Agendakan Delapan Saksi, Sidang Kasus Penyiraman Andrie Yunus Baru Hadirkan Lima Orang

Pengadilan Militer II-08 Jakarta menghadirkan sejumlah saksi dalam kasus penyiraman air keras kepada aktivis KontraS Andrie Yunus, Rabu (6/5/2026). (Foto: inilah.com/Wahyu Praditya Purnama)
Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp Inilah.com
Sidang lanjutan kasus penyiraman air keras terhadap aktivis Komisi untuk Orang Hilang dan Korban Tindak Kekerasan (KontraS), Andrie Yunus, kembali digelar di Pengadilan Militer II-08 Jakarta, Rabu (6/5/2026), dengan agenda pemeriksaan delapan Saksi.
Namun hingga sidang dimulai, baru lima saksi yang hadir di ruang persidangan. Oditur militer menyampaikan bahwa seluruh saksi telah dipanggil secara patut, tetapi tiga di antaranya masih dalam perjalanan menuju pengadilan.
"Kami memanggil secara patut delapan saksi yang seharusnya hadir hari ini. Namun yang terkonfirmasi baru lima orang, sementara tiga lainnya masih dalam perjalanan," kata oditur militer di persidangan, Rabu (6/5/2026).
Menanggapi hal tersebut, majelis hakim memutuskan agar sidang tetap dilanjutkan dengan memeriksa saksi yang telah hadir terlebih dahulu. Pemeriksaan terhadap tiga saksi lainnya direncanakan dilakukan pada sesi berikutnya setelah mereka tiba.
"Kita periksa dulu yang ada. Tiga saksi lainnya mungkin di sesi kedua,” kata ketua majelis hakim.
Lima saksi yang telah diperiksa diketahui berasal dari unsur militer. Keterangan mereka menjadi bagian penting dalam mengungkap kronologi peristiwa penyiraman air keras yang menimpa Andrie Yunus.
Dalam perkara ini, terdapat empat terdakwa dari kalangan TNI yang diadili, yakni Edi Sudarko, Budhi Hariyanto Widhi, Nandala Dwi Prasetyo, dan Sami Lakka.
Keempatnya didakwa melanggar sejumlah pasal dalam Kitab Undang-Undang Hukum Pidana terkait dugaan penganiayaan berat yang direncanakan, penganiayaan berat, serta penganiayaan berencana.
Sidang ini menjadi bagian dari proses pembuktian untuk mengungkap peran masing-masing terdakwa dalam kasus yang menyita perhatian publik tersebut.
Tambahkan Inilah.com Sebagai Sumber Utama di Google untuk Dapatkan Berita Eksklusif.