Senin, 05 Desember 2022
11 Jumadil Awwal 1444

Airlangga Pamerkan Keberhasilan RI Tangani Krisis Tak Terduga di Singapura

Selasa, 30 Agu 2022 - 11:12 WIB
Penulis : Ahmad Munjin
Airlangga Pamer Keberhasilan RI Tangani Krisis Tak Terduga di Singapura - inilah.com
(Foto: ekon.go.id)

Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto memamerkan keberhasilan Indonesia menangani unprecedented crisis atau belum pernah terjadi sebelumnya alias tak terduga di Singapura. Pemerintah sukses mengintegrasikan kesehatan dan kebijakan ekonomi.

“Untuk memberi pemerintah ruang kebijakan manuver yang jauh lebih besar dalam menavigasi kesehatan dan tantangan ekonomi, kami mengintegrasikan kesehatan dan  kebijakan ekonomi di bawah satu koordinasi Komite Panitia Penanganan COVID-19 dan Pemulihan Ekonomi (PC-PEN) pada bulan Juli 2020,” ungkap Airlangga Hartarto saat memberikan Public Lecture di Rajaratnam School of International Studies (RSIS), Park Royal Collection Marina Bay, Singapura, Senin (29/8/2022).

Seluruh kondisi krisis yang terjadi merupakan sebuah unprecendeted crisis atau belum pernah terjadi sebelumnya. Hampir tidak terdapat peta jalan atau panduan yang tersedia dengan cukup untuk mengatasi pandemi dan krisis yang terjadi.

Namun demikian, krisis keuangan dan ekonomi yang pernah dihadapi sebelumnya telah memberikan pemahaman, dalam keadaan sulit, pendekatan dilakukan secara fleksibel dengan semua kebijakan harus siap dengan kapasitas maksimal.

Salah satu bukti keberhasilan Indonesia menangani krisisi tak terduga, yakni pandemi COVID-19 adalah masyarakat Indonesia yang pada tahun ini merayakan Hari Raya Idulfitri dan Hari Kemerdekaan dengan berpartisipasi dalam acara publik secara langsung. Ini pertama kalinya sejak terjadinya pandemi COVID-19 pada 2019.

Baca juga
Indonesia Terima Donasi 1.236.480 Dosis Vaksin AstraZeneca dari Prancis

Tak dapat disangkal lagi, pandemi COVID-19 telah banyak mengubah cara hidup dan keseharian seluruh masyarakat.

Pembatasan mobilitas masyarakat untuk menahan penyebaran pandemi COVID-19 juga sangat memengaruhi berbagai aspek, seperti disrupsi terhadap rantai pasok hingga penutupan pusat perbelanjaan, pabrik, dan banyak fasilitas umum.

Hal tersebut kemudian diikuti dengan peningkatan angka pengangguran dan kemiskinan. Demikian juga dengan jatuhnya daya beli masyarakat.

Dengan diikuti penguatan sinergi dan kolaborasi seluruh pihak, pemerintah melalui Komite PC-PEN kemudian merancang dan mengimplementasikan Kebijakan Rem dan Gas. Tujuannya, untuk tetap menyeimbangkan kehidupan dan penghidupan seluruh masyarakat.

Kebijakan tersebut pada akhirnya membuahkan hasil yang sangat baik. Terjadi penurunan kasus COVID-19 secara sangat signifikan dan kondisi perekonomian yang pada awalnya sempat terkontraksi juga kemudian mampu rebound dan mencatat pertumbuhan yang impresif.

Baca juga
COVID-19 di Inggris Tembus 100 Ribu Kasus dalam Sehari Karena Omicron

“Indonesia telah diakui sebagai salah satu dari 5 negara teratas di dunia dengan tingkat vaksinasi tertinggi. Kami juga telah memberikan vaksinasi lebih dari 430 juta dosis vaksin COVID-19,” ujar Menko Airlangga.

Selain itu, untuk memberikan daya tahan lebih dalam menghadapi pandemi COVID-19, Pemerintah juga telah melakukan reformasi struktural domestik melalui salah satu reformasi ekonomi yang paling komprehensif yakni Omnibus Law atau yang sekarang lebih dikenal sebagai UU Cipta Kerja.

Upaya reformasi tersebut kemudian mendorong secara bersamaan dan mempengaruhi lebih dari 70 undang-undang pada 11 klaster ekonomi, diantaranya terkait dengan pengaturan tenaga kerja, proses perizinan, dan proses persetujuan investasi.

Meski saat ini dunia tengah dihadapkan pada krisis pangan, energi, dan keuangan, keberhasilan Indonesia dalam menangani pandemi COVID-19 serta pemulihan ekonomi juga telah mendapatkan pengakuan dunia internasional.

“Untuk merespons krisis global, Sekretariat Jenderal PBB telah meminta Presiden Indonesia bersama dengan 5 Kepala Negara dan Pemerintahan lainnya untuk tergabung dalam the Champions Group of Global Crisis of Response Group (GCRG),” tutur Menko.

Baca juga
Foto: PPKM Level 3 di Jakarta Diperpanjang hingga 7 Maret 2022

Dalam kuliah umum yang dihadiri sejumlah pengusaha lokal Singapura itu, Menko juga menyampaikan berbagai potensi, strategi, dan tantangan yang dihadapi ASEAN saat ini maupun ke depannya, serta mengharapkan agar ASEAN dapat ikut memainkan peran penting dalam perekonomian global.

Menko juga menegaskan pentingnya persatuan bagi ASEAN. “Untuk memaksimalkan potensi pertumbuhan yang sangat besar ini, saya ingin menekankan bahwa ASEAN harus tetap bersatu dalam menghadapi konflik internal dan tekanan eksternal serta melakukan reformasi yang diperlukan untuk menghilangkan semua hambatan bagi pertumbuhan ekonomi kawasan,” imbuh menko Airlangga.

Tinggalkan Komentar