Minggu, 05 Februari 2023
14 Rajab 1444

Agar Ekonomi Tumbuh Tinggi, Sri Mulyani Lupakan Masyarakat Bawah

Jumat, 11 Nov 2022 - 22:52 WIB
Menteri Keungan, Sri Mulyani.

Pertumbuhan ekonomi di kuartal III-2022 cukup moncer di angka 5,72 persen (year on year/yoy). Untuk kuartai IV, Menteri Keuangan Sri Mulyani fokus menjaga daya beli menengah ke atas. Kelas bawah dilupakan.

Menurut Sri Mulyani adalah konsumsi rumah tangga kelas menengah ke atas harus dijaga. Kedua level itulah yang menyokong perekonomian nasional. “Kami melanjutkan kepercayaan ini pada kuartal keempat tahun ini dan pada tahun 2023,” kata Sri Mulyani dalam acara 4th Indonesia Fintech Summit – Moving Forward Together Day 2 secara daring di Jakarta, Jumat (11/11/2022).

Untuk itu, lanjut Sri Mulyani, pemerintah akan terus menjaga inflasi agar dapat mempertahankan daya beli rumah tangga yang kuat saat ini. Dan, tren konsumsi rumah tangga menengah ke atas di masa depan, berpotensi tumbuh kuat. Hal itu tercermin dari melonjaknya simpanan di bank.

Baca juga
Wujudkan Energi Bersih, Pemerintah Indonesia Harus Punya Duit Rp28.233 Triliun

Jika melihat tabungan rumah tangga nominal di atas Rp2 miliar dalam sistem perbankan, kata dia, tingkat pertumbuhannya terjaga dua digit, yakni 10 persen. Atau di atas tingkat pertumbuhan dana pihak ketiga (DPK) secara nasional.

Dengan demikian, rumah tangga kelas menengah ke atas masih memiliki daya beli. “Ketika kita dapat mengelola pandemi, di saat itulah mengapa orang memiliki mobilitas yang lebih baik dan mulai menggunakan daya beli mereka,” tambahnya.

Selain konsumsi rumah tangga, dirinya menegaskan investasi juga harus dipastikan cukup sehat agar bisa terus menjadi sumber pertumbuhan ekonomi domestik.

Pada triwulan ketiga tahun ini, investasi yang terlihat dari Pembentukan Modal Tetap Bruto (PMTB) mampu tumbuh 4,96 persen (yoy) atau lebih tinggi dari triwulan sebelumnya yakni 3,5 persen (yoy).

Baca juga
Orang Miskin Dilarang Sakit COVID-19, Pemerintah Ogah Biayai Vaksin dan Pengobatan

Oleh karena itu, Bendahara Negara akan memastikan inflasi domestik terus moderat atau cukup rendah agar momentum pertumbuhan terus berlanjut. “Jadi bagi kami, bagaimana kami akan membangun momentum investasi. Jika ekonomi tumbuh stabil dan cukup tinggi, dunia usaha akan memiliki kepercayaan diri untuk berinvestasi,” ucap Sri Mulyani

Tinggalkan Komentar