Minggu, 22 Mei 2022
21 Syawal 1443

Airlangga: DKI Jakarta Punya Fasilitas dan Kapasitas Fiskal Tertinggi Nasional

Airlangga: DKI Punya Fasilitas dan Kapasitas Fiskal Tertinggi Nasional - inilah.com
Foto: ekon.go.id

Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto menyatakan, Provinsi DKI Jakarta memiliki potensi besar untuk ikut mengerek naik pertumbuhan ekonomi terutama di Pulau Jawa. DKI punya fasilitas dan kapasitas fiskal tertinggi secara nasional.

“Oleh karena itu, saya berharap DKI Jakarta menjadi provinsi yang memiliki daya dongkrak pertumbuhan ekonomi tertinggi secara nasional,” ujar Menko Airlangga saat memberikan sambutan kegiatan Musrenbang RKPD DKI Jakarta Tahun 2023, Kamis (14/4/2022).

Airlangga menuturkan, Musyawarah Perencanaan Pembangunan (Musrenbang) Rancangan Rencana Kerja Pembangunan Daerah (RKPD) DKI Jakarta 2023 dapat bersinergi dengan program dari pemerintah pusat untuk meningkatkan pertumbuhan ekonomi.

Ia menegaskan, sinergi antara pemerintah pusat dengan pemerintah daerah bersama stakeholder lain untuk mengendalikan pandemi membuat Indonesia memiliki landasan ekonomi yang baik.

Baca juga
Kasus COVID-19 di DKI Tambah 720 Orang

DKI Sukses Tangani Pandemi

Terlebih, DKI Jakarta menjadi salah satu provinsi yang dinilai berhasil menangani pandemi dengan baik. Menurut Airlangga perekonomian nasional berhasil tumbuh sebesar 3,69 persen (yoy) pada 2021.

Hal ini menguatkan momentum pemulihan ekonomi nasional yang membuat Indonesia menjadi salah satu negara yang pemulihan ekonominya telah mencapai tingkat sebelum pandemi.

“Income per kapita yang sempat turun, kini bisa kembali ke US$4.350. Sinyal pemulihan juga terlihat dari berbagai index di berbagai daerah,” tuturnya.

Ketua Umum Partai Golkar ini menambahkan, Indonesia saat ini menjadi salah satu negara yang bisa kembali ke negara berpendapatan menengah atas.

Baca juga
Bikin Festival Diskon 2021, Jurus Menteri Erick Dongkrak Ekonomi Cepat

Indonesia juga memiliki potensi mendapatkan pemasukan dari ekspor komoditas. Hal ini dikarenakan beberapa harga komoditas terus meningkat seperti batu bara, tembaga, gas alam, CPO, dan nikel.

Airlangga mengaku, pemerintah pusat berupaya menjaga momentum pemulihan ekonomi dengan melanjutkan pemberian stimulus ekonomi melalui program Pemulihan Ekonomi Nasional (PEN).

Untuk tahun ini, alokasi anggaran PEN mencapai Rp455,62 triliun. Program PEN dibagi dalam beberapa bidang, yakni, kesehatan dengan alokasi anggaran Rp122,5 triliun, perlindungan masyarakat Rp154,8 triliun, dan penguatan pemulihan ekonomi sebesar Rp178,3 triliun.

Ketua Komite Penanganan COVID-19 dan Pemulihan Ekonomi Nasional (KPCPEN) ini menambahkan, khusus mulai Ramadan tahun ini, pemerintah meluncurkan perlindungan sosial akibat kenaikan harga minyak goreng. Bantuan Langsung Tunai (BLT) Minyak Goreng diberikan selama tiga bulan sebesar Rp100 ribu per bulan tiap penerima.

Baca juga
Foto: DPP Golkar Gelar Peringatan Nuzulul Quran

“Diberikan untuk tiga bulan sekaligus yaitu sebesar Rp300 ribu. Bantuan itu diberikan kepada lebih dari 20 juta masyarakat. Ditambah dengan BT-PKLWN yang disalurkan kepada 2,5 juta masyarakat,” tutur Airlangga.

Menko Airlangga menyampaikan digitalisasi daerah diharapkan terus ditingkatkan karena elektronifikasi berkontribusi dalam peningkatan PAD sebesar 11,1 persen (yoy).

Ia mengaku, terjadi peningkatan PAD rata-rata hingga 14 persen dari sembilan daerah yang mengikuti pilot project program percepatan dan perluasan digital daerah.

“Pemerintah akan melanjutkan program bantuan permodalan, yaitu Banpres untuk usaha mikro yang ditargetkan untuk 12,8 juta masyarakat,” tegas Airlangga.

Tinggalkan Komentar