kelayakan pemain naturalisasi Timnas Malaysia sepenuhnya berada di bawah kewenangan FIFA. Saat ini, kasus tersebut masih menunggu keputusan final dari Football Tribunal.
Sekretaris Jenderal AFC, Datuk Seri Windsor Paul, mengatakan bahwa proses disipliner memang sudah berjalan, namun belum ada keputusan yang benar-benar final.
“Isu kelayakan pemain bukan keputusan AFC. Itu wewenang FIFA, khususnya tribunal sepak bola. Keputusan belum dibuat, kami menunggu tribunal bersidang dalam waktu dekat,” ujar Windsor dikutip dari The Star, Sabtu (27/8).
Masih Bisa Banding hingga CAS
Windsor menjelaskan bahwa FAM masih memiliki hak untuk melakukan banding atas sanksi yang dijatuhkan FIFA pekan lalu. Jika banding pertama ditolak, kasus ini bahkan bisa dibawa ke CAS (Court of Arbitration for Sport).
“Ini seperti proses hukum. Ada komite disiplin, lalu komite banding. Jika masih tidak puas, bisa ke CAS. Sampai semua proses ini selesai, keputusan belum bersifat final,” katanya.
Latar Belakang Kasus
Pada Jumat (26/9/2025), Komite Disiplin FIFA menjatuhkan sanksi berat kepada FAM dan tujuh pemain naturalisasi Malaysia karena melanggar Pasal 22 FIFA Disciplinary Code tentang pemalsuan dokumen.
FAM dinyatakan bersalah setelah terbukti menyerahkan dokumen manipulatif dalam proses klarifikasi kelayakan pemain untuk tampil di laga kualifikasi Piala Asia 2027 melawan Vietnam, 10 Juni 2025 lalu.
Sanksi yang dijatuhkan antara lain:
- Denda CHF 350.000 (sekitar Rp7,3 miliar) untuk FAM.
- Skorsing 12 bulan untuk tujuh pemain, yaitu Gabriel Palermo, Facundo Garcés, Rodrigo Holgado, Imanol Machuca, João Figueiredo, Jon Irazábal, dan Héctor Hevel.
- Denda CHF 2.000 (sekitar Rp43 juta) per pemain.
AFC berharap proses hukum berjalan cepat mengingat kualifikasi Piala Asia 2027 masih terus berlangsung.
“FAM sudah menyatakan akan banding. Jadi kami menunggu keputusan dari badan berwenang secepatnya agar tidak mengganggu jalannya kualifikasi Piala Asia,” tutur Windsor.
Tambahkan Inilah.com Sebagai Sumber Utama di Google untuk Dapatkan Berita Eksklusif.