Selasa, 07 Februari 2023
16 Rajab 1444

Airlangga Minta Kadin Persiapkan Pendidikan Digitalisasi untuk Anak Muda Indonesia

Jumat, 02 Des 2022 - 22:34 WIB
Penulis : Ajat M Fajar
Airlangga Minta Kadin Persiapkan Pendidikan Digitalisasi untuk Anak Muda Indonesia
Menko Perekonomian Airlangga Hartarto saat memberikan pidato penutupan setelah Rapat Pimpinan Nasional (Rapimnas) Kadin 2022 - (Foto: Antara)

Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto meminta Kamar Dagang dan Industri atau Kadin mempersiapkan anak-anak muda untuk mengakselerasi pendidikan digitalisasi di Indonesia.

“Kita sudah mulai dengan Apple Academy. Jadi salah satu yang didorong adalah TKDN (Tingkat Komponen Dalam Negeri) bukan hanya hardware, jadi juga software. Akibatnya, Apple waktu itu saya bilang boleh jualan tapi dia (Apple) bikin sekolah, akhirnya dia sudah bikin empat center yang bisa langsung mengekspor software IOS-nya,” kata dia saat memberikan pidato penutupan setelah Rapat Pimpinan Nasional (Rapimnas) Kadin 2022 yang dipantau secara virtual di Jakarta, Jumat (2/12/2022).

Selain itu, Airlangga sudah menyampaikan kepada International Business Machines Corporation (IBM) untuk memberikan pendidikan kepada masyarakat Indonesia jika mau berinvestasi di Tanah Air. Karena itu, IBM akan mendirikan Hybrid Cloud Academy di Batam, Kepulauan Riau.

Baca juga
Airlangga Dorong Peningkatan Produktivitas di Sektor Baja

Pemerintah mendorong infrastruktur digital dalam jangka pendek, yakni data center (pusat data) di Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Nongsa di Batam yang kini sudah setara dengan 200 megawatt.

“Ini benar-benar game changer yang kita akan terus pacu,” ucapnya.

Sebagai negara yang akan memegang Keketuaan ASEAN pada 2023, Airlangga meminta Kadin mempercepat Digital Economy Framework Agreement dari sisi ekonomi bisnis.

Menurut dia, pandemi COVID-19 mempercepat digitalisasi di Indonesia sehingga meningkatkan pendapatan negara dari ekonomi digital.

“Potensi ekonomi digital Indonesia diperkirakan bisa mencapai 330 miliar dolar (2030). Ini harus direbut Indonesia karena kita butuh 9 juta tenaga kerja (di sektor ekonomi digital) dalam 15 tahun, atau kita harus melahirkan 600 ribu tenaga kerja setiap tahun,” ungkapnya.

Baca juga
Ridwan Kamil Hadiri Puncak Perayaan HUT Golkar, Anies-Ganjar Tak Diundang

Airlangga turut mendorong penciptaan ekosistem berbasis teknologi seperti industri Multi Purpose Vehicle/MPV (kendaraan untuk tujuh orang) yang hanya diproduksi di Indonesia. Jika seluruh ekosistem industri MPV dibuat menjadi Electric Vehicle/EV (kendaraan listrik), perkembangan industri otomotif di Indonesia akan semakin kuat.

Keunggulan lain Indonesia dari sisi teknologi ialah kekuatan di Internal Combassion Engine/ICE (motor bakar pembakaran dalam) yang banyak diminati oleh para pencari kerja.

Seandainya ICE diubah seluruhnya ke EV, akan ada pengurangan tenaga kerja. Karena itu, perlu ada keseimbangan dalam upaya perpindahan menuju energi berkelanjutan.

Dia mendorong pula pengembangan energi berbasis hidrogen sebagai salah satu alternatif menuju energi berkelanjutan.

Baca juga
Airlangga Sebut Pelantikan Menteri Baru untuk Hadapi Tantangan Global

Salah satu bentuk digitalisasi terakhir yang perlu diminta untuk didukung Kadin ialah payment system yang sudah disepakati Indonesia, Filipina, Malaysia, dan Vietnam dengan QR Code. Dengan memanfaatkan payment system, negara-negara di Asia Tenggara dapat mengurangi kebutuhan terhadap dolar.

“Ini menjadi penting agar ekosistem keuangan kita kuat,” ungkap Airlangga.

Tinggalkan Komentar