Kamis, 19 Mei 2022
18 Syawal 1443

Airlangga Sebut Indeks Belanja Ramadan Dongkrak Pertumbuhan Ekonomi Nasional hingga 5,1 Persen

Airlangga Sebut Indeks Belanja Ramadan Dongkrak Pertumbuhan Ekonomi Nasional Hingga 5,1 Persen
Menko Perekonomian Airlangga Hartarto

Menko Perekonomian Airlangga Hartarto mengatakan pertumbuhan ekonomi nasional sudah mulai kembali pulih. Hal ini terlihat dari pertumbuhan ekonomi pada kuartal pertama 2022 sudah mencapai 5,1 persen.

Angka ini hampir sama dengan pertumbuhan ekonomi nasional pada kuartal keempat tahun 2021 yang mencapai 5,01 persen.

Airlangga mengatakan, pertumbuhan ekonomi global diperkirakan hanya 3,6 hingga 4,5 persen.

“Jadi, Indonesia, pertumbuhannya di atas rata-rata pertumbuhan ekonomi global. Berbagai lembaga dunia memperkirakan pertumbuhan ekonomi Indonesia antara 5 sampai 5,4 persen,” tutur Airlangga saat konferensi pers, Senin (9/5/2022).

Ketua Komite Penanganan COVID-19 dan Pemulihan Ekonomi Nasional (KPCPEN) ini menambahkan, banyak faktor yang medorong pertumbuhan ekonomi nasional. Salah satunya adalah naiknya indeks belanja selama Ramadan tahun ini.

Baca juga
Ekonomi Jatim Melebihi Nasional Bikin Gubernur Khofifah Nyenyak Tidur

Airlangga menuturkan, indeks belanja selama Ramadan 2022 meningkat sekitar 31 persen dibandingkan Ramadan tahun lalu.

Berdasarkan data pemerintah, kenaikan indeks belanja terjadi di hampir seluruh pulau di Indonesia. Yakni, di Kalimantan meningkat dengan indeks belanja 199,6, Sumatra 178, Jawa 137, Maluku dan Papua 145,5, serta Bali dan Nusa Tenggara 72,9.

“Kalau kita lihat secara keseluruhan jumlah frekuensi dan belanja itu indeks 179,4, sedangkan dari segi nilai sebesar 159,9,” tutur Airlangga.

Ketua Umum Partai Golkar ini mengatakan, terkait inflasi di Indonesia masih dalam range APBN. Berdasarkan data di lapangan hampir seluruh sektor mulai dari suplai rata-rata positif. Yakni, dari pergudangan, industri jasa pertanian, konstruksi.

Baca juga
Bersilaturahmi ke Rumah Dinas, AHY Beri Dukungan Kepada Airlangga

Dari sisi demand, konsumsi rumah tangga tumbuh positif, investasi maupun ekspor-impor juga positif. Hal ini akan memberikan hal positif dalam survei pasar dan tenaga kerja di bulan Februari.

Sementara, terkait kinerja penanganan Covid-19 dan pemulihan ekonomi nasional, tercatat realisasinya 15,4 persen atau Rp 70,37 triliun. Rinciannya, bidang kesehatan sebesar 9,7 persen atau Rp 11,87 triliun yakni, untuk insentif nakes dan klaim pasien.

Selain itu, terkait perlindungan masyarakat realisasinya sudah 49,27 triliun atau 32 persen. Ini terdiri dari PKH, BLT minyak goreng, BLT Dana Desa, Bantuan pedagang kaki lima, warung, dan nelayan, serta kartu prakerja.

Baca juga
Jokowi Akan Cabut Larangan Ekspor Migor jika Kebutuhan Domistik Tercukupi

“Penguatan pemulihan ekonomi sekitar 5,2 persen atau Rp9,2 triliun, baik itu di sektor pariwisata, dukungan UMKM,” ujar Airlangga.

Airlangga juga menyampaikan catatan yang diberikan Presiden Jokowi agar pemerintah memperhatikan terkait energi dan pangan untuk ketahanan nasional kedepan.

Tinggalkan Komentar