Rabu, 29 Juni 2022
29 1444

Airlangga: Keputusan KIB Bersifat Kolektif dan Kolegial

Minggu, 05 Jun 2022 - 01:17 WIB
Airlangga KIB
Ketua Umum Partai Golkar Airlangga Hartarto (foto: Inilah.com/Agus Priatna)

Ketua Umum Partai Golkar Airlangga Hartarto menegaskan keputusan yang diambil dalam Koalisi Indonesia Bersatu (KIB) bersifat kolektif dan kolegial.

“Bertemu dengan siapa pun sudah sepengetahuan pimpinan partai yang lain,” kata Airlangga usai penandatangan nota kesepahaman di Kawasan Hutan Kota Senayan, Jakarta, Sabtu (4/6/2022) malam.

Dia menjelaskan, KIB dibentuk untuk menghilangkan politik identitas, menaikan elektabilitas partai hingga saling mengisi antar sesama anggota koalisi untuk membangun indonesia.

“Koalisi nasionalis religius, baik yang Muslim tradisional maupun Muslim yang modernis, untuk menghilangkan politik identitas,” katanya menegaskan.

Airlangga KIB

Hal senada disampaikan Ketua Umum Partai Persatuan Pembangunan (PPP) Suharso Monoarfa jika koalisi dibangun dengan kesepakatan-kesepakatan yakni prinsip kesetaraan diantara partai koalisi dan solidaritas kuat.

Baca juga
Pastikan Tubuh Fit Saat Jalani Arus Balik Usai Mudik Lebaran

Terkait dengan kemungkinan retaknya koalisi jelang Pemilu 2024, dia menegaskan’ aneh bin ajaib’ jika kemudian sudah berteman dan menjalin hubungan dengan baik, masih ada cemburu dan melakukan sesuatu

“Saya kira itu politik yang tidak bagus dan menunjukkan politik yang kurang baik,” ujarnya.

Suharso menegaskan koalisi ingin menunjukkan kepada rakyat dan bangsa Indonesia, sesuatu yang baru dalam berdemokrasi ke depannya.

“Ini ikhtiar, untuk pandangan yang baik dan positif, kalau niatannya bagus, saya kira batu karang bisa dilewati,” kata Ketua Umum PAN Zulkifli Hasan menambahkan.

Tiga ketua umum partai politik secara resmi menandatangani nota kesepahaman dibentuknya Koalisi Indonesia Bersatu (KIB).

Baca juga
Sudah 40 Tahun, Zlatan Ibrahimovic Masih Belum Ingin Pensiun

Penandatanganan itu dilakukan Ketua Umum DPP Partai Golkar Airlangga Hartarto, Ketua Umum DPP PPP Suharso Monoarfa, dan Ketua Umum DPP PAN Zulkifli Hasan.

Tiga pimpinan partai politik itu juga menyepakati bahwa koalisi masih terbuka untuk partai politik lainnya yang ingin bergabung. Selain itu, mereka juga bersepakat jika koalisi belum akan membahas calon presiden (capres) dan calon wakil presiden (cawapres) yang akan diusung dalam Pilpres 2024. [ikh]

Tinggalkan Komentar