Jumat, 19 Agustus 2022
21 Muharram 1444

Airlangga: Kewirausahaan Kampus Kunci Penciptaan Lapangan Kerja

Rabu, 29 Jun 2022 - 11:03 WIB
Penulis : Ahmad Munjin
Airlangga: Kewirausahaan Kampus Kunci Penciptaan Lapangan Kerja - inilah.com
Foto: Humas Kemenko Perekonomian

Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto menyatakan, semangat kewirausahaan harus dipupuk sejak mahasiswa. Kewirausahaan yang diinisiasi kampuas menjadi kunci keberhasilan penciptaan lapangan kerja.

“Program kewirausahaan yang diinisiasi oleh kampus, menjadi salah satu kunci keberhasilan penciptaan lapangan kerja yang berasal dari lingkungan universitas,” kata Menko Airlangga saat memberikan sambutan secara daring pada kegiatan Kemenko Perekonomian Goes to Campus di Universitas Negeri Yogyakarta, Selasa (28/6/2022). Kegiatan tersebut digelar secara hybrid dan dihadiri lebih dari 500 peserta.

Ia mengharapkan kampus dapat memadukan ilmu pengetahuan dan kemampuan untuk berinovasi membaca peluang, sehingga menghasilkan entrepreneur yang berkualitas. Dengan berbagai kebijakan yang berpihak kepada UMKM, para generasi muda kampus dapat ikut antusias menjadi wirausahawan dan berperan sebagai pencipta lapangan kerja.

Lebih jauh Menko Airlangga menjelaskan, pemerintah terus melanjutkan program Pemulihan Ekonomi Nasional. Salah satu klasternya adalah penguatan pemulihan ekonomi. Dalam klaster tersebut terdapat program dukungan bagi UMKM.

Sebab, UMKM berperan penting dalam perekonomian nasional di setiap periode krisis serta menjadi buffer dan bersifat resilient. Pemerintah juga berkomitmen untuk terus mendorong UMKM. “Pemerintah mendorong masyarakat, utamanya generasi muda untuk berwirausaha guna meningkatkan jumlah UMKM di Indonesia,” ujarnya.

Airlangga menjelaskan, kegiatan yang dilakukan di Perpustakaan Digital Universitas Negeri Yogyakarta tersebut merupakan salah satu upaya Pemerintah dalam memberikan pemahaman kepada masyarakat, termasuk kepada kalangan civitas akademika, mengenai program pembiayaan Kredit Usaha Rakyat (KUR) sebagai alternatif pembiayaan untuk memulai usaha.

Baca juga
Jelang WSBK, Lombok Telah Berstatus PPKM Level 1

“Dengan berwirausaha, para mahasiswa ataupun anak muda bisa menjadi game changer yang berkontribusi kepada pembangunan ekonomi Indonesia. Ini menjadi momentum kolaborasi antara Pemerintah dan civitas akademika untuk menciptakan SDM unggul dan juga bisa memanfaatkan fasilitas pembiayaan yang ada. UMKM bangkit, ekonomi terungkit,” tegas Menko Airlangga.

Terkait KUR, Deputi Bidang Koordinasi Ekonomi Makro dan Keuangan Iskandar Simorangkir yang hadir langsung pada kesempatan tersebut menjelaskan bahwa pelaku UMKM pemula yang membutuhkan pembiayaan skala ultra-mikro dapat mengakses kredit Mekaar, Kredit Umi (Ultra Mikro) ataupun KUR Super Mikro.

Jika membutuhkan modal yang lebih besar juga dapat mengakses KUR dengan plafon maksimal 500 juta. Untuk KUR, Pemerintah telah menetapkan plafon KUR tahun 2022 sebesar Rp373,17 triliun dengan memberikan kebijakan relaksasi dan tambahan subsidi, sehingga para debitur hanya menanggung bunga sebesar 3% sampai dengan 31 Desember 2022.

“Pemerintah mendorong mahasiswa memanfaatkan KUR untuk pembiayaan usaha agar dapat memulai atau mengembangkan usahanya, sehingga menghasilkan produk dengan added value yang tinggi dan menjadi bagian dari global value chain,” kata Deputi Iskandar.

