Minggu, 03 Juli 2022
04 Dzul Hijjah 1443

Airlangga: Indeks Manufaktur Indonesia Juara di ASEAN, Industri Nasional Bergerak

Kamis, 16 Jun 2022 - 18:34 WIB
Airlangga: Indeks Manufaktur Indonesia Juara ASEAN, Industri Bergerak
Menko Perekonomian Airlangga Hartarto

Ada kabar baik dari sektor manufaktur pada Mei 2022. Survei PMI Manufaktur Indonesia mencapai 50,8. Melanjutkan level ekspansif dalam sembilan bulan berturut-turut.

Menurut Menko Perekonomian Airlangga Hartarto, Jakarta, dikutip Kamis (16/6/2022), hasil survei PMI Manufaktur yang dilakukan S&P Global ini, cukup melegakan. Menandakan bahwa industri manufaktur di Indonesia mulai berjalan normal. Yang lebih menggembirakan lagi, capaian PMI Mafukatur Indonesia teratas di kalangan negara-negara ASEAN.

“Level PMI Indonesia ini, berada di atas level PMI negara ASEAN lainnya, seperti Malaysia (50,1) dan Myanmar (49,9),” paparnya.

Menurut survei S&P Global, kata dia, PMI Manufaktur Mei 2022 bergerak ekspansif, bermakna bahwa responden manufaktur Indonesia berekspektasi positif terhadap kinerja perekonomian selama 12 bulan ke depan. Sehingga mereka memutuskan untuk terus menambah kapasitas produksinya.

Baca juga
Menko Airlangga Proyeksikan Gresik Jadi Sentra Hilirisasi Tembaga

Dikatakan Menko airlangga, nilai impor Mei 2022 mencapai US$18,61 miliar. Jika dibandingkan Mei 2021 mengalami kenaikan 30,74 persen (yoy). Impor terbesar berasal dari kelompok bahan baku/penolong dengan porsi 78,77 persen dari total impor. Disusul barang modal (13,09 persen), dan barang konsumsi (8,14 persen).

“Artinya, geliat manufaktur atau produksi nasional terus bertumbuh. Sehingga membutuhkan input bahan baku (impor) lebih besar,” jelas Ketum Partai Golkar ini.

Mencermati dinamika global yang masih akan penuh tantangan di masa depan, lanjut Menko Airlangga, pemerintah terus membanun sinergi dengan Bank Indonesia (BI), Pemerintah mengoptimalkan pemanfaatan Local Currency Settlement (LCS) sebagai bagian dari upaya mitigasi risiko eksternal.

Baca juga
Dua Menteri Jokowi Resmi Buka GIIAS 2021

Untuk merealisasikan upaya tersebut, BI bersama Kemenko Perekonomian, Kementerian Keuangan, Otoritas Jasa Keuangan, Kadin, Apindo dan Asosiasi Bank ACCD telah meluncurkan Task Force Nasional LCS sebagai bentuk sinergi dan kolaborasi dalam mengakselerasi pengembangan LCS.

Tinggalkan Komentar