Rabu, 28 September 2022
02 Rabi'ul Awwal 1444

Agresif Pemasaran, Wahana Interfood Patok Pendapatan Rp268 Miliar di 2022

Jumat, 25 Feb 2022 - 15:35 WIB
Penulis : Ahmad Munjin
Wahana Interfood Patok Pendapatan Rp268 Miliar di 2022- inilah.com
Foto: Wahana Interfood

PT Wahana Interfood Nusantara Tbk (COCO) lebih agresif dalam melakukan pemasaran. Emiten produsen kakao dan coklat ini membidik pendapatan senilai Rp268 miliar pada tahun ini. Angka tersebut lebih tinggi dari pendapatan pada 2021 yang mencapai Rp224 miliar.

Sekretaris Perusahaan COCO Gendra Fachrurozi mengatakan, untuk mencapai target tersebut, perseroan akan lebih agresif dalam melakukan pemasaran baik di tingkat domestik maupun pasar global.

“Hal ini sejalan dengan rencana perusahaan untuk terus bertumbuh 15 persen sampai 20 persen setiap tahunnya. Salah satu strategi untuk menggenjot penjualan pada tahun ini adalah dengan memperkuat pemasaran domestik dan internasional,” ujar Gendra dalam keterangan di Jakarta, Jumat (25/2/2022).

Menurut Gendra, selain menyiapkan produk yang sesuai dengan kebutuhan dan keinginan konsumen, penguatan pemasaran juga menjadi hal utama. Sejak awal tahun ini misalnya, perseroan terus memperkuat rantai pemasaran global di Asia, Eropa, Australia, Selandia Baru dan Amerika Serikat.

Baca juga
Wahana Interfood Kempit Laba Bersih Rp8,53 Miliar di 2021

“Ekspansi global ini tentunya tidak hanya berimbas pada penjualan tetapi juga milestone perusahaan untuk menjadi produsen cokelat kelas dunia yang membawa cita rasa cokelat asli Indonesia,” kata Gendra.

Sedangkan di domestik, perseroan terus melakukan penguatan pemasaran melalui pasar tradisional dan pasar modern. Perusahaan juga menggarap segmen penjualan melalui daring untuk menjaring konsumen baru. Tak hanya pelanggan ritel, segmen UMKM, baik itu bakery lokal maupun hotel, restoran dan café (horeca) juga terus perseroan garap.

Melalui demo aplikasi produk untuk pembuatan kue ke segmen UMKM dan Horeca secara langsung dan juga mengembangkan pemasaran melalui media sosial, ia meyakini produk COCO bakal banyak diminati.

Baca juga
Rilis Aplikasi WMS, Kioson Genjot Pendapatan 20 Persen di Akhir 2022

Perusahaan bahkan juga memiliki kanal Youtube Baking with SCHOKO dan akun instagram @schoko.id sebagai bagian dari promosi melalui media sosial.

“Yang pasti, kami menerapkan harga yang kompetitif dengan kualitas produk yang lebih baik. Tentunya ini menjadi daya tarik utama, dengan harga yang lebih murah tetapi mendapatkan kualitas produk yang lebih baik,” ujar Gendra.

Pembangunan Pabrik Baru

Dengan strategi tersebut, Gendra meyakini pada tahun ini target pertumbuhan penjualan akan tercapai. Paralel dengan itu, perusahaan juga tengah menuntaskan pembuatan pabrik baru yang akan mengerek kapasitas produksi dari 6.000 ton per tahun menjadi 16.000 ton per tahun.

Pabrik baru tersebut rencananya berproduksi pada tahun depan dan akan memperkuat posisi COCO sebagai pemain utama di industri cokelat Indonesia.

Baca juga
Emiten BRMS Kempit Kenaikan Pendapatan 118 Persen di Kuartal I 2022

COCO juga nantinya bakal memproduksi varian produk baru seperti waterbased atau selai dan isian yang saat ini tengah pengembangan varian rasa baru sesuai dengan kebutuhan pelanggan. Pada kuartal II tahun ini, COCO akan merilis produk waterbased baru yang sesuai dengan selera pelanggan.

“Yang jelas kami akan terus berinovasi dan fokus untuk membuat produk yang sesuai dengan keinginan costumer. Tentunya dengan harga yang kompetitif dan produk yang lebih baik dibandingkan dengan kompetitor,” imbuh Gendra.

Tinggalkan Komentar