Sebagai informasi, kegiatan Kemenko Perekonomian Goes to Campus di Universitas Yogyakarta diselenggarakan oleh Kemenko Perekonomian dan dikemas dalam bentuk Seminar Nasional yang bertajuk “Upaya Peningkatan Semangat Kewirausahaan Mahasiswa Melalui Kredit Usaha Rakyat (KUR) dan Kemudahan Akses Permodalan”.

Baca juga
Airlangga Tegaskan Penyediaan Minyak Nabati Global Harus Holistik

Kepala Biro Komunikasi, Layanan Informasi, dan Persidangan Haryo Limanseto menyampaikan bahwa kegiatan Kemenko Perekonomian Goes to Campus di Yogyakarta merupakan serangkaian acara sosialisasi yang diselenggarakan oleh Kemenko Perekonomian yang rencananya akan dilaksanakan di 7 (tujuh) kota dan 7 (tujuh) universitas di seluruh Indonesia.

“Acara Kemenko Perekonomian Goes to Campus di Universitas Negeri Yogyakarta ini diharapkan dapat semakin menumbuhkan jiwa kewirausahaan di kalangan mahasiswa. Tadi malam, Kemenko Perekonomian juga telah menyelenggarakan acara ngopi bareng UMKM dan komunitas kreatif di Yogyakarta. Terlihat sekali optimisme kaum muda untuk pemulihan ekonomi pasca pandemi sangat tinggi,” jelas Kepala Biro Haryo.

Kegiatan sosialisasi ke Universitas Negeri Yogyakarta tersebut mendapatkan respon sangat positif dan juga diapresiasi oleh Rektor Universitas Negeri Yogyakarta Prof. Dr. Sumaryanto, M.Kes., AIFO.

“Kegiatan ini sangat baik dan saya mengapresiasi. Kita memang harus memiliki kewirausahaan yang kuat di berbagai sektor, agar kita punya pengalaman yang komprehensif dan tidak hanya hebat di teori tetapi prakteknya juga hebat. Sinergi dengan Kementerian ini harus terus kita tingkatkan,” kata Rektor Prof. Sumaryanto.

Usai pemaparan dari Menko Airlangga dan Deputi Iskandar, acara Kemenko Perekonomian Goes to Campus di Universitas Negeri Yogyakarta dilanjutkan dengan talkshow yang berlangsung interaktif. Talkshow tersebut menghadirkan tiga narasumber yaitu Guru Besar Fakultas Ekonomi Universitas Negeri Yogyakarta sekaligus Ketua Pusat Studi Inovasi Inkubasi Bisnis dan HKI LPPM Universitas Negeri Yogyakarta Prof. Nahiyah Jaidi Faraz, M.Pd., Kepala Dinas Koperasi dan Usaha Kecil Menengah Provinsi Daerah Istimewa Yogyakarta Srie Nurkyatsiwi, dan Asisten Deputi Pasar Modal dan Lembaga Keuangan Kemenko Perekonomian Gede Edy Prasetya.

Baca juga
Akibat Perang Rusia-Ukraina Harga Mie Instan di Indonesia Bakal Naik Lagi

Talkshow tersebut membahas beberapa hal yakni terkait peran universitas dalam mendorong mahasiswanya untuk menjadi wirausaha, peran Pemerintah Daerah dalam mendorong UMKM yang ada di Yogyakarta, dan kebijakan yang diambil oleh Pemerintah Pusat agar UMKM di Indonesia naik kelas. Talkshow dimoderatori oleh oleh Analis Kebijakan Madya Ekonomi Makro dan Keuangan Kemenko Perekonomian Satrio Aditomo. Dalam talkshow tersebut, para peserta secara luring dan daring aktif berdiskusi dan menanyakan berbagai hal yang terkait dengan akses permodalan bagi UMKM, khususnya mahasiswa.

Turut hadir dalam kesempatan tersebut civitas akademi Universitas Negeri Yogyakarta, dan perwakilan Lembaga Penyalur serta Lembaga Penjamin yang turut berkomitmen menjadi mitra Pemerintah dalam menyalurkan KUR kepada masyarakat.

Tinggalkan Komentar